<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bhayangkara Padmanaba &#187; israel</title>
	<atom:link href="http://bhayangkara.padmanaba.or.id/tag/israel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id</link>
	<description>-not only technique-</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 15:28:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Surat dari Israel</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/01/surat-dari-israel/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/01/surat-dari-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 15:38:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndozzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mc LHEER]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[israel]]></category>
		<category><![CDATA[surat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Salam kenal rekan-rekan di Indonesia, salam kenal dari saya, Itzhak Benjamin. Mungkin anda keseluruhan bertanya-tanya, apa mau saya dengan mengirim surat ini kepada teman-teman di negeri Indonesia. Yes, hanya sekedar mengungkapkan sedikit isi hati negara saya (Israel Raya) kepada anda keseluruhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal rekan-rekan di Indonesia, salam kenal dari saya, Itzhak Benjamin. Mungkin anda keseluruhan bertanya-tanya, apa mau saya dengan mengirim surat ini kepada teman-teman di negeri Indonesia. Yes, hanya sekedar mengungkapkan sedikit isi hati negara saya (Israel Raya) kepada anda keseluruhan. Agak sakit juga mendengar fitnah dari warga negara-negara semacam Indonesia kepada Israel tentang insiden di jalur Gaza beberapa hari terakhir ini. Mungkin, secarik surat ini bisa membuka mata anda tentang bagaimana sudut pandang kami sebenarnya. Well, sebelum memulai menulis, saya meminta maaf bila ada kesalahan tata bahasa yang saya tinggalkan. Maklum, saya kurang bergairah mempelajarinya karena bahasa Indonesia termasuk yang paling hina di dunia. Buktinya, banyak masyarakatnya sendiri yang lebih suka berbahasa asing atau minimal menggunakan beberapa kata asing dalam percakapannya.</p>
<p>Oke, saya memulai dari kenapa banyak negara protes tentang upaya pengendalian terror negara kami kepada para ekstrimis Hamas? Seharusnya Indonesia juga mengecam Hamas sebagai agen setan yang hobi mengirim roket kerumah-rumah kami. Mereka menyerang wilayah kami, warga sipil, hampir setiap hari. Jadi sudah merupakan langkah yang bagus bila perdana menteri memerintahkan militer membalas serangan tersebut untuk memastikan, adik-adik saya dan anak kecil tak berdosa di Israel aman dari kunjungan roket-roket Hamas yang biadab. Bandingkan saja, Hamas jelas-jelas memuntahkan roket ke arah lingkungan sipil di Israel dan Israel membalas dengan menyerang pos-pos strategis Hamas yang bersembunyi di lingkungan sipil. Siapa sebenarnya yang picik? Kami atau Hamas? Mereka memanfaatkan warga sipil yang tewas sebagai fakta dalam menuduh kami sebagai “real terrorist”. Ini aneh, dan pastinya tidak adil. Bagaimana mungkin militer kami menyerang “yang benar-benar Hamas” bila mereka tidak punya pangkalan militer riil, seragam militer khusus, dll. Mereka bersembunyi di balik tembok-tembok warga sipil Palestina. Bom kami menyerang mereka, bukan warga sipil. Toh bila akhirnya timbul korban sipil, militer Israel sebenarnya sudah memberikan peringatan bagi mereka untuk mengungsi. Nyatanya mereka tidak mengungsi, kami berhak mencap mereka sebagai Hamas dan sah untuk dibunuh! Lagipula, siapa yang bisa menjamin mereka benar-benar warga sipil? Hamas memelintir fakta bahwasanya yang tewas adalah warga sipil, bukan anggota mereka. Siapa yang bisa jamin? Ini adalah strategi yang umum digunakan oleh semua teroris dan kelompok separatisme di seluruh dunia. Bila ada anggotanya yang mati, dan kebetulan tidak mengenakan atribut kelompok, mereka diklaim sebagai warga sipil untuk menarik perhatian media massa (yang memang senang sensasi macam ini). Pemerintah Indonesia juga pernah mengalami kesulitan serupa ketika berkonfik dengan GAM (dulu) dan OPM. Berpikirlah kawan, siapa yang picik? Kami atau Hamas?</p>
<p>Saya juga menyayangkan demonstrasi besar-besaran di seluruh dunia yang menekan negara kami untuk menghentikan serangan ke Palestina. Saya sakit hati, saya merasa negara saya diperlakukan tidak adil. Kemana para demonstran ini ketika milisi Hamas berhasil membunuhi lelaki tulang punggung rumah tangga Israel, para ibu dan anak-anak yang pulang sekolah dengan roket-roket mereka. Apakah mereka beramai-ramai mendatangi kedutaan besar Palestina dan membakar bendera Palestina disana? Tidak, tidak pernah! Namun lihat, ketika kami membalas, para demonstran itu menghujat kami habis-habisan. Siapa yang sebenarnya tidak adil? Kami atau para demonstran itu?</p>
<p>Teman-teman di Indonesia yang terhormat. Inilah nasib kami, nasib Israel. Kami tidak pernah diperlakukan dengan adil. Kami selalu saja ditindas. Sejak jaman Pharaoh, Hittler dan teroris-teroris PLO, Hizbullah dan Hamas masa kini. Apakah kami harus berdiam saja? Tentu tidak. Jangan halangi kami untuk mempertahankan diri. Shalom…</p>
<p>Itzhak Tal Benjamin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/01/surat-dari-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

