<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bhayangkara Padmanaba &#187; PADSKIBRAKA</title>
	<atom:link href="http://bhayangkara.padmanaba.or.id/category/padskibraka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id</link>
	<description>-not only technique-</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 15:28:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Buat Apa Ragu? Lakukanlah!</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2010/03/buat-apa-ragu-lakukanlah/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2010/03/buat-apa-ragu-lakukanlah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 11:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>others</dc:creator>
				<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=985</guid>
		<description><![CDATA[Semakin hari, mungkin semakin banyak orang berpikiran, &#8220;Buat apa ada PADSkibraka (padskib)?&#8220;. Akan sangat banyak berpikiran, mengapa tidak dibuat sistem gugur saja? Buat apa membimbing dan mendidik orang sebanyak itu? Toh yang akan di kirim hanya 4 hingga 6 orang. Mengajarkan ‘sulitnya hidup’ memang perlu, namun dalam Paskibraka, yang dibutuhkan bukan hanya skill baris-berbarisnya. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semakin hari, mungkin semakin banyak orang berpikiran, <span style="font-family: Times New Roman;">&#8220;</span>Buat apa ada PADSkibraka (padskib)?<span style="font-family: Times New Roman;">&#8220;</span>. Akan sangat banyak berpikiran, mengapa tidak dibuat sistem gugur saja? Buat apa membimbing dan mendidik orang sebanyak itu? <em>Toh </em>yang akan di kirim hanya 4 hingga 6 orang.<span id="more-985"></span></p>
<p align="justify">Mengajarkan <span style="font-family: Times New Roman;">‘</span>sulitnya hidup<span style="font-family: Times New Roman;">’</span> memang perlu, namun dalam Paskibraka, yang dibutuhkan bukan hanya <em>skill </em>baris-berbarisnya. Banyak sekali poin yang di nilai sehingga kita bisa menjadi Paskibraka yang terpilih. Salah satunya adalah rasa kesetiakawanan.</p>
<p align="justify">Di padskib, mereka diajarkan betapa <span style="font-family: Times New Roman;">‘</span>teman<span style="font-family: Times New Roman;">’</span> itu sangatlah penting. Belajar bahwa di sini, di padskib ini, mereka tidak sendirian. Mereka selalu sadar dan disadarkan bahwa teman yang ada di depan mereka, yang duduk di samping mereka, yang menduduki kaki mereka ketika sit up, adalah kawan, dan lawan. Mereka diajarkan <span style="font-family: Times New Roman;">&#8220;</span>dimana aku harus menempatkan diri, kapan aku menempatkan mereka sebagai teman, kapan lawan<span style="font-family: Times New Roman;">&#8220;</span>.</p>
<p align="justify">Mereka diajarkan bagaimana memimpin diri sendiri, memimpin teman, mengendalikan emosi, dan itu semua hanya bisa dilakukan ketika seseorang berada dalam suatu komunitas yang <span style="font-family: Times New Roman;">‘</span>jelas<span style="font-family: Times New Roman;">’</span> dan memiliki banyak teman.</p>
<p align="justify">Apa jadinya jika kita mendengarkan bisikan-bisikan semisal, <span style="font-family: Times New Roman;">&#8220;</span>tiadakan saja padskib, buang-buang waktu<span style="font-family: Times New Roman;">&#8220;</span>? Ya, tentunya yang terlahir adalah generasi egois nan menjengkelkan, karena yang mereka pikirkan hanyalah dirinya sendiri.</p>
<p align="justify">Temanlah, yang memberikan handuk ketika berkeringat, menyemangati ketika terjatuh, mengusap kepala ketika menangis putus asa, menyanyikan tembang ceria ketika murung. Di padskib, semua itu ada dan terbukti dapat menghasilkan Paskibraka-Paskibraka yang prestasinya tidak perlu di tanya lagi.</p>
<p align="justify">Di padskib pula, yang mengajarkan bagaimana menilai orang dan <span style="font-family: Times New Roman;">‘</span>berhati-hati<span style="font-family: Times New Roman;">’</span> terhadap perubahan sikap lawan bicara. Mungkin dalam pertemananpun hal ini bisa terjadi. Namun dalam hal ini, kita di tuntut untuk lebih peka dan dapat berpikir dengan cepat. Di padskib ini, hal itu secara sadar ataupun tidak, terjadi.</p>
<p align="justify">Dan kesemua itu tidak ada hubungannya dengan perkembangan zaman sama sekali. Di setiap zaman teman itu ada, derita itu ada, kepemimpinan diperlukan, memahami diperlukan, lantas apa yang membuat kita berpikiran, <span style="font-family: Times New Roman;">&#8220;</span>Sudahi saja?<span style="font-family: Times New Roman;">&#8220;</span>. Tidak! Padskib dibutuhkan, demi sekolah kita, terlebih lagi untuk Indonesia.</p>
<p align="justify">Jadi, apa yang membuat kita ragu terhadap komunitas menyenangkan kita, padskib? Padskib? LAKUKANLAH!</p>
<p align="justify">
<p style="text-align: right;">Asmaradana Angela</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2010/03/buat-apa-ragu-lakukanlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuka Lembaran 2010</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2010/02/membuka-lembaran-2010/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2010/02/membuka-lembaran-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 11:08:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>others</dc:creator>
				<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=913</guid>
		<description><![CDATA[Saya lupa kapan terakhir kali menulis artikel di kolom padskibraka. Mengingat kolom ini hanya diperuntukkan untuk masalah seputar kepaskibrakaan, wajar bila masa-masa larisnya tidak jauh dari persiapan seleksi calon Paskibraka hingga puncaknya di bulan Agustus usai Paskibraka pentas. Akan ada masa vakum antara 6-8 bulan sebelum kolom ini kembali menggeliat. Usai gelaran LBB SMA 8, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saya lupa kapan terakhir kali menulis artikel di kolom padskibraka. Mengingat kolom ini hanya diperuntukkan untuk masalah seputar kepaskibrakaan, wajar bila masa-masa larisnya tidak jauh dari persiapan seleksi calon Paskibraka hingga puncaknya di bulan Agustus usai Paskibraka pentas.<span id="more-913"></span> Akan ada masa vakum antara 6-8 bulan sebelum kolom ini kembali menggeliat.</p>
<p style="text-align: justify;">Usai gelaran LBB SMA 8, saya mendapat kabar bahwa persiapan seleksi bagi PADSkibraka (Paskibraka Padmanaba) akan segera dimulai. Kemarin siang (25/2), saya sudah melakukan kontak dengan koordinator seleksi terpilih, Nabila Husna Sabrina, untuk sekedar bertanya-tanya kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Mulai Maret depan, hiruk pikuk seleksi dan pelatihan dari Husna dan timnya tampaknya bakal mulai mengisi sudut-sudut padepokan Karetan yang kita cintai. Mulai generasi ini pula, para cantrik pilihan Padmanaba tidak akan bertemu saya dan rekan-rekan, generasi pelatih pertama Padskibraka. Beruntungnya… Sedikit cara melakukan kontak tak akan lebih dari sms, telepon, email, hingga teleconference. Semoga saja kami tetap bisa membantu dari jauh. Oh iya, mas Aldian hari ini (Jumat, 26/2) balik ke Jogja lo. Manfaatkan!</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai sebuah tulisan yang akan memulai gelombang tulisan lain dalam masa-masa kepaskibrakaan ini, saya coba memperhatikan keunikan yang kita miliki di tim kepelatihan Padskibraka 2010. Ini keunikan yang sangat revolusioner, yang karenanya, SMA 3 boleh dibilang berbeda dari sekolah-sekolah lain. Adalah pada diri Husna keunikan itu bermula.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir semua sekolah, saya jamin, bila berhasil mengirimkan satu atau beberapa Paskibraka di tahun sebelumnya, salah satu dari mereka pasti yang akan menjadi koordinator seleksi dan pelatihan calon Paskibraka disekolahnya. Nah, tahun ini entah bagaimana anak-anak di SMA 3 sedikit <em>nyeleneh</em>, dengan memilih Husna yang sama sekali belum pernah menjadi Paskibraka seumur hidupnya. Bisa jadi ini blunder, namun saya yakin ini terobosan yang menyegarkan. Kita lihat, seberapa garang Husna akan membentuk cantrik-cantrik Padskibraka 2010. Nggak sabar aku…</p>
<p style="text-align: justify;">Galih Kusuma Putra</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2010/02/membuka-lembaran-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Last Woman Standing</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/the-last-woman-standing/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/the-last-woman-standing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 01:23:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bhapad News</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Paskibraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[Review Seleksi Paskibraka Kota Yogyakarta Tahun ini, tim Paskibraka Padmanaba (Padskib) tampaknya mendapat ujian serius. Setelah Rankin jatuh kecapekan di seleksi hari kedua (Minggu), sehingga tinggal menyisakan 5 padskib di hari ketiga, untuk seleksi nominator propinsi hari ini (Selasa), SMA 3 hanya meloloskan seorang wakilnya, Dewi. Pada seleksi Minggu (26/4), padskib terlihat mengawali seleksi dengan cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Review Seleksi Paskibraka Kota Yogyakarta</strong></p>
<p>Tahun ini, tim Paskibraka Padmanaba (Padskib) tampaknya mendapat ujian serius. Setelah Rankin jatuh kecapekan di seleksi hari kedua (Minggu), sehingga tinggal menyisakan 5 padskib di hari ketiga, untuk seleksi nominator propinsi hari ini (Selasa), SMA 3 hanya meloloskan seorang wakilnya, Dewi.<span id="more-713"></span></p>
<p>Pada seleksi Minggu (26/4), padskib terlihat mengawali seleksi dengan cukup baik. Tes kesamaptaan yang hanya menampilkan lari level sebenarnya bisa diselesaikan dengan baik. Indikasinya terlihat di bagian putra dimana Aldi dan Ian mampu mencapai level 6.1, sedang Rankin 5.5. Di bagian putri juga tidak terlalu buruk. Santi menyelesaikan level 4.3, nabila 3.8 dan dewi berhenti di titik 4.2. Walau boleh dibilang lumayan secara keseluruhan, panitia disini tampaknya agak kecolongan dengan tidak menggunakan ukuran panjang lintasan standar lari level. Kami meyakini, panjang lintasan kemarin bisa mencapai 25 meter, dari yang sesungguhnya hanya 20 meter. Jelas, dalam olahraga terukur semacam lari level, pengukuran lintasan yang tidak terstandarisasi, membuat tes yang satu ini tidak valid.</p>
<p>Usai menjalani tes kesampataan, peserta melakoni ujian PBB. Pada tahap ini, padskib juga sudah tampil baik (pada awalnya). Namun menjelang siang, Rankin mulai terlihat kelelahan. Puncaknya ketika istirahat siang tiba, Rankin dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit Happy Land. Berhubung observasi yang teramat lambat (RS Happy Land ternyata membawa hasil lab mereka ke rumah sakit lain untuk diteliti!), kesimpulan dokter terhadap kondisi Rankin baru keluar ketika Isya. Diagnosisnya dalam bahasa awam adalah &#8220;kecapekan akibat kepanasan, dimana suplai oksigen dan darah ke otak berkurang sehingga menyebabkan pingsan dan tremor&#8221;. Karena tidak bisa menyelesaikan rangkaian seleksi hingga akhir, jadilah Rankin sudah gugur di hari kedua.</p>
<p>5 padskib lain berhasil lolos ke seleksi hari ketiga. Disini menunggu tes wawancara, postur dan (kembali) PBB. Karena proses seleksi terganggu hujan, hasil dari seleksi tersebut tidak langsung diumumkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Panitia mengambil kebijakan dengan memberi kabar via telepon bagi peserta yang lolos ke tahap nominator propinsi. Di titik ini, berdasar pertimbangan panitia, hanya Dewi yang lolos (dari padskib).</p>
<p>Semoga saja, meski sendirian, Dewi bisa melalui semua dengan baik. Agak aneh juga bila tidak menempatkan satupun wakil SMA 3 ke propinsi. Ini bakal jadi penurunan besar-besaran yang harus dievaluasi habis-habisan. Selamat berjuang Wi!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/the-last-woman-standing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seleksi Paskibraka Kab Sleman Tahap Pertama</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/seleksi-paskibraka-kab-sleman-tahap-pertama/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/seleksi-paskibraka-kab-sleman-tahap-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 03:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bhapad News</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Paskibraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=710</guid>
		<description><![CDATA[Selasa (21/4) lalu, telah berlangsung Seleksi Paskibraka Kab Sleman tahap pertama. Pada seleksi yang diselenggarakan di 2 tempat tersebut (stadion Tridadi dan lapangan Pemda), para peserta menjalani 3 macam tes yaitu tes kesehatan awal, kesamaptaan dan baris berbaris. Seleksi ini sendiri diawali dengan tes kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah plus pengukuran tinggi badan. Tes [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa (21/4) lalu, telah berlangsung Seleksi Paskibraka Kab Sleman tahap pertama. Pada seleksi yang diselenggarakan di 2 tempat tersebut (stadion Tridadi dan lapangan Pemda), para peserta menjalani 3 macam tes yaitu tes kesehatan awal, kesamaptaan dan baris berbaris. Seleksi ini sendiri diawali dengan tes kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah plus pengukuran tinggi badan. Tes selanjutnya, kesamaptaan, awalnya direncanakan mulai pada pukul 09.00. Namun karena keterlambatan selektor dari salah satu instansi, tes yang satu ini baru terlaksana satu setengah jam kemudian. Tes PBB yang mengambil tempat di lapangan pemda menjadi tes yang paling akhir diujikan.<span id="more-710"></span></p>
<p>Tampak sekali bahwa tes kesampataan (lari 12 menit, push up dan sit up) menjadi sia-sia karena pengamatan di lapangan menunjukkan, para peserta yang lolos dari tahap ini (40 pasang) lebih dilihat dari tinggi badan, postur umum dan keterampilan baris-berbaris. Buktinya, ada seorang peserta, yang hanya mampu knee up 3x, lolos!</p>
<p>Sebaiknya untuk kedepan, panitia meletakkan tes baris-berbaris dan pengecekan postur di bagian paling awal. Disini setidaknya diambil 50 pasang anak untuk kemudian diciutkan lagi menjadi 40 pasang. Tujuannya, bagi anak-anak yang “dinilai” gagal, sudah tidak perlu capek-capek melakukan tes kesamaptaan. Bagi panitiapun ini akan mempermudah proses seleksi. Karena cukup menilai 50 pasang anak saja di tes kesampataan. Tidak harus mengamati hingga ratusan pasang seperti yang terjadi kemarin. Selain boros waktu, boros tenaga, hingga boros konsumsi, panitia juga akan boros biaya administrasi.</p>
<p>Pun, kalau memang syarat tinggi badan minimal 160 cm (putri) dan 165 cm (putra) menjadi syarat mutlak, alangkah bijaknya bila panitia sejak seleksi wilayah telah menyaring peserta yang tidak memnuhi syarat tersebut. Kasihan sekali melihat mereka-mereka yang diloloskan hingga tingkat Kabupaten lalu seolah-olah bertanding hanya sebagai pelengkap. Tidak pernah dilirik! Hal ini terlihat dari salah satu wakil putri SMA 1 Mlati yang hanya bertinggi badan 155 cm (versi panitia). Dia lolos dari seleksi wilayah, namun langsung gagal di seleksi kabupaten tahap pertama kemarin. Mohon maaf, dengan ketrampilan baris-berbaris yang bagus, mampu berlari 2,1 km dalam 12 menit, knee-up dan sit-up masing-masing bisa mencapai 20 hitungan per menit, dan berbadan sehat, dia seharusnya lolos. Pelatih SMA 1 Mlati yakin, panitia akan menjawab kegagalannya ini disebabkan tinggi badan yang tidak memenuhi syarat. Jika memang begitu, kenapa sejak seleksi wilayah lalu tidak langsung di<em>cut</em> saja?</p>
<p>Terlepas dari berbagai kekhilafan “kecil” seperti diatas, panitia seleksi Kabupaten Sleman untuk proses seleksi kemarin tampaknya pantas diberi nilai E- (E minus) dalam rentang nilai A (tertinggi) hingga E (terendah). Setelah berbagai kesalahan strategi seperti yang digambarkan dimuka, panitia melanjutkannya dengan kesalahan-kesalahan yang menurut kami, tidak pantas. Ambil contoh untuk menjalankan ibadah shalat Ashar (bagi muslim), peserta putra baru berangkat shalat pukul 16.55. Peserta putri lebih lambat 10 menit sesudahnya. Meski masih masuk waktu Ashar, kebijakan ini sebenarnya dapat diantisipasi jika tes baris-berbaris dilaksanakan di kesempatan pertama. Bayangkan jika terjadi kemoloran jadwal yang parah, bisa-bisa shalat Ashar dibatalkan demi kelancaran seleksi.</p>
<p>Usai shalat Ashar, peserta seleksi dikumpulkan untuk persiapan pengumuman  hasil tes. Entah mengapa terjadi proses yang cukup panjang sehingga pengumuman pertama (peserta tidak mendengar pengumuman secara bersamaan, namun kelompok per kelompok) baru dilaksanakan bertepatan dengan adzan Maghrib! Alhasil, proses pengumuman ini baru selesai seluruhnya menjelang pukul 18.30. Sial bagi peserta yang dinyatakan lolos, karena bagi mereka tidak ada kesempatan untuk maghriban terlebih dahulu. Mereka kemudian dipanggil panitia untuk mengikuti briefing teknis guna menjalani seleksi tahap dua keesokan harinya. Disinilah blunder terbesar panitia, karena acara briefing baru berakhir bertepatan dengan adzan Isya berkumandang. <em>Nggak papa, cuma nggak nutut maghriban thok</em>. Bukan begitu panitia?</p>
<p>Akhirnya kami berpikir, untuk apa jadi Paskibraka? Apa nilai lebih dari Paskibraka setelah mencermati kejadian ini? Silahkan jawab sendiri.</p>
<p><em>Saran perbaikan untuk mengamankan ibadah shalat bagi yang menjalankan:<br />
1. Letakkan materi tes yang sulit dicut pelaksanaanya di awal seleksi, kalau bisa pagi. Sehingga kesempatan untuk Dhuhur dan Ashar tidak kepepet.<br />
2. Pengumuman jangan dilakukan berkelompok, tapi langsung saja secara bersamaan. Intinya adalah penghematan waktu sehingga bila terjadi kejadian tak terduga, panitia punya “cadangan waktu”.<br />
3. Briefing lanjutan bagi peserta yang lolos di tahap selanjutnya, dilakukan setelah menjalankan shalat Maghrib. Selain menjadi lebih tenang karena nggak grusa-grusu dikejar Isya, juga karena briefing sulit dipastikan membutuhkan waktu berapa lama. Iya kalau peserta langsung paham, kalau tidak? Bakal ada banyak pertanyaan. Kalau sudah begini, bisa molor.</em></p>
<p style="text-align: right;">Galih Kusuma Putra</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/seleksi-paskibraka-kab-sleman-tahap-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pakibraka, Bukan Putri Salju</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/pakibraka-bukan-putri-salju/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/pakibraka-bukan-putri-salju/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:24:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dewi</dc:creator>
				<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>
		<category><![CDATA[Paskibraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[Paskibraka, Pasukan Pegibar Bendera Pusaka. Setiap mendengar kata itu yang ada dalam benak kita adalah siswa-siswi SMA yang mengibarkan Sang Merah Putih pada tanggal 17 Agustus di Istana Negara. Dengan menggunakan seragam putih-putih dan mengenakan sepatu vantofel (bagi putri), sepatu PDH (bagi putra), menggunakan korps, rambut cepak bagi putera dan rambut pendek bagi putri berbaris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="SV;" lang="SV">Paskibraka, Pasukan Pegibar Bendera Pusaka. </span><span style="&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Setiap mendengar kata itu yang ada dalam benak kita adalah siswa-siswi SMA yang mengibarkan Sang Merah Putih pada tanggal 17 Agustus di Istana Negara. Dengan menggunakan seragam putih-putih dan mengenakan sepatu vantofel (bagi putri), sepatu PDH (bagi putra), menggunakan korps, rambut cepak bagi putera dan rambut pendek bagi putri berbaris dengan kompak dan meyakinkan. Tegas, berwibawa, beraura, dan anggun (bagi putri) yang mewarnai penampilan seorang paskibraka ketika melaksanakan tugasnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="small;"><span style="&quot;Arial&quot;,&quot;sans-serif&quot;;">Untuk menjadi seorang Paskibraka tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan (wah, bahasanya pasaran). </span><span style="SV;" lang="SV">Banyak kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh seorang anggota Paskibraka, seperti tinggi badan minimal 160 cm bagi putri dan 165 cm bagi putra (seperti edaran PPI Kota dan Dinas Pendidikan Kota tahun ini), berat badan ideal, mata sehat, tidak memiliki penyakit kronis, fisik yang kuat, mental baja, kemampuan baris yang baik, kemampuan akademik dan non akademik yang baik adalah beberapa syarat menjadi seorang paskibraka. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="SV;" lang="SV"><span style="small;">Banyak pro dan kontra mengenai kriteria-kriteria menjadi seorang anggota paskibraka. Sebagai contoh adalah tinggi minimum seorang paskibraka. Pernah teman saya mengatakan kepada saya ”Andai saja ada dua calon paskibraka putri di sebuah kabupaten/kota. Yang satu memiliki tinggi badan kurang dari 160 cm sebut saja A, dan seorang calon lagi memiliki tinggi badan yang memenuhi kriteria seorang paskibraka sebut saja B. Apakah hanya B yang akan lolos menjadi anggota paskibraka ke tingkat yang lebih tinggi (ke tingkat propinsi atau nasiuonal misalnya)? Padahal A memiliki kemampuan lain yang lebih dibandingkan dengan B. A memiliki etika yang baik, pengetahuan seni yang cukup, pengetahuan yang luas dan masih banyak lagi.”</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="SV;" lang="SV"><span style="small;">Mengenai hal tersebut sulit untuk memberi komentar. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="SV;" lang="SV"><span style="small;">Saya sangat setuju bila seorang anggota Paskibraka harus memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme tinggi, etika yang bagus, penguasaan budaya yang baik, prestasi akademik mumpuni (apalagi yang dari Jogja, kota pelajar), dan prestasi non akdemik yang lumayan, karena seorang paskibraka akan menjadi salah satu teladan bagi masyarakat sekitarnya. Selain itu, syarat yang lain tentunya kekuatan dan daya tahan fisik yang prima serta mahir baris berbaris (La wong secara praktis, tugas Paskibraka tuh banyak barisnya kok).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span style="SV;" lang="SV"><span style="small;">Apa yang akan dikatakan oleh masyarakat Indonesia jika anggota paskibraka cenderung dilihat dari postur dan face? Bukankah dia lebih baik ikut kontes Putri Indonesia saja? Intinya, apa yang bisa membedakan Paskibraka dengan kontes semacam putri-putrian seperti itu? Kita harus mencari Paskibraka, bukan putri salju!</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/pakibraka-bukan-putri-salju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diduga Terlalu Gembira, Calon Anggota Paskibraka Garut Meninggal</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/diduga-terlalu-gembira-calon-anggota-paskibraka-garut-meninggal/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/diduga-terlalu-gembira-calon-anggota-paskibraka-garut-meninggal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 16:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bhapad News</dc:creator>
				<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Paskibraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[GARUT, KOMPAS.com — Calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Garut, Hamdani (17), siswa SMK Cilawu, meninggal dunia diduga akibat luapan kebahagiaan sangat luar biasa setelah dinyatakan lulus tahapan seleksi.      Kepala Dinas Pendidikan setempat, Komar M, di Garut, Jumat (3/4), menyatakan, pada tahapan seleksi yang berlangsung hingga Kamis sore di Kompleks Gedung Pendapa Kabupaten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>GARUT, KOMPAS.com — </strong>Calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Garut, Hamdani (17), siswa SMK Cilawu, meninggal dunia diduga akibat luapan kebahagiaan sangat luar biasa setelah dinyatakan lulus tahapan seleksi.<span id="more-579"></span><br />
    <br />
Kepala Dinas Pendidikan setempat, Komar M, di Garut, Jumat (3/4), menyatakan, pada tahapan seleksi yang berlangsung hingga Kamis sore di Kompleks Gedung Pendapa Kabupaten itu, Hamdani menampakkan diri sangat bahagia setelah dinyatakan lulus hingga menjadi berjumlah 60 orang.<br />
    <br />
Semula terdapat sekitar 200 peserta yang mengikuti seleksi lanjutan yang berasal dari setiap perwakilan SMU sekabupaten, katanya. Semestinya, Jumat ini kembali dilakukan seleksi akhir untuk menentukan 35 anggota Paskibraka pada pengibaran bendera 17 Agustus 2009. Namun, jadwal terpaksa diundur hingga Sabtu.<br />
    <br />
Penundaan dilakukan karena semua pembimbing dan jajaran Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan setempat turut mengantar dan menghadiri pemakaman almarhum Hamdani di wilayah Kecamatan Cilawu, Jumat.<br />
    <br />
Pada Kamis sore Hamdani sempat diantar mobil ambulans untuk menjalani pemeriksaan di RSU dr Slamet, tetapi setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazahnya langsung diantar ke rumah duka di Cilawu.<br />
    <br />
Bapak Hamdani ketika peristiwa itu terjadi masih di Jakarta bekerja sebagai buruh bangunan.<br />
    <br />
Dalam rangkaian seleksi calon Paskibraka juga akan ditentukan dua orang perwakilan Kabupaten Garut untuk disertakan pada seleksi serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat di Bandung.<br />
    <br />
&#8220;Seusai menjalani semua rangkaian seleksi tersebut, mereka akan menjalani proses pelatihan sebagai anggota Paskibraka,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Dicopy paste seutuhnya dari kompas.com</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/04/diduga-terlalu-gembira-calon-anggota-paskibraka-garut-meninggal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diary Padskibraka (1)</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/diary-padskibraka-1/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/diary-padskibraka-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 03:54:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bia</dc:creator>
				<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>
		<category><![CDATA[Pelatihan Paskibraka]]></category>
		<category><![CDATA[Peleton Inti]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Tonti]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Paskibraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[  Kamis (26/3) lalu diadakan latihan gabungan calon Paskibraka di Mandala Krida (Mankrid). Latihan ini diikuti oleh SMA 1, SMA 3, SMA 5, SMA 8, SMA 10, SMA 11, dan MUHA . Latihan dimulai pada pukul 06.30 dengan lari 3x putaran mankrid . Tidak seperti lari biasanya, disini kami berlari sambil bernyanyi. Awalnya lumayan ngos-ngosan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">Kamis (26/3) lalu diadakan latihan gabungan calon Paskibraka di Mandala Krida (Mankrid). Latihan ini diikuti oleh SMA 1, SMA 3, SMA 5, SMA 8, SMA 10, SMA 11, dan MUHA . Latihan dimulai pada pukul 06.30 dengan lari 3x putaran mankrid . Tidak seperti lari biasanya, disini kami berlari sambil bernyanyi. Awalnya lumayan ngos-ngosan karena mungkin kami belum terbiasa dengan latihan seperti ini. Di sela-sela lari, ada beberapa peserta yang sempat terhenti, dan kebanyakan dari mereka adalah peserta dari SMA 5, hal ini disebabkan karena sebelum latihan dimulai mereka sudah lari terlebih dahulu (rajin tenan!).</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">Setelah lari, kami diberi waktu istirahat 5 menit yang kemudian kami gunakan untuk berkenalan satu sama lain. Setelah istirahat, sesi PBB pun dimulai.<span> </span>Sesi PBB dilakukan di sebelah barat mandala krida . Kami dijadikan dalam satu peleton dengan posisi putra-putri atau berselang-seling. PBB dimulai dengan jalan ditempat yang kemudian juga diselingi dengan langkah tegap, hormat, hadap, dan balik. Rasanya aneh bagi kami dengan tempo jalan ditempat yang menurut kami sangat lambat sekali, tapi ternyata dengan tempo seperti itu dapat membuat kami tidak mudah lelah dan dapat mengikuti sesi PBB sampai selesai.</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">Setelah berlatih PBB selama beberapa menit ( dengan koreksi-koreksi tentunya ), kami dipindahkan dari barat mandala krida menuju sebelah timur mandala krida. Ternyata di sana juga ada latihan baris-berbaris yang saya kurang tahu itu dari SMA mana (maaf). Setelah melihat kami latihan, mereka memutuskan untuk berlatih bersama kami. Karena jumlah anggota peleton yang terlampau banyak, kami pun di bagi menjadi dua peleton, peleton putra dan peleton putri. Peleton putri sendiri masih dibagi lagi menjad dua peleton. Setelah cukup lama berlatih, ada beberapa peserta dari peleton saya yang keluar barisan karena merasa tidak kuat, mungkin ini lebih disebabkan karena medan yang menurut saya sangat panas. Dari jumlah awal 5 kurang 1, pada akhir latihan hanya tersisa 3 lengkap atau sembilan<span> </span>peserta.</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">Setelah selesai sesi PBB, diadakan sesi perkenalan antar peserta dan perkenalan dari purna paskibraka 2008. Latihan gabungan hari ini selesai pada pukul 10.00. Menurut saya, dengan latihan gabungan seperti ini, selain dapat menambah teman, kami pun dapat energi ekstra dalam latihan. Maklum, dapet suasana baru&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="justify;">
<p class="MsoNormal" style="justify;">
<p class="MsoNormal" style="justify;">Nabila Husna S.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/diary-padskibraka-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Breaking News: 9 Siswa Mlati Melaju ke Seleksi Paskibraka Kab. Sleman</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/breaking-news-9-siswa-mlati-melaju-ke-seleksi-paskibraka-kab-sleman/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/breaking-news-9-siswa-mlati-melaju-ke-seleksi-paskibraka-kab-sleman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 15:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ndozzz</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>
		<category><![CDATA[Seleksi Paskibraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Kabar menggembirakan kembali datang dari saudara seperguruan kita -laskar Mlati- yang pada hari ini sukses meloloskan 9 wakilnya (dari 13 orang) menuju seleksi Paskibraka Kab. Sleman. Komposisi tahun ini terdiri dari 2 orang putra dan 7 orang putri. Walaupun berhasil meloloskan 9 orang (terbanyak sepanjang sejarah mereka), ternyata Laskar Mlati masih kalah dari SMA 1 Godean yang melaju [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kabar menggembirakan kembali datang dari saudara seperguruan kita -laskar Mlati- yang pada hari ini sukses meloloskan 9 wakilnya (dari 13 orang) menuju seleksi Paskibraka Kab. Sleman. Komposisi tahun ini terdiri dari 2 orang putra dan 7 orang putri.</p>
<p>Walaupun berhasil meloloskan 9 orang (terbanyak sepanjang sejarah mereka), ternyata Laskar Mlati masih kalah dari SMA 1 Godean yang melaju dengan 10 wakil (5 putra, 5 putri). Meski demikian, Laskar Mlati tahun ini tampak lebih siap untuk menghadapi persaingan mempertahankan tahta paskibraka nasional yang tahun lalu berhasil mereka raih.</p>
<p>Jadi, bagaimana dengan wakil Padmanaba? Akankah bisa menyaingi Laskar Mlati? Kita tunggu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/breaking-news-9-siswa-mlati-melaju-ke-seleksi-paskibraka-kab-sleman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>APA YANG TERJADI?</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/apa-yang-terjadi/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/apa-yang-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 01:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bia</dc:creator>
				<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[APA YANG TERJADI? Glora api perjuangan yang membara lambat laun mulai terkikis zaman Apa yang terjadi di negeri kita tercinta ini? “Merdeka-Merdeka !” sebuah kata yang mampu mengubah nasib bangsa Indonesia di mata Dunia. Di era globalisasi ini telah banyak perubahan yang di alami oleh bangsa Indonesia dalam menyesuaikan peradaban dengan bangsa-bangsa lain secara global. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="center;" align="center">APA YANG TERJADI?</p>
<p class="MsoNormal"><em></em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Glora api perjuangan yang membara lambat laun mulai terkikis zaman</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Apa yang terjadi di negeri kita tercinta ini?<span id="more-514"></span></em></p>
<p class="MsoNormal">“Merdeka-Merdeka !”<span> </span>sebuah kata yang mampu<span> </span>mengubah nasib bangsa Indonesia di mata Dunia. Di era globalisasi ini telah banyak perubahan yang di alami oleh bangsa Indonesia dalam menyesuaikan peradaban dengan bangsa-bangsa lain secara global. Suatu prestasi bagi Negara kita karena diberikan kesempatan untuk mengembangkan intelektual dan memajukan IPTEK sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern.</p>
<p class="MsoNormal">Begitu juga dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh negara kita, sangat mendukung langkah Indonesia untuk memperlihatkan keunggulan yang dimilikinya di mata dunia.</p>
<p class="MsoNormal">Seperti yang kita ketahui, di era globalisasi saat ini persaingan antar negara yang semakin kuat ternyata mampu mengubah sudut pandang masyarakat Indonesia mengenai keberadaan dan perkembangan budaya nasional . Dampak yang paling dirasakan adalah dampak yang dialami oleh generasi muda dalam mengikuti perkembangan zaman. Dampak-dampak yang dirasakan sangat banyak, namun dampak yang paling terlihat adalah rasa nasionalisme generasi penerus bangsa yang semakin pudar. Bagaimana tidak ?. Salah satu buktinya adalah tak sedikit generasi muda yang tidak tahu fungsi upacara bendera setiap hari senin. Karena bagi mereka, upacara hanyalah sebuah kebiasaan yang wajib dilaksanakan oleh siswa sebagai pelajar.</p>
<p class="MsoNormal">Budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya nasional kini telah menempati sebagian ruang di jiwa generasi muda mengakibatkan sifat –sifat yang diturunkan oleh leluhur kita kian lama tersamar. “jadul” Istilah yang sering di keluarkan dari bibir generasi muda menanggapi keadaan masa lampau. Padahal masa lampau memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi perkembangan bangsa ini sehingga kita dapat seperti sekarang ini. “gaul” sebuah kata yang kini di puja-puja oleh generasi muda menanggapi<span> </span>perkembangan IPTEK dan budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Hal itu boleh-boleh saja, namun selagi tidak bertentangan dengan idelogi kita.</p>
<p class="MsoNormal">Gaya hidup modern, membuka sudut pandang tersendiri bagi generasi muda masa kini mengenai rasa nasionalisme. Kepedulian akan nasib bangsa kini tidak lagi kita rasa dengan hikmat seperti dahulu. Tidak sedikit remaja yang tak peduli akan nasib bangsa Indonesia. Mengapa???, tahukah kita bahwa nasib Indonesia ada di tangan kita?. Banyak generasi muda mendapatkan pelajaran mengenai rasa nasionalisme Indonesia namun hanya sebatas pengetahuan saja. Unsur-unsur yang terkandung di dalam nasionalisme itu sendiri tidak meresap dihati generasi muda. Karena pelajaran yang di dapat hanyalah sebatas<span> </span>teori saja, sehingga mereka kurang memahami cara mencintai tanah air melalui tindakan nyata. Kelemahan dari system pengajaran di Indonesia adalah kurang mengenalkan untuk apa menjadi orang pintar, orang cerdas, orang jenius bahkan orang berprestasi di tingkat nasional maupun di tingkat internasonal. Untuk apa semua itu?,tak sedikit generasi muda yang akan menjawab bahwa semua prestasi itu mereka dapat untuk kebanggaan diri sendiri. Padahal itu salah besar! Kita sebagai warga negara, wajib menyumbangkan apa yang kita miliki sepenuh hati untuk kemajuan Negara.</p>
<p class="MsoNormal">Dari pengenalan seperti itu saja, dampaknya sudah sangat banyak terhadap generasi muda secara psikologis karena walaupun sepele namun telah mampu membentuk karakter seseorang. Jika dari sini saja kita tidak memperhatikan, maka jelaslah bahawa penerus bangsa kita tidak akan tau menahu rasa nansionalisme untuk Negara. Dan siapa yang akan disalahkan??.</p>
<p class="MsoNormal">Jika rasa nasionalisme saja sudah hilang, maka kemungkinan akan kepedulian generasi muda terhadap perkembangan budaya, nasib Sumber Daya Alam, kepedulian terhadap masyarakat lain, serta kemajuan IPTEK di Indonesia pun akan memudar. Mereka tak akan peduli karena pendidikan atau ajaran yang mereka dapatkan hanya sebatas pengetahuan saja namun belum meresap di hati dan jiwa mereka. Sehingga sulit bagi generasi muda untuk mengatasi itu semua.</p>
<p class="MsoNormal">Jika demikian, apakah kita sebagai generasi penerus bangsa pantas memprotes atau menuntut kemajuan zaman yang dialami Indonesia tidak sama dengan kemajuan yang dialami seperti Negara-negara barat dan Amerika. Sedangkan kita sendiri tidak peduli akan kemajuan bangsa Indonesia ?. Indonesia tidak akan bisa maju jika wujud kepedulian kita hanyalah memprotes keaadaan tanpa mencari solusi dan melakukan tindakan.</p>
<p class="MsoNormal">Untuk apa orang pintar?, untuk apa orang pandai?,untuk apa orang berprestasi jika mereka tidak dapat memajukan tanah air Indonesia?. Apa yang dapat kita banggakan dari semua itu?? jika negara kita tidak dapat mengikuti perkembangan zaman kearah yang lebih baik, maka negara kita pun akan tertinggal dengan negara yang lain atau dengan kata lain Negara kita akan tertindas.</p>
<p class="MsoNormal">Semua Negara pasti menanamkan sifat nasinoalisme kepada masyarakatnya agar masyarakatnya dapat lebih menghargai dan mencintai semua yang dimiliki negara. “mawar akan berdukacita karena duri. Tapi duri bersukacita karena mawar”.</p>
<p class="MsoNormal">Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk perkembangan dan kemajuan bangsa dan Negara. Dengan lebih menghargai sejarah maka kita akan mampu memahami secara lebih mendalam akan arti cinta tanah air atau nasionalisme.<span> </span>Dengan rasa nasionelisme yang<span> </span>kuat maka persatuan tak akan diragukan lagi sehingga kekuatan untuk membangun dan mengantarkan bangsa dan Negara kearah yang lebih baik akan semakin besar dan kuat. Selain itu manfaat yang kita dapatkan dari rasa nasionalisme adalah karakter diri kita yang sesuai dengan karakter bangsa akan semakin kuat.</p>
<p class="MsoNormal" align="right">
<p class="MsoNormal" align="right">Ni Made Dewi Pitaloka<em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2009/03/apa-yang-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Calon Padskibraka 2009</title>
		<link>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/09/calon-padskibraka-2009/</link>
		<comments>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/09/calon-padskibraka-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 13:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor1</dc:creator>
				<category><![CDATA[NOT ONLY TECHNIQUE]]></category>
		<category><![CDATA[PADSKIBRAKA]]></category>
		<category><![CDATA[Paskibraka]]></category>
		<category><![CDATA[Planet Tonti]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 3 Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bhayangkara.padmanaba.or.id/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[“Setelah terhempas di 2 tahun terakhir, bagaimana prospek SMA 3 dalam persaingan Paskibraka di tahun 2009?”. Pikiran seperti ini jelas menunjukkan suasana “kepikiran” mengingat ada pertanyaan lain yang lebih simpel seperti yang umum terbesit di pertengahan tahun, “Siapa kira-kira yang akan menjadi calon Paskibraka kita?”. Pertanyaan kedua memang umum, sangat umum malah. Tidak cuma dikalangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">“Setelah terhempas di 2 tahun terakhir, bagaimana prospek SMA 3 dalam persaingan Paskibraka di tahun 2009?”. Pikiran seperti ini jelas menunjukkan suasana “kepikiran” mengingat ada pertanyaan lain yang lebih simpel seperti yang umum terbesit di pertengahan tahun, “Siapa kira-kira yang akan menjadi calon Paskibraka kita?”.</span></span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><span id="more-279"></span></span></span></p>
<p><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Times New Roman,serif;">Pertanyaan kedua memang umum, sangat umum malah. Tidak cuma dikalangan internal Bhayangkara Padmanaba dan SMA 3 Yogyakarta, sekolah lainpun memiliki pertanyaan serupa. Hanya saja, kalau sekolah (baca: tonti) lain sudah memikirkan itu sejak awal tahun ajaran atau minimal ketika sedang menyeleksi tontinya, kita disini malah belum memikirkannya sama sekali.<br />
Alasan pertama, utama dan satu-satunya adalah tradisi. Dahulu kala, bukti menyajikan betapa calon Padskibraka baru diseleksi mepet-mepet seleksi Paskibraka Kota Yogyakarta. Tahun lalu meski sedikit lebih lama, tetap saja seleksi kita boleh dibilang mepet. Monggo ditanyakan ke panitia seleksi tahun lalu, apa yang terjadi pada seleksi kita. Percaya atau tidak, ketika pendaftaran calon Paskibraka Kota Yogyakarta ditutup, wakil SMA 3 masih belum fix meski berkas sudah dimasukkan! Bahkan Wakasek Kesiswaan, Pak Hamid, sampai harus menelepon Panitia seleksi di Dinas Pendidikan Kota untuk merevisi wakil SMA 3 beberapa hari kemudian. Baru ketika TM (technical meeting) calon Paskibraka diselenggarakan oleh Dinas, wakil SMA 3 di-fix-kan. Dengan demikian, kalau SMA lain hanya memasukkan 4 nama, SMA 3 Yogyakarta sanggup menyertakan 7 nama (kalau tidak salah), dimana 3 diantaranya akhirnya dicoret di detik terakhir untuk memenuhi kuota maksimal 4 perwakilan.<br />
Berangkat dari fakta tersebut, coba lihat kembali pertanyaan pertama pada paragraf pertama diatas. Mungkinkah prospek kita akan berkualifikasi “baik” bila sistem seleksi internal belum dibenahi? Mungkinkah kita mendapatkan calon potensial tanpa didukung sistem seleksi yang rapi? Haruskah kita menunggu bakat alamiah lagi seperti di tahun 1999, 2000, 2005 dan 2006? Yah, tidak usah susah-susah memikirkan pertanyaan kedua bila kita belum bisa memberi jawaban positif pada pertanyaan pertama. Mungkin cara berpikir saya terbalik, tapi ini mungkin yang terbaik.</span></span><span style="font-family: Times New Roman,serif;"><span style="font-size: medium;"><!--more--></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bhayangkara.padmanaba.or.id/2008/09/calon-padskibraka-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

