<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bhayangkara Padmanaba &#187; Bhayangkara Padmanaba</title>
	<atom:link href="http://bhayangkara.padmanaba.or.id/tag/bhayangkara-padmanaba/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id</link>
	<description>-not only technique-</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 15:28:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Tidak Hanya Jago Kandang</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/tidak-hanya-jago-kandang/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/tidak-hanya-jago-kandang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 03:05:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor1</dc:creator>
				<category><![CDATA[NOT ONLY TECHNIQUE]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Tonti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[“SMA 3 menang bukan karena gerakannya benar. Tapi hanya karena kompak thok!”. Kurang lebih beginilah kalimat yang terlontar dari salah seorang rekan –yang juga melatih sebuah peleton inti di suatu SMA di Sleman- mengkritik kemenangan-kemenangan SMA 3. Berangkat dari asumsi tersebut, beliau (Mr.Z) mengindikasikan akan mengadakan temu teknik antara PPI dengan TNI Polri untuk membahas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“SMA 3 menang bukan karena gerakannya benar. Tapi hanya karena kompak thok!”. Kurang lebih beginilah kalimat yang terlontar dari salah seorang rekan –yang juga melatih sebuah peleton inti di suatu SMA di Sleman- mengkritik kemenangan-kemenangan SMA 3. Berangkat dari asumsi tersebut, beliau (Mr.Z) mengindikasikan akan mengadakan temu teknik antara PPI dengan TNI Polri untuk membahas gerakan-gerakan versi skep. Terminalnya mungkin saja hanya satu, memastikan kalau gerakan SMA 3 (SMA 1 juga disebut-sebut) salah dan kemudian harus dibuat kalah. Oke, pendapat terakhir ini memang sangat tendensius alih-alih membuatnya lebih halus dengan “agar terjadi kesepahaman juri dalam memberikan penilaian”.<span id="more-721"></span></p>
<p>Namun berhubung “rencana temu teknik” tersebut terlontar bertumpuk dengan asumsi tertentu terhadap beberapa peleton inti (tonti), wajar jika kemudian tujuan dibalik dari kegiatan itu bisa amat bias (tidak objektif) dan <em>cethak</em>. Perspektif ini semakin tajam kentara ketika Mr.Z (semua atas laporan rekan yang lain) menyimpulkan, kalau SMA 3 bertanding di Sleman, pasti kalah (dari tonti-tonti Sleman, -pen.)”. Terhenyaklah saya.</p>
<p>Saya mencoba menganalisis statemen tersebut. Pertama, ketika dikatakan SMA 3 akan kalah bila bertanding di Sleman, maka bisa disimpulkan minimal ada sistem penilaian yang berbeda. Artinya, bila di LBB lingkup Kota dan Propinsi penilaian didasarkan pada indikator keserempakan dan kecantikan, misalnya, maka di lingkup Sleman penilaiannya berbeda. Mungkin menggunakan indikator dompo dan tempo cepat.</p>
<p>Kedua, yang seharusnya tidak boleh terjadi, mengindikasikan juri-juri Kota, Propinsi dan Sleman punya pemahaman skep yang berbeda. Artinya, dengan adanya perbedaan tersebut, SMA 3 dan peleton inti dari Kota pada umumnya bisa menang di Kota dan Propinsi, dan karena itu akan kalah kalau bertanding ke Sleman. Sejelek-jeleknya tingkat ketepatan teori kedua saya ini adalah, standar juri di ketiga tempat tersebut berbeda. Boleh dikata, juri di Kota dan Propinsi terlalu baik hati, tidak se-sak klek juri Sleman. Wallahualam…</p>
<p><strong>Lihat Dulu Faktanya di Propinsi</strong><br />
Masih menurut saya, statemen tersebut kurang tepat. Kalau ingatan saya tidak bocor-bocor <em>banget</em>, SMA 3 sepertinya pernah menjadi juara umum 2 kali berturut-turut (TA 2007/2008 dan 2008/2009) LBB PPI Propinsi yang diselenggarakan di UIN Kalijaga, Sleman. Tolong dicatat, di Sleman!</p>
<p>Mohon jangan langsung reaktif dengan mengatakan juri di LBB tersebut termasuk kategori juri Propinsi, sehingga meski letak penyelenggaraan lombanya di Sleman -tidak bisa dikatakan “bertipe” Sleman. Namun, jangan abaikan fakta terbesar bahwa koordinator juri LBB tersebut di tahun ajaran ini, berasal dari PPI Sleman. Koordinator juri adalah sang pemimpin yang akan membawa bagaimana peserta LBB tersebut harus dinilai, apa saja yang dinilai, dan bagamana cara menilainya. Mohon maaf, rekan saya tadi terlibat aktif disana. Nyatanya, SMA 3 tetap menang bukan? Ayolah, bahkan satu-satunya gelar yang lepas dari tonti-tonti Kota, Danton Terbaik Putra, dibawa pulang utusan dari Gunung Kidul, bukan Sleman.</p>
<p><strong>Lihat Lagi Fakta di STIM YKPN</strong><br />
Kebiasaan/ kebijakan dari pengurus PPI saat ini; bila sebuah akademi atau perguruan tinggi berniat mengadakan LBB, dan kemudian meminta bantuan kepada pengurus PPI, maka anggota yang diterjunkan akan lebih difokuskan pada anggota PPI dimana akademi atau perguruan tinggi tersebut terletak. LBB STIM YKPN yang berlangsung tahun ajaran lalu, terletak di Sleman. Panitia intinya tentu dari PPI Sleman. Juara umumnya, SMA 3 (lagi). Detailnya, SMA 3 menjadi pemenang di kategori peleton putra, komandan putra dan komandan putri. Sedang juara peleton putri diambil SMA Muh 2, juga dari Kota Yogyakarta. Dimana peleton-peleton Sleman?</p>
<p><strong>Satu-satunya Pengecualian<br />
</strong>Akan tetapi, saya mengakui ada sebuah peleton inti (Sleman) yang bisa mengalahkan SMA 3. Adalah peleton SMK Penerbangan yang menjadi juara pada LBB Sanata Dharma di awal tahun 2007/2008. Ketika itu, lomba tidak mempertandingkan kategori-kategori seperti pada umumnya. Disini hanya ada 2 kategori lomba, peleton dan komandan, tanpa pemisahan antara putra dan putri. Bahkan sebuah peleton (berisi 16 orang termasuk komandan) boleh saja campuran putra dan putri. Disini SMA 3 kalah, hanya menjadi runner up.</p>
<p>Namun silahkan tilik dewan jurinya. 100% juri yang digunakan berasal dari POM AU. Kalau tidak salah, bukankah SMK Penerbangan itu berada dalam naungan AU? Sungguh <em>chemistry</em> yang tepat, mendatangkan juri 100% dari kalangan AU juga. Tanpa mengurangi rasa hormat pada SMK Penerbangan –yang memang bagus-, fakta kemenangan mereka pada LBB yang satu ini tidak bisa dijadikan dasar statemen “SMA 3 kalah dari peleton-peleton inti Sleman, di Sleman”. Kurang fair.</p>
<p><strong>Sister School<br />
</strong>Selamanya Mr.Z bisa mengelak untuk mengakui kesalahan statemennya. Nyatanya, sebuah kemustahilan untuk menghadirkan SMA 3 di LBB-LBB yang dikhususkan untuk peleton inti se-Kabupaten Sleman. Beliau cerdik, karena dengan begitu teorinya tidak akan pernah benar-benar runtuh. Meski ada celah, dengan cara mengundang SMA 3 untuk tampil sebagai “bintang tamu”/ eksebisi, namun saya tidak yakin hal ini bisa terwujud.</p>
<p>Satu-satunya jalan yang paling masuk akal untuk menengahi konflik ini adalah menjadikan SMA 1 Mlati sebagai indikator. Seperti yang kita ketahui bersama, dalam lingkup peleton inti (putri), SMA 1 Mlati adalah sister schoolnya SMA 3 Yogyakarta. Dalam istilah pakem kedua sekolah tersebut, mereka berdua adalah saudara seperguruan. Beberapa pelatih SMA 3 terjun membantu pelatihan di SMA 1 Mlati sejak pertengahan tahun ajaran 2007/2008.</p>
<p>Sudah pasti dengan begitu, teknik yang digunakan oleh SMA 1 Mlati sama persis dengan yang digunakan oleh SMA 3 Yogyakarta. Perbedaannya hanyalah tingkat kematangan peleton, dimana ketegasan dan keserempakan SMA 1 Mlati masih jauh dibawah SMA 3. Hal ini wajar, karena memang baru setahun terakhir ini mereka menerapakan pola penerapan teknik “padepokan karetan”. Karena itu, jika memang dikatakan SMA 3 akan kalah bila bertandang ke Sleman, tolong lihat dulu prestasi SMA 1 Mlati.</p>
<p><strong>Akhirnya…<br />
</strong>Poin penting yang perlu ditekankan dalam memandang kualitas SMA 1 Mlati saat ini adalah mereka belum sepenuhnya matang. Memang secara teknik sudah bagus, namun kultur sekolah yang berbeda membuat sistem pelatihan angkatan baru tidak bisa seintensif SMA 3 Yogyakarta. Inilah yang membuat tingkat kematangan peleton mereka belum bisa mencapai grade A. Walaupun demikian, perubahan besar nyata-nyata terjadi begitu mereka menjadi sister schoolnya SMA 3 Yogyakarta. Gagal total di LBB PPI Kab Sleman tahun 2007/2008 sehingga tidak bisa bertarung di LBB PPI Propinsi ditahun yang sama (melanjutkan periode negatif lebih dari 2 tahun sebelumnya), merupakan akhir dari masa-masa gelap SMA 1 Mlati. Karena setelah itu, ada revolusi besar-besaran. Inilah hikmah kekalahan.</p>
<p>Seminggu setelah melakukan revolusi teknik, peleton putri SMA 1 Mlati mengikuti LBB STIM YKPN 2008 yang menghadirkan tonti-tonti mayor di DIY. Meski hanya menempati juara harapan 3, mereka sesungguhnya menjadi yang terbaik dibanding tonti-tonti lain dari Sleman! Satu-satunya yang disayangkan, SMA 1 Sleman tidak hadir.</p>
<p>Dengan semangat baru, kembali SMA 1 Mlati mengikuti LBB Hardiknas Sleman 2007/2008. Kali ini dengan kehadiran sang jawara, SMA 1 Sleman. Walau sebelumnya sangat optimistik, SMA 1 Mlati harus puas menjadi runner up. Setelah itu, hadirlah kembali LBB PPI Kab Sleman (2008/2009). Masih dengan ingatan setahun lalu dimana mereka gagal total sehingga tidak dapat melaju ke Propinsi, SMA 1 Mlati tampil penuh harap. Hasilnya, (lagi-lagi) runner up dibawah SMA 1 Sleman.</p>
<p>Yang ingin saya sampaikan disini, lihatlah SMA 1 Mlati, yang telah menjadi kekuatan baru di Sleman. Lihatlah pula, mereka setidaknya sudah ajeg “memesan” posisi runner up. Lihat lagi, mereka sesungguhnya belum benar-benar matang. Karena itu, tolong lihat lagi statemen diatas, “Apa benar SMA 3 akan kalah bila bertanding di Sleman?”. Tolong, kalahkan dulu dengan telak sister schoolnya. Dan tolong, bersabarlah menunggu hasil LBB Hardiknas Sleman 2008/2009. Siapa tahu SMA 1 Mlati menjadi juara. Jika memang terjadi demikian, tolong bantu diri anda dari rasa malu. Kalau belum puas, silahkan undang SMA 3 menghadiri LBB-LBB anda di Sleman. Kita bukan jago kandang kok&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/tidak-hanya-jago-kandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menagih Janji</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/menagih-janji/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/menagih-janji/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 02:56:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor1</dc:creator>
				<category><![CDATA[DIARY BHAPAD]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[LBB UST tinggal 4 hari lagi, namun persiapan Bhayangkara Padamanaba (Bhapad) 66 belum tampak. Selain fokus pelatih masih terkuras di seleksi Paskibraka Kota Yogyakarta, juga karena banyak anggota Bhapad 66 yang disibukkan kegiatan sekolah lainnya. Parahnya, pada tanggal 2-3 Mei juga terdapat OOSN (olimpiade olahraga dan seni nasional) dimana banyak anggota Bhapad 66 yang terdaftar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LBB UST tinggal 4 hari lagi, namun persiapan Bhayangkara Padamanaba (Bhapad) 66 belum tampak. Selain fokus pelatih masih terkuras di seleksi Paskibraka Kota Yogyakarta, juga karena banyak anggota Bhapad 66 yang disibukkan kegiatan sekolah lainnya.</p>
<p>Parahnya, pada tanggal 2-3 Mei juga terdapat OOSN (olimpiade olahraga dan seni nasional) dimana banyak anggota Bhapad 66 yang terdaftar mewakili sekolah. Karena itu, perlu negosiasi antara pelatih Bhapad dan pihak sekolah untuk membagi konsentrasi agar di kedua kompetisi ini, SMA 3 Yogyakarta bisa terus eksis. Bahkan bila perlu, meminta dispensasi khusus kepada kedua pihak penyelenggara (OOSN dan UST) agar SMA 3 tampil disaat yang “memungkinkan”.</p>
<p>Namun bila semua upaya ini mentok dan tidak ada jalan keluar, pelatih Bhapad masih ingat dengan janji Bhapad 66:<br />
1.Selalu menjadi…<br />
2.Berlatih setiap…<br />
3.<strong>Tidak akan kekurangan anggota&#8230;</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/menagih-janji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>First Debut Bhapad 66 Putri</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/first-debut-bhapad-66-putri/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/first-debut-bhapad-66-putri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[DIARY BHAPAD]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Tonti]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Ibu kita kartini Putri sejati Putri indonesia Harum namanya ..   Sebagian besar dari kita pastinya masih sangat hafal dengan lirik lagu di atas. Yap, itu merupakan secuil lirik lagu ibu kita kartini karangan WR Supratman . Lagu tersebut pasti akan mengingatkan kita pada sesosok wanita indonesia bernama kartini yang berjuang meningkatkan hatkat martabat wanita Indonesia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="FI">Ibu kita kartini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span lang="FI">Putri sejati</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span lang="FI">Putri indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span lang="FI">Harum namanya ..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="0.5in;"><span lang="SV">Sebagian besar dari kita pastinya masih sangat hafal dengan lirik lagu di atas. Yap, itu merupakan secuil lirik lagu ibu kita kartini karangan WR Supratman . Lagu tersebut pasti akan mengingatkan kita pada sesosok wanita indonesia bernama kartini yang berjuang meningkatkan hatkat martabat wanita Indonesia. Untuk menghargai jasa kartini tersebut, pemerintah menetapkan tanggal 21 April sebagai hari kartini. Hari kartini biasanya diselenggarakan oleh tiap sekolah dimana baik guru naupun siswanya menggunakan pakaian adat daerah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0.5in;"><span lang="SV">Rasanya kurang afdol jika di SMA 3 tidak diadakan acara untuk memperingati hari kartini. Pengen segudang acara untuk memperingati hari kartini ? PPHK lah wadahnya . PPHK merupakan singkatan dari Pekan Peringatan Hari Kartini . Ada banyak perlombaan antar kelas maupun antar angkatan. Untuk PPHK tahun ini yang menggunakan konsep padmanaba van java, diadakan lomba dimas-diajeng, lomba menghias kue, dan lomba dance cowok. Untuk upacara, seperti tradisi pada tahun-tahun sebelumnya, semua petugas upacara dipercayakan kepada siswa putri. Dan tahun ini bhayangkara padmanaba 66 putri mendapat gilirannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0.5in;"><span lang="SV">Ini merupakan tugas pertama bagi bhapad 66 putri dan kami pun berusaha untuk menampilkan yang terbaik untuk padmanaba. Kami berlatih kurang lebih 3 hari sebelum hari H. Hari pertama dimulai dengan pembagian tugas. Icha sebagai pemimpin upacara, nidia-titis-tyas sebagai komandan peleton, tia sebagai mc, maha sebagi pembaca doa, dilla sebagai pembaca UUD, dan nadia sebagi ajudan. </span><span lang="FI">Selain itu ada juga pasukan sembilan dan pasukan teratai. Setelah selesai pembagian tugas kami langsung memulai latihan formasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0.5in;"><span lang="FI">Hari kedua dan ketiga kami gunakan untuk memantapkan formasi. </span><span lang="SV">Tanpa tersa hari H pun datang. kami berseragam kebaya merah, rok batik dan vantofel. Upacara dimulai pukul 08.30. kami, bhapad 66 bersiap-siap di aula. Deg-degan, itulah yang kami rasakan. Saking deg-degannya, ada beberapa di antara kami yang hormat saja samapi gemetaran. hehe</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0.5in;"><span lang="FI">Saat bertugas, kami pun tidak luput dari kesalahan-kesalahan. </span><span lang="SV">Di pasukan sembilan misalnya. Tempo jalan ditempat sempat gak bareng, tarika benderanya juga agak cepat. Yahh, harap maklum saja karena memang baru tugas pertama ..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0.5in;"><span lang="SV">Selesai upacara. Inilah waktu yang kami tunggu-tunggu. </span><span lang="FI">Kami akan menampilkan formasi teratai, untuk pertama kalinya. Lagi-lagi &#8230; deg-degan. della sebagai danton dalam formasi ini, akhirnya memanggil kami untuk berkumpul. Tibalah waktu bagi kami. Formasi pun dibuka. Waduuh, ada sedikit kesalahan ! tapi semoga saja tidak terlihat. Setelah mengucapkan bhakti vidya, formasi ditutup dan kami kembali ke aula.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="0.5in;"><span lang="FI">Waaah, akhirnya kami bisa menyelesaikan tugas pertama kami. walaupun tentunya masih banyak kesalahan disana-sini. semoga kedepannya, kami bisa menjadi lebih baik lagi <img src='http://bhayangkara.padmanaba.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/first-debut-bhapad-66-putri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Formasi yang Hilang</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/formasi-yang-hilang/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/formasi-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>santi</dc:creator>
				<category><![CDATA[NOT ONLY TECHNIQUE]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Tonti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=668</guid>
		<description><![CDATA[Bagi tiap-tiap angkatan di Bhayangkara Padmanaba pasti tidak asing lagi dengan nama-nama formasi wajib di dalamnya, seperti  formasi teratai dan halilintar (plus langkah Padmanaba). Namun tahukah Anda, bahwa dahulu ada sebuah formasi bernama ‘formasi Padmanaba’ yang sejenak pernah menghiasi lapangan tengah sekolah kita?   Penulis telah melakukan sebuah wawancara kecil dengan salah seorang alumni bernama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"><span style="Times New Roman;">Bagi tiap-tiap angkatan di Bhayangkara Padmanaba pasti tidak asing lagi dengan nama-nama formasi wajib di dalamnya, seperti<span style="yes;">  </span>formasi teratai dan halilintar (plus langkah Padmanaba). Namun tahukah Anda, bahwa dahulu ada sebuah formasi bernama ‘formasi Padmanaba’ yang sejenak pernah menghiasi lapangan tengah sekolah kita?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Penulis telah melakukan sebuah wawancara kecil dengan salah seorang alumni bernama Mas Gestan yang pada masanya telah ‘mencicipi’ sedikit formasi tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Awal mulanya, formasi Padmanaba direncanakan untuk ditampilkan pada tanggal 28 Oktober 1997 sebagai tugas perdana Bhapad 55. Pada masa itu Bhapad dibagi menjadi dua kelompok, yakni Bhapad A dan Bhapad B. Ternyata Bhapad A lah yang mendapat kesempatan untuk menjalankan tugas perdana tersebut, dan kebetulan narasumber termasuk salah satu di dalamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="Times New Roman;">Formasi tersebut dilatih sebanyak satu kali setelah pelantikan. Pelatihnya saat itu adalah Mas Satrio, Mas Wildan, dan Mas Rangga. Komposisi yang dibentuk dalam formasi ini dapat dibilang sederhana, karena hanya mengubah posisi tiga berbanjar menjadi lima berbanjar. Akan tetapi, untuk mencapainya dibutuhkan gerak-gerak perpindahan yang cukup rumit karena tiap-tiap anggota pasukan memiliki gerakan yang berbeda-beda sehingga mereka kesulitan dengan posisinya masing-masing. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;">Namun, ketika hari-H datang menjelang, tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya. <span style="SV;" lang="SV">Akhirnya, pelaksanaan tugas perdana itu pun dibatalkan. Artinya, sejak kehadiran Bhapad 55, formasi Padmanaba tidak pernah lagi tampil di lingkungan SMA 3 Yogyakarta. Selain formasi teratai lebih populer, sistem pencatatan yang sangat lemah ketika itu menjadi faktor utama terhapusnya formasi Padmanaba dalam sejarah. Ketika Bhapad 54 melatih 56, formasi tersebut lupa diajarkan. Begitu pula ketika 55 membina 57, lupa juga. Entah bagaimana, tidak ada saru orangpun yang ingat bahwa kita punya formasi Padmanaba untuk diwariskan ke anak cucu. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"></span><span style="small;"><span style="Times New Roman;"><span style="SV;" lang="SV"><span style="Times New Roman;">Menyadari dosa sejarah yang telah dilakukan, angkatan 55 akhirnya menciptakan formasi baru, formasi Halilintar. Formasi ini sebenarnya memiliki nenek moyang bernama Tango Formation yang hanya dikenal diangkatan 55. Lalu lewat revisi besar-besaran, yang lebih menonjolkan performa, lahirlah formasi fresh yang siap diadu di lomba formasi LBB, formasi Halilintar. Adalah Bhapad 57 yang pertama kali mempopulerkan formasi ini disebuah LBB.</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="Times New Roman;"><span style="SV;" lang="SV"><span style="Times New Roman;">Semenjak itu, agar tidak terjerumus pada kesalahan yang sama, pencatatan seluruh formasi</span></span></span></span><span style="SV;" lang="SV"><span style="Times New Roman;"> yang dimiliki SMA 3, segera dilakukan. Memang, kita telah kehilangan formasi Padmanaba. Namun bila ada yang masih ingat detailnya, atau minimal garis besarnya, kita siap menyambut kembali &#8220;formasi yang hilang&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="0in 0in 0pt;"> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/formasi-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dream Team IV Bisa Jadi Yang Terbaik</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/dream-team-iv-bisa-jadi-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/dream-team-iv-bisa-jadi-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 03:33:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor1</dc:creator>
				<category><![CDATA[TECHNIQUE ONLY]]></category>
		<category><![CDATA[baris-berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[danton]]></category>
		<category><![CDATA[lbb]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Baris Berbaris]]></category>
		<category><![CDATA[Peleton Inti]]></category>
		<category><![CDATA[sapu bersih]]></category>
		<category><![CDATA[tonti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Empat generasi Dream Team telah dilahirkan Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Dream Team III tercatat masih menjadi yang terbaik hingga saat ini, namun Dream Team IV siap menjadi suksesor yang sempurna. Rangkaian LBB pada musim 2008/2009 memang belum berakhir. Setidaknya masih ada 3 LBB potensial yang semoga saja dilangsungkan, LBB UST, Sadhar dan STIM YKPN. Akan tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Empat generasi Dream Team telah dilahirkan Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Dream Team III tercatat masih menjadi yang terbaik hingga saat ini, namun Dream Team IV siap menjadi suksesor yang sempurna.<span id="more-567"></span></em></p>
<p>Rangkaian LBB pada musim 2008/2009 memang belum berakhir. Setidaknya masih ada 3 LBB potensial yang semoga saja dilangsungkan, LBB UST, Sadhar dan STIM YKPN. Akan tetapi dalam separuh lebih perjalanan, litbang Bhapad –yang masih sedang bekerja- mulai memberi sinyal positif dalam mencermati perjuangan tim Bhapad tahun ini. Ya, diawaki angkatan 65 dan 66 yang sukses bergelar Dream Team IV sejak LBB Menwa UII (baca artikel terkait, “<strong><span style="color: #0000ff;">Dream Team Bhapad</span></strong>?”), SMA 3 dibawa sebagai aktor utama dalam berbagai perhelatan LBB (kecuali di kompetisi perdana, LBB SMA 7).</p>
<p>2 tahun lalu, Dream Team II (DT II) memang dikatakan fenomenal. Lewat kerja kerasnya, SMA 3 yang sebelumnya miskin gelar berubah menjadi calon penguasa baru pertontian DIY. Meski berhasil memboyong juara umum Kota dan Propinsi, kekuatan skuad DT II belumlah merata. Dari 4 peleton yang diterjunkan, hanya 3 diantaranya yang bisa diharapkan membawa pulang piala.</p>
<p>Perimbangan kekuatan baru terlihat di skuad DT III setahun kemudian. 2 peleton putra, 2 peleton putri, 2 tim komandan putri dan 2 tim komandan putra seluruhnya bisa meraih gelar pemuncak. Meski demikian, kategori komandan putra masih merupakan rantai kekuatan yang paling lemah. Tercatat dari seluruh LBB yang diikuti DT III, hanya sekali saja tim komandan putra SMA 3 berhasil menjadi juara 1. Itupun di LBB terakhir 2007/2008 (STIM YKPN) ketika komandan terbaik dari sekolah lain tidak turun. Dengan perimbangan kekuatan yang merata seperti ini, ditambah kuantitas prestasi yang berlipat, DT III dicatat sebagai tim terkuat yang pernah dimiliki SMA 3 hingga saat itu.</p>
<p>Memasuki tahun 2009, sejarah yang ditorehkan DT III tahun lalu tampaknya mendapatkan ancaman (positif) serius. Para junior mereka di DT IV boleh dikata “kemaruk”. Sepanjang keikutsertaan mereka di berbagai LBB tahun ajaran ini, beberapa sejarah baru telah dibentuk. Di LBB Kota dan SMA 8, misalnya, juara peleton putra-putri dan komandan putra-putri direngkuh seluruhnya oleh SMA 3 (sapu bersih). Belum lagi ditambah posisi <em>one two</em> yang berulang kali tercipta. Alhasil, dengan indikator yang seluruhnya sedang <em>on on on on</em>, DT IV bisa menjadi sejarah terbaik bagi SMA 3 Yogyakarta.</p>
<p><strong>Rekam Jejak Peleton<br />
</strong>Seluruh LBB pada musim 2008/2009 diikuti oleh tim Bhayangkara Padmanaba (kecuali LBBnya sendiri, LBB Padmanaba). Tercatat 5 LBB yang diikuti mulai dari LBB SMA 7, lalu Menwa UII, PPI Kota, PPI Propinsi dan terakhir LBB SMA 8. Khusus di LBB perdana, LBB SMA 7, SMA 3 seperti halnya sekolah lain, hanya mengirimkan peleton kelas 2 (XI) karena peleton kelas 1 (X) belum terbentuk.</p>
<p>Dari 5 LBB diatas, tersedia 10 gelar peleton terbaik; 5 untuk peleton putra dan 5 untuk peleton putri. Tidak tanggung-tanggung, sembilan dari sepuluh gelar tersebut dibawa pulang ke SMA 3. Satu-satunya gelar yang lepas adalah juara peleton putri di LBB SMA 7.</p>
<p>Dibagian putra; juara LBB SMA 7 dan Menwa UII beruntun dicomot peleton kelas 2, setelah itu sang adik membalas dengan menjuarai LBB PPI Kota dan juga Propinsi sekaligus. Baru di LBB terakhir, LBB SMA 8, peleton kelas 2 kembali menjinakkan adik-adiknya.</p>
<p>Dibagian putri; setelah hancur lebur di LBB SMA 7, SMA 3 menjuarai LBB Menwa UII lewat sang rookie. Tidak mau kalah, peleton kelas 2 balas dendam dengan menjuarai LBB PPI Kota. Setelah dipecundangi sang kakak di Kota, peleton debutan kembali merajalela di LBB PPI Propinsi dan kemudian SMA 8 (baca artikel terkait, “<strong><span style="color: #0000ff;">Putar speakernya keras-keras</span></strong>”).</p>
<p>Tak sekedar beroperasi di jalur juara, gelar tersisa juga <em>eman-eman</em> kalau dibiarkan lepas. Menggenapi gelar juara yang nyaris dijilat habis, peleton putra juga bertanggungjawab atas raihan runner up di LBB PPI Kota dan SMA 8. Peleton putri lebih <em>nggilani</em>. Mungkin untuk menebus kekalahan di LBB SMA 7, mereka melengkapi gelar juara di 4 LBB terakhir dengan runner up di LBB Menwa UII, PPI propinsi dan SMA 8.</p>
<p><strong>Rekam Jejak Komandan<br />
</strong>Untuk kategori komandan, giliran putri Bhapad yang merajalela. Setelah gagal di LBB SMA 7 dan menwa UII, danton putri terus menjuarai 3 LBB terakhir, seluruhnya oleh kelas 2. Di bagian Putra, danton-danton kita hanya menang di LBB Kota (oleh kelas 2) dan SMA 8 (kelas 1).</p>
<p>Meski tidak <em>sendugem</em> peleton, gelar hiburan para komandan masih ditambah dengan runner danton putra dan putri PPI Kota (seluruhnya kelas 2), peringkat 3 danton putri PPI Propinsi (kelas 1), dan runner up danton putra SMA 8 (kelas 2).</p>
<p>Hmmm…, tampaknya sepak terjang DT IV benar-benar ancaman bukan?</p>
<p><strong>Kosakata baru</strong>:<br />
On on on on, sendugem <img src='http://bhayangkara.padmanaba.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/dream-team-iv-bisa-jadi-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menanti Danton Generasi Ketiga (Bukan Tentang Rauf)</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/menanti-danton-generasi-ketiga-bukan-tentang-rauf/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/menanti-danton-generasi-ketiga-bukan-tentang-rauf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 01:48:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndozzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[TECHNIQUE ONLY]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[danton]]></category>
		<category><![CDATA[LBB SMA 8]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Apa arti khusus dari keberhasilan Rauf 66 menjadi juara danton putra LBB SMA 8 lalu? Danton generasi ketiga Bhayangkara Padmanaba hampir lahir! Sudah ada beberapa danton hebat yang dimiliki Bhayangkara Padmanaba sejak dulu (baca artikel terkait, Who’s the best danton we’ve ever had?), namun generasi danton pertama baru terwujud pada Bhapad 64. Alasannya, baru di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa arti khusus dari keberhasilan Rauf 66 menjadi juara danton putra LBB SMA 8 lalu? Danton generasi ketiga Bhayangkara Padmanaba hampir lahir!</p>
<p>Sudah ada beberapa danton hebat yang dimiliki Bhayangkara Padmanaba sejak dulu (baca artikel terkait, <strong>Who’s the best danton we’ve ever had?</strong>), namun generasi danton pertama baru terwujud pada Bhapad 64. Alasannya, baru di Bhapad 64, 2 komandan kita (putra dan putri) bisa meraih gelar di 3 besar secara reguler.<span id="more-536"></span> Mungkin di masa lalu sudah ada sejarah serupa, namun tiadanya database memaksa kita untuk mengklaim Bhapad 64lah lokomotif pertama danton Padmanaba.</p>
<p>Kala itu kita memiliki danton putri langganan juara (Yonika) dan danton putra langganan runner up (Gigin). Belum lagi komandan cadangan macam Ica yang juara 3 LBB PPI Kota tahun lalu dan Rasda yang tampil impresif di debutnya. Jadilah Bhapad 64, mutlak menjadi angkatan pertama yang merubah peruntungan nasib danton-danton SMA 3 di berbagai LBB.</p>
<p>Kualitas kembali dijaga oleh punggawa 65 yang sukses melahirkan danton generasi kedua. SMA 3 beruntung karena kala itu masuk para komandan putri potensial yang sudah berkibar sejak SMP. Salah satu oknum adalah juara danton SMP LBB Propinsi, oknum yang lain merupakan juara LBB Kota. Walhasil, ketika didapuk sebagai danton Bhayangkara Padmanaba, mereka selalu saja juara (hanya kalah dari kakak kelas). Bagian putra juga tidak mau ketingggalan. Meski baru merasakan juara di LBB STIM YKPN 2008, toh armada danton putra 65 setelah itu dipaksa panen gelar.</p>
<p>Berbekal prestasi 2 tahun sebelumnya, cantrik 66 otomatis mendapat beban berat untuk meneruskan prestasi. Awalnya memang pesimis begitu menilik prestasi mereka di beberapa LBB awal. Namun, begitu Komandan Putri berhasil menjadi juara 3 danton LBB Propinsi plus peringkat 4 untuk Komandan Putra, optimisme kita bangkit. Tinggal beberapa prestasi lagi untuk menelurkan komandan generasi ketiga Bhayangkara Padmanaba.</p>
<p>Adalah Rauf, yang kembali didaulat menjadi komandan peleton putra 66 di LBB SMA 8. Manusia dengan VO2 max terbaik di peleton putra ini harus berlatih super keras hingga Maghrib di H-1 LBB SMA 8. Selain dinilai masih poor dalam kualitas kedantonan macam suara habis, lupa gerakan, latah materi dll, ia memang dilatih spartan demi meraih 3 besar seperti yang ditargetkan Abah Revi. Dan bila posisi 3 besar berhasil diraih, generasi ketiga otomatis “hampir lahir”. Begitulah, meski masih harus berlatih di arena lomba keesokan harinya langsung dibawah Abah Revi yang menawan (maksudnya menawan Rauf untuk latihan), hasilnya langsung kelihatan. Juara!</p>
<p>Kalau putrinya sudah juara 3 Propinsi, putranya juara 1 LBB SMA 8, habis itu menang lagi dan lagi, kita bisa mengucapkan selamat datang bagi danton generasi ketiga. Semoga saja tidak perlu menunggu lama ya Rev!?</p>
<p style="text-align: right;">Editor1</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/menanti-danton-generasi-ketiga-bukan-tentang-rauf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NAH!</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/nah/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/nah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 01:14:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bia</dc:creator>
				<category><![CDATA[DIARY BHAPAD]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kangen sekolah atau kangen rumah Ya?&#8221; Nah nah.. Kalau bukan anak Padmanaba pasti berkata,”wah biasa wae ah, podho wae, ora ana sing aku kangeni.”(wah biasa aja, sama saja, tidak ada yang aku kangeni). Nah, tapi bagi anak padmanaba, pastinya ada 2 jawaban yang berbeda. Yang pertama kangen sama rumah, dan yang satunya pastinya kangen sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">&#8220;Kangen sekolah atau kangen rumah Ya?&#8221;</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Nah nah</strong>.. Kalau bukan anak Padmanaba pasti berkata,”wah biasa wae ah, podho wae, ora ana sing aku kangeni.”(wah biasa aja, sama saja, tidak ada yang aku kangeni).</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Nah</strong>, tapi bagi anak padmanaba, pastinya ada 2 jawaban yang berbeda. Yang pertama kangen sama rumah, dan yang satunya pastinya kangen sama sekolah. Mungkin ini adalah sindrome <em>kebanyakan kegiatan di sekolah&#8230;</em> Karena menurut curhat-curhat dari teman-teman keluhan mereka , inilah yang selalu mereka bahas&#8230;</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Nah</strong> yang pertama aku bahas adalah sindrome kangen rumah (mungkin kalau sudah resmi nama latinnya <em>kangenius homeous</em>). Pokok bahasan pertama adalah penyebab-penyebab kangen rumah..<span> </span>poin pertama adalah banyaknya acara atau event yang mereka laksanakan, sehingga tak bisa dipungkiri jika untuk pertemuan-pertemuan pelaksanaan kegiatan dan lain-lain pasti diadakan di sekolah. Dan pastinya tidak sedikit yang membutuhkan waktu sampai larut. Misalnya saja latihan Bhapad.. wah-wah, bisa dibilang lama-lama Bapad kalau latihan seperti bulan September-November kemarin jadi penjaga sekolah. Dan latihan latihan ekstrakulikuler lainnya. Selain itu adalah acara dekor. <strong>Nah</strong> kalau ini acara yang paling membutuhkan hari dimana harus menginap. Jadi bisa dibilang lagi kalau ini adalah acara untuk menjaga sekolah. Karena pestinya para dekorer akan setia 24 jam untuk tetap siaga di sekolah. Dan juga untuk divisi-divisi lainnya untuk tiap event, pastinya akan butuh waktu yang sangat banyak untuk tetap di sekolah atau kalau tidak membutuhkan mobilitas yang tinggi. Dan juga hal hal tersebut menyita waktu,dan akibatnya jadi jarang di rumah. Iya tidak??? Dan juga pengelaman-pengalaman pelantikan-pelantikan yang terdapat di Padmanaba. Kesannya sulit untuk luntur, sehingga mengakibatkan kepada kita untuk selalu betah di sekolah. mengobrolkan hal-hal menyenangkan yang telah terjadi selama di sekolah. Apa lagi jika ada kenangan kenangan tersendiri di sekolah. wah pasti tambah betah deh.. Iya tidak??</p>
<p class="MsoNormal">Dan yang kedua adalah sindrome kangen sekolah. Waduh kan dah ada sindrome kangen rumah, kok ada sindome yang kaya begini?? Baiklah langsung saja dibahas untuk penyebab-penyebab dari sindrome kangen sekolah. Sindrome ini paling besar menyebar pada anak Padmanaba yang pernah dan sering berada di dekolah lebih dari jam 4-5 sore.dan pastinya ini akan menyerang pada yang biasa nongkrong di sekolah untuk ngobrol bareng sama taman-taman.dan terlebih lagi yang jago dekor dan publikasi yang selalu setia untuk menginap di sekolah. Sebenarnya kangen sekolah ini sifatnya kambuhan. Jadi tak selalu kambuh, dan dapat diobati dengan di sekolah lagi sampai puas.hehehe..<span> </span><strong>Nah</strong> penyebab kambuhnya itu salah satunya adalah anak Padmanaba yang biasa menikuti banyak kegiatan tetapi pada suatu saat terjadi vakum kegiatan di sekolah seperti beberapa waktu yang lalu, pasti sindrome kangen sekolah ini menyerang. Kemudian penyebab kambuhnya lagi adalah pada saat mid maupun semesteran. Pasti siswa dan siswi Padmanaba tidak ingin untuk mendapatkan nilai yang tidak memuaskan, tak terkecuali orang tua mereka. Pasti pada saat mid maupun semesteran ini, dengan otomatis pasti terdapat keinginan untuk pulang ke rumah dan belajar. Nah saat kejenuhan di rumah menyerang, kambuhlah sindrome kangen sekolah ini. Apalagi kangen dengan obrolan-obrolan di sekolah dan hal-hal menarik lainnya. Apa lagi jika ingin mengobrolkan hal-hal tentang event yang akan diadakan kedepannya, hal-hal yang menarik saat pelantikan, hal-hal lucu yang pernah terjadi, dan sofa yang empuk dan nyaman di aula yang membuat betah untuk mengobrol dan tempat-tempat lain di sekolah yang asik sekali digunakan untuk nongkrong bareng bersama teman-teman. Dan masih banyak lagi faktor-faktor lain yang mendukung kambuhnya sindrome kangen sekolah.. Iya tidak???</p>
<p class="MsoNormal">Dan sindrome kangen rumah(syndrome <em>kangenus homeous</em>) dan kangen sekolah(syndrome <em>kangenus schooleous</em>) pasti terjadi pada siswa-siswi padmanaba. Tak terkecuali, walaupun setiap orang merasakannya dengan tingkat kangen yang berbeda-beda. Masing masing-asing orang pasti memiliki cara-cara tersendiri dalam menghadapi sindrome ini.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Nah</strong> tapi hal ini mungkin kurang tepat dan kurang valid jika ditujukan untuk pada alumnus padmanaba. Masih belum diujicobakan dan belum didapatkan data-data observasi untuk penelitian tentang kange rumah dan kangen sekolah ini.</p>
<p class="MsoNormal">Sekian untuk post yang saya tulis. Pasti tak luput dari keluputan menulis dalam post ini.. semoga berguna teori syndrome kangenus homeous dan kangenous schoolous ini.</p>
<p class="MsoNormal">Rinaldhy Zulfahmi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/nah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Putar Speakernya Keras-Keras!!</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/putar-speakernya-keras-keras/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/putar-speakernya-keras-keras/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 13:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor1</dc:creator>
				<category><![CDATA[TECHNIQUE ONLY]]></category>
		<category><![CDATA[Bhapad]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Baris Berbaris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[(Review LBB PPI Propinsi 66 Putri) Apakah anda menyaksikan langsung penampilan 66 Putri di LBB Propinsi kemarin? Kalau tidak: rugi! Mungkin inilah penampilan terbaik sebuah peleton inti putri di gelaran LBB sepanjang sejarah –setidaknya dilingkungan Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Bahkan, bila kondisi pos 2 memenuhi standar (tidak penuh pasir seperti kemarin), kita akan benar-benar disuguhi keterampilan baris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Review LBB PPI Propinsi 66 Putri)</p>
<p>Apakah anda menyaksikan langsung penampilan 66 Putri di LBB Propinsi kemarin? Kalau tidak: rugi! Mungkin inilah penampilan terbaik sebuah peleton inti putri di gelaran LBB sepanjang sejarah –setidaknya dilingkungan Bhayangkara Padmanaba (Bhapad).<span id="more-389"></span> Bahkan, bila kondisi pos 2 memenuhi standar (tidak penuh pasir seperti kemarin), kita akan benar-benar disuguhi keterampilan baris berbaris yang sepenuhnya MTM; matang, tegas dan (tentunya) menghibur.</p>
<p><strong>Pra LBB Propinsi</strong><br />
Aura kehebatan 66 putri sebenarnya sudah tercium sejak LBB Menwa UII, 4 minggu lalu. Pada lomba perdananya, diselingi kecelakaan lalu lintas berdarah, berpatah tulang dan opname yang melibatkan 3 orang termasuk komandan (!), peleton ini malah bisa merebut juara 1. Lihat dua titik kritisnya, sebagai tim debutan mereka cukup baik dalam menekan demam panggung. Kedua, pergantian komandan mendadak beberapa jam sebelum lomba –dan berhasil menghapal materi-, tentu sebuah perjudian yang patut diacungi jempol.</p>
<p>Meski sempat terjangkit “mabuk kemenangan” yang membuat persiapan menghadapi LBB Kota agak terganggu, peleton ini jelas menyalakan sinyal juara di latihan ronde terakhir di pagi hari menjelang lomba. MPC MTM; mbuh piye carane isa mateng, tegas, menghibur. Tapi apa daya, kesalahan komandan di pos 2 dan diikuti penampilan buruk di pos 3, membuat peleton ini terlempar jauh dari target.</p>
<p>Tampaknya kekalahan tersebut menjadi guru yang berharga. Setelah berusaha mendapatkan kembali atmosfir bertanding di eksebisi LBB Padmanaba, 66 putri siap menantang kembali kompetitor terhebat di LBB PPI Propinsi kelak, kakak kelasnya -sang jawara Kota. Jadilah meski lomba masih seminggu lagi, di lapangan tengah SMA 3 sudah ada lomba duluan. Indikatornya jelas, untuk menjadi juara tingkat Propinsi, jangan sampai kalah ketika latihan dari peleton di ujung lain lapangan.</p>
<p><strong>Hari H<br />
</strong>Para pembaca yang terhormat, ketika peleton di depan 66 start, kondisi pos 1 cukup tentram. Hanya ada juri, peleton bersangkutan, segelintir pendamping internal peleton dan beberapa penonton. Tapi begitu 66 bersiap di garis start, pos 1 langsung penuh. Tidak saja pendamping internal (alumni, kelas 3, dan Bhapad aktif), tapi juga penonton dari sekolah lain.</p>
<p>66 putri akhirnya beraksi. Refleks hormat pada laporan perfect. Dilanjutkan dengan jalan ditempat yang rata-rata air serempak dan diakhiri dengan hadap kanan henti. Wuzzz…aksennya itu loh, muantepp!! Brokkk…gebrakan nutupnya keren pula, langsung rontok tulang belulangku. Setelah itu gerakan hadap kiri jalan ditempat. Lagi-lagi, wuzzz…aksen tanpa tandingan yang dilanjutkan jalan ditempat anggun dan diakhiri balik kanan henti. Wuzzz dan brokkk!, bikin  gedeg-gedeg. Selanjutnya mulai gerakan berjalan macam hadap/ balik maju dan hadap/ balik henti, hormat kanan, langkah tegap dan langkah biasa. Semua hadap balik dilakukan tanpa kompromi, aksen tetep wuzwuz. Gebrakan awal keras mantap, lambaian tangan cantik, langkah kaki yakin dan henti sempurna, set…Brokkk! Suaranya keras kali, seolah-olah ada speaker di alas sepatu mereka. &gt;&gt;&gt;Nilai tertinggi dibanding peleton lain.</p>
<p>Pos 2 nyaris istimewa. Gerakan dasar Bhapad yang dulu lemah, sekarang tinggal sejarah. Ketegasan dan keserempakan sudah kepegang, meski sayang ada kesalahan di setengah lengan lencang dan lencang. Ada anak yang hitungan N-1 nya gagal. Tapi semua tertutup oleh gerakan lain yang cak-cek mantap tanpa tedeng aling-aling. Bersaf dan banjar kumpul meski kepontal-pontal, berhasil diselesaikan tanpa insiden berarti. Titik kritis terjadi ketika aba-aba “Lurus” dari penjuru (bersaf kumpul), dilakukan nyaris kecepetan; trio penjuru kecil belum jenak menyelesaikan gerakan gesernya. Titik kritis lain terjadi ketika gerakan 4 langkah kedepan. Trio penjuru tidak maksimal mengangkat kaki karena terlalu khawatir kakinya bakal melayang diatas garis. Padahal masih sangat aman, meski memang cukup mepet. &gt;&gt;&gt;Nilai tertinggi lagi.</p>
<p>Pos 3 luar biasa bagus. Gerakan belok-belok dalam langkah tegap dan langkah biasa dijalankan mulus dan diselesaikan dengan henti set…Brokkk! yang memekakkan telinga. Keras buanget nyetel speakernya. Lari maju juga bagus. Dilihat dari samping, jas Bhapad tampak bergetar ketika tangan diturunkan tegas ke bawah (henti dari lari maju). Setelah itu lencang depan, lagi-lagi serempak dalam reflex cepat dan gerakan tegas. Wah wah, pancen mateng, tegas dan menghibur. Ganti langkah juga oke, meski tidak sebagus 65nya. Gerakan yang satu ini harus diperbaiki! &gt;&gt;&gt;Lagi-lagi nilai tertinggi.</p>
<p>Pos 4 mengejutkan, 66 bisa tampil sangat bagus (hanya kalah dari SMA 2 dan Tirto). Kepercayaan diri dalam haluan melintang terlihat ketika langkah terakhir langsung dibalas dengan jalan ditempat penuh tanpa ragu. Dilihat dari sisi juri, itu gerakan yang tegas. Ini artinya, konsentrasi peleton maksimal, tidak ada kesan peleton lupa hitungan dalam menjaga kelurusan. Belok-belok juga bagus menyiku, dan tentunya ketika harus berhenti dari jalan, speaker set…Brokkk! yang dari sononya memang udah diputer maksimum, bertambah efeknya karena pos 4 berada di tempat parkir beratap. Emmm salah, disini suaranya bukan lagi set…Brokkk!, tapi set…Dhuarrr!</p>
<p>Wajar bila penampilan yang begitu MTM tersebut langsung membuat pelatih ayem. Tanpa pinalti, gerakan tak terdistorsi, strategi berjalan mulus dan tak ada kesalahan berarti, pastilah (bila semua berjalan normal) peleton ini akan menjadi juara di bagian putri. Dengan demikian, menyisakan 1 peleton putri lagi, Bhapad masih punya senjata rahasia lain di bagian komandan; Miss Kim. Juara peleton di 66 putri, juara komandan di 65 putri plus menunggu peruntungan peleton putra, SMA 3 ada harapan membawa pulang kembali Juara Umum. Kenyataannya, memang benar begitu. <img src='http://bhayangkara.padmanaba.or.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/putar-speakernya-keras-keras/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Best Of The Best Bhapad (Per Desember ‘08)</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/best-of-the-best-bhapad-per-desember-%e2%80%9808/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/best-of-the-best-bhapad-per-desember-%e2%80%9808/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 12:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor1</dc:creator>
				<category><![CDATA[DIARY BHAPAD]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Rekor]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[ (sebagian besar pengamatan dimulai sejak 1997) Sebuah catatan sejarah untuk menjadi cambuk semangat Bhapad aktif masa kini&#8230;.   Prestasi Terbaik Paskibraka   Tahun Angkatan Jumlah Prestasi 1. 2006 Bhapad 63 3 1 Nasional 1 Cadangan utama nasional (prop) 1 Nominator nasional (prop) 2. 1999 Bhapad 56 3 1 Nasional 2 Kota 3. 2000 Bhapad 57 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> (sebagian besar pengamatan dimulai sejak 1997)</p>
<p>Sebuah catatan sejarah untuk menjadi cambuk semangat Bhapad aktif masa kini&#8230;.</p>
<p><span id="more-384"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="color: #ff0000;">Prestasi Terbaik Paskibraka </span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="8" width="518" bordercolor="#000000">
<colgroup span="1">
<col span="1" width="20"></col>
<col span="1" width="45"></col>
<col span="1" width="87"></col>
<col span="1" width="51"></col>
<col span="1" width="234"></col>
</colgroup>
<tbody>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Tahun</strong></p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Angkatan</strong></p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Jumlah</strong></p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Prestasi</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2006</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 63</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Nasional</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Cadangan utama nasional (prop)</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Nominator nasional (prop)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1999</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 56</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Nasional</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">2 Kota</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">3.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2000</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 57</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Nasional</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">4.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2008</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 65</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Cadangan utama nasional (prop)</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">2 Propinsi</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Kota</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">5.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2007</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 64</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Cadangan utama nasional (prop)</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Propinsi</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">2 Kota</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">6.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2005</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 62</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Cadangan utama nasional (prop)</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">3 Kota</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">7.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1998</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 55</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Cadangan utama nasional (prop)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">8.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1997</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 54</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Nominator nasional (prop)</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">2 Kota</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">9.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2004</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 61</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2 Propinsi</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">2 Kota</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="20">
<p style="margin-bottom: 0cm;">10.</p>
</td>
<td width="45">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2002</p>
</td>
<td width="87">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">Bhapad 59</p>
</td>
<td width="51">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
<td width="234">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2 Propinsi</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;">1 Kota</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="color: #ff0000;">Prestasi Terbaik LBB PPI DIY</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="566" bordercolor="#000000">
<colgroup span="1">
<col span="1" width="13"></col>
<col span="1" width="101"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="92"></col>
<col span="1" width="101"></col>
</colgroup>
<tbody>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"> </p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Angkatan</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 1</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 2</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 3</strong></p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara Umum</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Jumlah Gelar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 64</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">10</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 63</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">5</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">3.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 66*</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">4.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 65*</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">7</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">5.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 49/ 50</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13" height="1">
<p style="margin-bottom: 0cm;">6.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 42/ 43</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm;">Ket (*): masih aktif.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="color: #ff0000;">Prestasi Terbaik LBB PPI Kota</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="566" bordercolor="#000000">
<colgroup span="1">
<col span="1" width="13"></col>
<col span="1" width="101"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="92"></col>
<col span="1" width="101"></col>
</colgroup>
<tbody>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"> </p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Angkatan</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 1</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 2</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 3</strong></p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara Umum</strong></p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Jumlah Gelar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 65*</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">9</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 63</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">3.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 64</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">4.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 57</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">5.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 60</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">6.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 66*</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="92" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm;">Ket (*): masih aktif.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="color: #ff0000;">Jumlah gelar ketika kelas 1 (peleton, komandan dan juara umum)</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="279" bordercolor="#000000">
<colgroup span="1">
<col span="1" width="14"></col>
<col span="1" width="111"></col>
<col span="1" width="110"></col>
</colgroup>
<tbody>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"> </p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Angkatan</strong></p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Jumlah Gelar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 65</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">17</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 66*</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">8</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">3.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 64</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">7</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">4.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 55</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">5.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 56</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">6.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 57</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm;">Ket (*): masih aktif, hingga LBB PPI DIY 2008.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="color: #ff0000;">Jumlah gelar ketika kelas 2 (peleton, komandan dan juara umum)</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="279" bordercolor="#000000">
<colgroup span="1">
<col span="1" width="14"></col>
<col span="1" width="111"></col>
<col span="1" width="110"></col>
</colgroup>
<tbody>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"> </p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Angkatan</strong></p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Jumlah Gelar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 64</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">23</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 65*</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">14</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">3.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 63</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">8</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">4.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 57</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">5</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">5.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 62</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">6.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 55</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm;">Ket (*): masih aktif, hingga LBB PPI DIY 2008.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="color: #ff0000;">Jumlah gelar angkatan (peleton, komandan, juara umum dan paskibraka)</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="279" bordercolor="#000000">
<colgroup span="1">
<col span="1" width="14"></col>
<col span="1" width="111"></col>
<col span="1" width="110"></col>
</colgroup>
<tbody>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"> </p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Angkatan</strong></p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Jumlah Gelar</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 65*</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 64</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">34</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">3.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 63</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">12</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">4.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 62</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">10</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;">5.</p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 57</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">8</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="14">
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
</td>
<td width="111">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 66*</p>
</td>
<td width="110">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">8</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm;">Ket (*): masih aktif, hingga LBB PPI DIY 2008.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="color: #ff0000;">Distribusi kemenangan/ juara/ 3 besar (peleton dan komandan)</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="346" bordercolor="#000000">
<colgroup span="1">
<col span="1" width="13"></col>
<col span="1" width="101"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="53"></col>
</colgroup>
<tbody>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"> </p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Angkatan</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 1</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 2</strong></p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Juara 3</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 64</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">12</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">6</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">6</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 65*</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">10</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">12</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">3.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 63</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">5</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">4.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 66*</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">1</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">5.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 57</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">6.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Bhapad 56</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">0</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm;">Ket (*): masih aktif, hingga LBB PPI DIY 2008.</p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm; color: #ff0000;"><span style="color: #ff0000;">Kemenangan Beruntun(g)</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="669" bordercolor="#000000">
<colgroup span="1">
<col span="1" width="13"></col>
<col span="1" width="101"></col>
<col span="1" width="53"></col>
<col span="1" width="443"></col>
</colgroup>
<tbody>
<tr>
<td width="13" height="22">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"> </p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Pelaku</strong></p>
</td>
<td width="53">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>Total</strong></p>
</td>
<td width="443">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center"><strong>LBB</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">1.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">64 Putri</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">4</p>
</td>
<td width="443" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;">PPI Kota ’07, PPI Prop ’07, SMA 1 ’07, Menwa UII <em>Jan</em> ‘08</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">2.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">63 Putri</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">3</p>
</td>
<td width="443" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Menwa UII ’06, PPI Kota ’06, PPI Prop ‘06</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">3.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">64 Putra</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="443" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;">PPI Propinsi ’07, SMA 1 ‘07</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">4.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">65 Putra</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="443" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;">SMA 7 ’08, Menwa UII <em>Nov</em> ‘08</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">5.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">66 Putra</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="443" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;">PPI Kota ’08, PPI Propinsi ‘08</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">6.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Iva Fikrani</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="443" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;">PPI Kota ’06, PPI propinsi ‘06</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="13">
<p style="margin-bottom: 0cm;">7.</p>
</td>
<td width="101">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Yonika Arum</p>
</td>
<td width="53" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;" align="center">2</p>
</td>
<td width="443" valign="top">
<p style="margin-bottom: 0cm;">Menwa UII <em>Jan</em> ’08, STIM YKPN ‘08</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom: 0cm;"> </p>
<p style="margin-bottom: 0cm;"><span style="font-size: x-small;">(By: Litbang Akademi Bhapad)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/best-of-the-best-bhapad-per-desember-%e2%80%9808/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Rain Squad: November (Trophy) Rain!!!</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/the-rain-squad-november-trophy-rain/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/the-rain-squad-november-trophy-rain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 07:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndozzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[NOT ONLY TECHNIQUE]]></category>
		<category><![CDATA[Bhayangkara Padmanaba]]></category>
		<category><![CDATA[Rain]]></category>
		<category><![CDATA[Rain Squad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Bulan November selalu identik dengan bulan penuh hujan sehingga tak ayal diluar negeri pun bulan November memiliki sebutan tersendiri yaitu November rain. Walaupun bulan November telah berlalu, tetapi kenangan akan bulan November tahun ini memiliki arti tersendiri yang tak akan terlupakan pada squad Bhayangkara Padmanaba. Bagaimana tidak, pada bulan November ini saja dilangsungkan 4 LBB [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan November selalu identik dengan bulan penuh hujan sehingga tak ayal diluar negeri pun bulan November memiliki sebutan tersendiri yaitu November rain. Walaupun bulan November telah berlalu, tetapi kenangan akan bulan November tahun ini memiliki arti tersendiri yang tak akan terlupakan pada squad Bhayangkara Padmanaba. Bagaimana tidak, pada bulan November ini saja dilangsungkan 4 LBB bergengsi dan squad Bhayangkara Padmanaba mengikuti 3 dari 4 LBB tersebut (tentu saja karena salah satu LBB tersebut diselenggarakan oleh Bhayangkara Padmanaba). Dari ketiga LBB yang diikuti pada bulan ini, squad Bhayangkara Padmanaba menorehkan prestasi yang sangat memuaskan bahkan sedikit diatas prediksi dari tim pelatih. Berikut review dari ketiga lomba tersebut:</p>
<p><strong>LBB Menwa UII</strong><br />
LBB Menwa UII yang diselenggarakan pada 2 November lalu ini menjadi awal dari musim lomba baris-berbaris tahun 2008/2009. LBB yang sempat diguyur hujan deras hingga tiga kali ini merupakan LBB paling berdarah tahun ini bagi squad Bhayangkara Padmanaba. Bagaimana tidak ketika akan berangkat menuju venue lomba, iring-iringan squad Calon Bhayangkara Padmanaba putri kelas X mengalami kecelakaan beruntun yang menyebabkan tiga orang anggota squad ini mengalami cidera yang cukup serius dan lebih sialnya lagi salah satu dari korban tersebut adalah komandan peleton tersebut. Kejadian ini menyebabkan kekacauan tersendiri pada kubu peleton putri Calon Bhayangkara Padmanaba ini sehingga mereka hterlambat memasuki pos dan harus menggunakan danton cadangan karena kondisi danton utama yang tidak memungkinkan untuk tampil. Berbekal anggota yang tersisa disertai dengan semangat membara untuk memberikan hadiah persembahan yang terbaik bagi teman mereka yang mengalami kecelakan peleton Calon Bhayangkara Putri ini dapat memberikan penampilan terbaik mereka dan hasil yang diperoleh pun sangatlah luar biasa karena mereka bisa menyabet podium pertama mengalahkan kakak kelas mereka yang harus puas menelan pil pahit dipecundangi adik kelas dan hanya meraih podium kedua. Sebaliknya pada kubu peleton putra, dominasi kakak kelas sangatlah tak terbantahkan karena mereka dapat meraih podium pertama mempecundangi peleton Calon Bhayangkara Padmanaba putra yang terpuruk jauh dibawah. Dengan perolehan 2 trofi juara 1 (putra dan putri) dan 1 trofi juara 2 (putri) walaupun sektor danton tidak mendapatkan podium toh gelar juara umum tetap disandang oleh squad Bhayangkara Padmanaba pada LBB ini.</p>
<p><strong>LBB PPI Kota</strong><br />
LBB PPI Kota yang merupakan LBB paling bergengsi ditingkat Kota Yogyakarta dan LBB yang dinanti oleh tonti SMP dan SMA se-Kota Yogyakarta. Bagaimana tidak, LBB ini merupakan ajang pembuktian diri bagi peleton dan danton untuk mengukuhkan dirinya sebagai yang terbaik di tingkat Kota Yogyakarta. Pada LBB yang juga diguyur hujan deras ini, squad Bhayangkara Padmanaba mengalami berbagai hal sangat mengejutkan. Dimulai dari tumbangnya sang Raja Kota tahun lalu yaitu peleton Bhayangkara Padmanaba putra yang harus rela bergantian dipecundangi oleh sang adik mereka peleton Calon Bhayangkara Padmanaba yang bangkit dari keterpurukan sehingga meraih podium pertama meninggalkan kakak mereka yang harus puas di posisi kedua. Tetapi untungnya sang kakak mendapat hadiah hiburan karena danton mereka meraih predikat danton putra terbaik. Hal serupa juga terjadi di peleton putri dimana peleton Calon Bhayangkara Padmanaba putri yang sebelumnya menjadi juara di LBB Menwa UII harus menelan pil pahit karena keterlenaan mereka (yang sebelumnya telah diprediksi oleh tim pelatih) sehingga berakibat harus tumbangnya mereka dari podium jauh dibawah kakak mereka yang memiliki ambisi untuk membayar kekalahan mereka sebelumnya yang mendapat podium pertama ditambah dengan danton mereka yang juga memperoleh predikat danton putri terbaik. Dengan perolehan sapu bersih 2 trofi juara 1 (putra dan putri), 1 trofi juara 2 (putra), dan 2 trofi danton terbaik (putra dan putri) mengukuhkan Bhayangkara Padmanaba sebagai juara umum pada LBB ini.</p>
<p><strong>LBB PPI Propinsi</strong><br />
Inilah LBB penutup bulan November sekaligus LBB paling bergengsi se-DIY dimana tonti-tonti se-DIY bersaing dan berjuang sepenuh hati untuk menjadi yang terbaik ditingkat propinsi. Pada satu-satunya LBB yang tidak diguyur hujan pada bulan November lalu ini, kesialan menimpa peleton Bhayangkara Padmanaba putra dimana mereka harus memendam dalam-dalam hasrat mereka untuk menjadi yang terbaik dan harus puas berada di posisi 10 karena kesalahan bodoh yang mereka perbuat sendiri. Secara de facto, mereka adalah yang terbaik dalam lomba ini karena perolehan total nilai mereka yang sangat tinggi jauh meninggalkan adik mereka yang menjadi juara pertama pada LBB ini. Tetapi entah apakah karena sikap mereka yang cenderung menyepelekan atau karena faktor X lainnya mereka harus menelan poin pinalti hingga 300 poin dimana 200 poin dari penalti garis dan 100 poin karena telat mengikuti upacara. Hal ini sungguh sangatlah memalukan dan terkesan konyol dimata tim pelatih karena kesalahan mereka ada pada hal-hal yang sebenarnya sangat mendasar dan sepele. Terlepas dari hal tersebut, hasil menggembirakan diraih oleh peleton Calon Bhayangkara Padmanaba baik putra maupun putri yang berhasil mempecundangi kakak kelas mereka dan berhasil menyabet podium pertama. Walaupun kemenangan peleton Calon Bhayangkara Padmanaba putra berbau keberuntungan toh hasil tersebut memang pantas untuk mereka karena mengingat sejarah mereka yang dimulai dengan keterpurukan kemudian meningkat drastis dan cenderung stabil. Kemenangan peleton Calon Bhayangkara Padmanaba putri juga dirasa pantas karena setelah sempat terpuruk pada LBB PPI Kota mereka menjadi sadar dan bangkit kembali untuk menjadi yang terbaik (tentunya hal ini didukung juga oleh intimidasi dari tim pelatih). Dengan perolehan total 10 trofi yang didapat dari juara 1 peleton putra dan putri, juara 2 peleton putri, serta danton terbaik putri yang diperoleh oleh danton utama peleton Bhayangkara Padmanaba putri yang telah kembali dari lawatannya dari Korea.</p>
<p>Jadi dapat disimpulkan berhubungan dengan bulan November yang juga terkenal akan November Rain-nya, Bhayangkara Padmanaba juga memiliki istilah bulan November lalu yaitu November “Trophy” Rain alias hujan trofi di bulan November karena pada bulan itu Bhayangkara Padmanaba mendapat puluhan trofi terlebih lagi Bhayangkara Padmanaba juga mengoleksi seluruh trofi juara 1 pada ketiga LBB diatas.</p>
<p>Hidup Padmanaba!
<a href='http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/the-rain-squad-november-trophy-rain/cabhapad-66/' title='cabhapad-66'><img width="150" height="150" src="http://bhayangkara.padmanaba.or.id/wp-content/uploads/2008/12/cabhapad-66-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="cabhapad-66" title="cabhapad-66" /></a>
<a href='http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/the-rain-squad-november-trophy-rain/bleki/' title='bleki'><img width="150" height="150" src="http://bhayangkara.padmanaba.or.id/wp-content/uploads/2008/12/bleki-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="bleki" title="bleki" /></a>
<a href='http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/the-rain-squad-november-trophy-rain/lurah/' title='lurah'><img width="150" height="150" src="http://bhayangkara.padmanaba.or.id/wp-content/uploads/2008/12/lurah-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="lurah" title="lurah" /></a>
<a href='http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/the-rain-squad-november-trophy-rain/cabhapad-66-putra/' title='cabhapad-66-putra'><img width="150" height="150" src="http://bhayangkara.padmanaba.or.id/wp-content/uploads/2008/12/cabhapad-66-putra-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="cabhapad-66-putra" title="cabhapad-66-putra" /></a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/12/the-rain-squad-november-trophy-rain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

