<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bhayangkara Padmanaba &#187; lomba</title>
	<atom:link href="http://bhayangkara.padmanaba.or.id/tag/lomba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id</link>
	<description>-not only technique-</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 15:28:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Dream Team IV Bisa Jadi Yang Terbaik</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/dream-team-iv-bisa-jadi-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/dream-team-iv-bisa-jadi-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 03:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor1</dc:creator>
				<category><![CDATA[TECHNIQUE ONLY]]></category>
		<category><![CDATA[baris-berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[danton]]></category>
		<category><![CDATA[lbb]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Baris Berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[Peleton Inti]]></category>
		<category><![CDATA[sapu bersih]]></category>
		<category><![CDATA[tonti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Empat generasi Dream Team telah dilahirkan Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Dream Team III tercatat masih menjadi yang terbaik hingga saat ini, namun Dream Team IV siap menjadi suksesor yang sempurna. Rangkaian LBB pada musim 2008/2009 memang belum berakhir. Setidaknya masih ada 3 LBB potensial yang semoga saja dilangsungkan, LBB UST, Sadhar dan STIM YKPN. Akan tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Empat generasi Dream Team telah dilahirkan Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Dream Team III tercatat masih menjadi yang terbaik hingga saat ini, namun Dream Team IV siap menjadi suksesor yang sempurna.<span id="more-567"></span></em></p>
<p>Rangkaian LBB pada musim 2008/2009 memang belum berakhir. Setidaknya masih ada 3 LBB potensial yang semoga saja dilangsungkan, LBB UST, Sadhar dan STIM YKPN. Akan tetapi dalam separuh lebih perjalanan, litbang Bhapad –yang masih sedang bekerja- mulai memberi sinyal positif dalam mencermati perjuangan tim Bhapad tahun ini. Ya, diawaki angkatan 65 dan 66 yang sukses bergelar Dream Team IV sejak LBB Menwa UII (baca artikel terkait, “<strong><span style="color: #0000ff;">Dream Team Bhapad</span></strong>?”), SMA 3 dibawa sebagai aktor utama dalam berbagai perhelatan LBB (kecuali di kompetisi perdana, LBB SMA 7).</p>
<p>2 tahun lalu, Dream Team II (DT II) memang dikatakan fenomenal. Lewat kerja kerasnya, SMA 3 yang sebelumnya miskin gelar berubah menjadi calon penguasa baru pertontian DIY. Meski berhasil memboyong juara umum Kota dan Propinsi, kekuatan skuad DT II belumlah merata. Dari 4 peleton yang diterjunkan, hanya 3 diantaranya yang bisa diharapkan membawa pulang piala.</p>
<p>Perimbangan kekuatan baru terlihat di skuad DT III setahun kemudian. 2 peleton putra, 2 peleton putri, 2 tim komandan putri dan 2 tim komandan putra seluruhnya bisa meraih gelar pemuncak. Meski demikian, kategori komandan putra masih merupakan rantai kekuatan yang paling lemah. Tercatat dari seluruh LBB yang diikuti DT III, hanya sekali saja tim komandan putra SMA 3 berhasil menjadi juara 1. Itupun di LBB terakhir 2007/2008 (STIM YKPN) ketika komandan terbaik dari sekolah lain tidak turun. Dengan perimbangan kekuatan yang merata seperti ini, ditambah kuantitas prestasi yang berlipat, DT III dicatat sebagai tim terkuat yang pernah dimiliki SMA 3 hingga saat itu.</p>
<p>Memasuki tahun 2009, sejarah yang ditorehkan DT III tahun lalu tampaknya mendapatkan ancaman (positif) serius. Para junior mereka di DT IV boleh dikata “kemaruk”. Sepanjang keikutsertaan mereka di berbagai LBB tahun ajaran ini, beberapa sejarah baru telah dibentuk. Di LBB Kota dan SMA 8, misalnya, juara peleton putra-putri dan komandan putra-putri direngkuh seluruhnya oleh SMA 3 (sapu bersih). Belum lagi ditambah posisi <em>one two</em> yang berulang kali tercipta. Alhasil, dengan indikator yang seluruhnya sedang <em>on on on on</em>, DT IV bisa menjadi sejarah terbaik bagi SMA 3 Yogyakarta.</p>
<p><strong>Rekam Jejak Peleton<br />
</strong>Seluruh LBB pada musim 2008/2009 diikuti oleh tim Bhayangkara Padmanaba (kecuali LBBnya sendiri, LBB Padmanaba). Tercatat 5 LBB yang diikuti mulai dari LBB SMA 7, lalu Menwa UII, PPI Kota, PPI Propinsi dan terakhir LBB SMA 8. Khusus di LBB perdana, LBB SMA 7, SMA 3 seperti halnya sekolah lain, hanya mengirimkan peleton kelas 2 (XI) karena peleton kelas 1 (X) belum terbentuk.</p>
<p>Dari 5 LBB diatas, tersedia 10 gelar peleton terbaik; 5 untuk peleton putra dan 5 untuk peleton putri. Tidak tanggung-tanggung, sembilan dari sepuluh gelar tersebut dibawa pulang ke SMA 3. Satu-satunya gelar yang lepas adalah juara peleton putri di LBB SMA 7.</p>
<p>Dibagian putra; juara LBB SMA 7 dan Menwa UII beruntun dicomot peleton kelas 2, setelah itu sang adik membalas dengan menjuarai LBB PPI Kota dan juga Propinsi sekaligus. Baru di LBB terakhir, LBB SMA 8, peleton kelas 2 kembali menjinakkan adik-adiknya.</p>
<p>Dibagian putri; setelah hancur lebur di LBB SMA 7, SMA 3 menjuarai LBB Menwa UII lewat sang rookie. Tidak mau kalah, peleton kelas 2 balas dendam dengan menjuarai LBB PPI Kota. Setelah dipecundangi sang kakak di Kota, peleton debutan kembali merajalela di LBB PPI Propinsi dan kemudian SMA 8 (baca artikel terkait, “<strong><span style="color: #0000ff;">Putar speakernya keras-keras</span></strong>”).</p>
<p>Tak sekedar beroperasi di jalur juara, gelar tersisa juga <em>eman-eman</em> kalau dibiarkan lepas. Menggenapi gelar juara yang nyaris dijilat habis, peleton putra juga bertanggungjawab atas raihan runner up di LBB PPI Kota dan SMA 8. Peleton putri lebih <em>nggilani</em>. Mungkin untuk menebus kekalahan di LBB SMA 7, mereka melengkapi gelar juara di 4 LBB terakhir dengan runner up di LBB Menwa UII, PPI propinsi dan SMA 8.</p>
<p><strong>Rekam Jejak Komandan<br />
</strong>Untuk kategori komandan, giliran putri Bhapad yang merajalela. Setelah gagal di LBB SMA 7 dan menwa UII, danton putri terus menjuarai 3 LBB terakhir, seluruhnya oleh kelas 2. Di bagian Putra, danton-danton kita hanya menang di LBB Kota (oleh kelas 2) dan SMA 8 (kelas 1).</p>
<p>Meski tidak <em>sendugem</em> peleton, gelar hiburan para komandan masih ditambah dengan runner danton putra dan putri PPI Kota (seluruhnya kelas 2), peringkat 3 danton putri PPI Propinsi (kelas 1), dan runner up danton putra SMA 8 (kelas 2).</p>
<p>Hmmm…, tampaknya sepak terjang DT IV benar-benar ancaman bukan?</p>
<p><strong>Kosakata baru</strong>:<br />
On on on on, sendugem <img src='http://bhayangkara.padmanaba.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/dream-team-iv-bisa-jadi-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The M..</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/the-m/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/the-m/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 02:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor1</dc:creator>
				<category><![CDATA[TECHNIQUE ONLY]]></category>
		<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[baris-berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[danton]]></category>
		<category><![CDATA[lbb]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Baris Berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[Peleton Inti]]></category>
		<category><![CDATA[tonti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana peta kekuatan peleton inti DIY musim 2008/2009 dengan 6 LBB yang  telah terselenggara: LBB SMA 7, Menwa UII, PPI Kota (Merah Putih), SMA 3, PPI Propinsi dan SMA 8? Jangan heran bila muncul dominasi. Sudah tradisi sejak bertahun lalu, dunia pertontian di Yogyakarta terus mengalami perputaran dominasi dari satu sekolah ke sekolah lain. Karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Bagaimana peta kekuatan peleton inti DIY musim 2008/2009 dengan 6 LBB yang  telah terselenggara: LBB SMA 7, Menwa UII, PPI Kota (Merah Putih), SMA 3, PPI Propinsi dan SMA 8? Jangan heran bila muncul dominasi. Sudah tradisi sejak bertahun lalu, dunia pertontian di Yogyakarta terus mengalami perputaran dominasi dari satu sekolah ke sekolah lain. Karena itu tidak perlu alergi, tidak perlu iri hati, siapapun bisa saja menjadi penguasa baru.<span id="more-541"></span></em></p>
<p>Diakhir tahun ‘80an, penguasa dunia pertontian DIY jelas milik SMA 1 dan SMA 2. Diawal hingga menjelang akhir ‘90an hanya ada penguasa tunggal, SMA 1. Diakhir tahun ‘90an, dominasi SMA 1 mulai dirusak oleh SMA 7 yang akhirnya balik mendominasi hingga awal millennium baru. Setelah sekitar 4 tahun berkuasa, dominasi SMA 7 akhirnya diruntuhkan oleh SMA 5 yang menggeliat selama 2003 hingga 2004. Memasuki tahun 2005/2006, gantian Muh 2 yang berpesta pora. Setelah itu, dalam kurun 2 tahun terakhir, SMA 3 Yogyakarta yang kejatuhan pulung menjadi raja baru.</p>
<p>Sekarang, siapa penguasa musim 2008/2009? Meski belum usai, SMA 3 bolehlah tetap dijadikan sebagai unggulan utama. Bahkan bila ada 2 atau 3 LBB lagi yang akan diwujudkan, dan disana SMA 3 kalah, predikat sebagai penguasa musim ini tampaknya masih pantas dilekatkan pada mereka. Indikatornya adalah dari 6 LBB yang sudah terselenggara (salah satunya merupakan LBB SMA 3 sehingga mereka tidak bisa ikut serta), SMA 3 berhasil menjadi juara umum sebanyak 4 kali dimana 3 diantaranya merupakan LBB paling bergengsi; LBB PPI Propinsi, LBB PPI Kota dan LBB Menwa UII. Ditambah gelar juara umum di LBB SMA 8 dengan prestasi sapu bersih, halal bila kemudian dikatakan “SMA 3 masih menjadi yang terbaik”.</p>
<p><strong>Seru di Putra, Monoton di Putri<br />
</strong>Kalau SMA 3 menjadi yang terbaik, sekolah mana yang juga berhak dikategorikan terbaik di musim ini (setidaknya hingga LBB SMA 8 lalu)? Dibagian putra, kita sebenarnya disuguhi kekuatan yang berimbang. Untuk kategori peleton, SMA 3 belumlah yang terbaik. Masih ada peleton SMA 8 (khususnya yang kelas 2) yang menurut kami paling baik. Hanya faktor ketidakberuntungan (seperti kena pinalti) dan konsistensi saja yang sejak tahun lalu membuat peleton ini tidak berada pada posisi terpantasnya; juara kategori peleton putra. Diluar SMA 8, masih ada SMA 1 yang meski tidak semengerikan 2 atau 3 tahun lalu tetap saja kadung dicap sebagai tim sambanya tonti. Apalagi setelah bertekad “berubah” usai LBB SMA 8, SMA 1 mungkin bakal menjadi peleton putra paling hot diakhir musim ini.</p>
<p>Di kategori komandan -yang merupakan kategori paling dinamis sejak tahun lalu, tidak ada satu sekolahpun yang berhak mengatakan dirinya sebagai penguasa. 2 hingga 3 tahun lalu memang kategori ini jatahnya SMA 5 lewat komandan mautnya, Binandy Apriantono. Tahun lalu, kategori ini menjadi pertarungan menarik antara danton senior SMA 2; Ridwan Sanusi, SMA 1; Akbar S dan SMA 3; Ginanjar Adi. Tapi tahun ini? Tak ada dominasi sama sekali.</p>
<p>Sedangkan dibagian putri anda boleh saja menjadi bosan. Entah dikategori peleton ataupun komandan, srikandi-srikandi SMA 3 dominan menghias posisi puncak. Faktor dinamisnya hanya satu: kalau bukan kakak kelasnya yang menang, ya adik kelasnya. Kalau toh mereka kalah, itu pasti karena bukan tim terbaik yang turun. Tengok kekalahan mutlak mereka di LBB perdana SMA 7, karena danton utamanya sedang berhalangan, disaat-saat terakhir ditunjuklah Bianda Dwida Pramudita sebagai danton pengganti. Tidak punya track record sebagai komandan, -dengan demikian otomatis baru sekali itu turun, dia tampil dengan hapalan materi yang amat sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan. Meski dinilai lumayan, tetap saja kegagapan dalam penguasaan lapangan dan lupa gerakan menyebabkan dia plus peletonnya menjadi penghias ranking baris bawah kategori komandan dan peleton putri. Kejadian mirip namun lebih heroik juga terjadi di LBB Menwa UII, ketika gelar danton putri terbaik lepas dari genggaman. Danton terpilih kelas 1 mengalami kecelakaan ketika berangkat menuju kampus terpadu UII. Walhasil, ditunjuklah danton pengganti hanya beberapa jam sebelum start (bayangke!). Danton kelas 2 ketika itu juga bukan berstatus danton utama. Sang danton utama sedang dalam persiapan plesir ke Korea Selatan untuk –katanya- menjalankan tugas negara. Wajar bila kategori danton terbaik ketika itu gagal dibawa pulang.</p>
<p>Meski dominan, yang namanya pesaing tetap saja ada. Dikategori peleton, SMA 7 (kelas 1) paling pantas dikedepankan sebagai pesaing utama. Menyusul kemudian peleton-peleton SMA 1 dan SMA 5. Sedang dikategori komandan, belum ada pesaing khusus yang dominan, namun nama-nama dari Muh 2, SMA 5 dan SMA 7 patut diwaspadai. Nah, siapa jagoan anda?</p>
<p style="text-align: right;">Editor1</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/the-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

