Bhayangkara Padmanaba

-not only technique-

LBB PPI Propinsi DIY 2011, Kekecewaan yang Berulang

Genap enam kali sudah Bhayangkara Padmanaba mengantongi gelar Juara umum di LBB-yang konon katanya-paling bergengsi di wilayah Propinsi DIY ini. Hal tersebut tentu sangat disyukuri oleh jajaran Bhapad karena latihan yang telah dijalani beberapa bulan telah membuahkan hasil.

LBB ini sebenarnya telah diselenggarakan hampir satu bulan yang lalu (27/11/2011) tapi masih seperti pelaksanaannya tahun lalu, dirasakan ada sebuah ganjalan. Ganjalan terbesar dari penyelenggaran PPI Propinsi DIY dalam 2 tahun terakhir ini adalah pembatasan jumlah peserta yang menjadi sangat minim, yaitu hanya 3 peserta untuk tiap kategori dari Kota dan Kabupaten. Jika dilihat dari rekap yang terlampir dibawah tidak lebih dari 13 peleton yang ikut bertanding di LBB ini-sangat minim, dimana minimnya peserta berarti adalah minimnya kompetisi. Padahal tahun lalu beberapa pelatih tonti di DIY melalui wadah bernama FKPPI (Forum Komunikasi Pelatih Peleton Inti) pernah melayangkan surat keberatan akan keputusan tersebut (saat itu-2010- surat dilayangkan ke BPO) dan oleh pihak BPO surat tersebut akan dipertimbangkan untuk pelaksanaan tahun depan (2011.red)… namun ternyata tahun ini tetap tidak ada perubahan dari keputusan tahun lalu, dan hal ini tentu saja sangat mengecewakan!

Kekecewaan ini sebenarnya berawal saat dari PPI Kota dimana saat itu belum ada kabar jelas mengenai kuota LBB PPI Propinsi, bahkan sempat berhembus kabar ada peningkatan kuota dari tahun lalu menjadi 5 besar, namun akhirnya keputusan tetap 3 besar. Sebenarnya apa yang menjadi alasan kekecewaan pembatasan kuota ini? Jelas penurunan keikutsertaan di LBB PPI Propinsi ini memangkas jumlah kompetisi yang bisa diikuti oleh Tonti se-DIY. Saat belum diberlakukan pembatasan (tahun 2006 dan sebelumnya) minimal akan ada 2 kompetisi dapat diikuti oleh tonti di DIY yaitu PPI Kota/Kabupaten dan PPI Propinsi. Bukan rahasia bahwa persiapan yang dilakukan untuk mengikuti sebuah kompetisi baris-berbaris seperti ini tidak dilakukan dalam waktu singkat- persiapan berjalan beberapa bulan dengan dana yang tidak sedikit. Jadi bisa dibayangkan jika persiapan dan pengorbanan yang dilakukan tersebut seolah kandas karena suatu pleton inti hanya dapat berlaga LBB PPI Kota/Kabupaten dan berakhir karena tidak lolos ke tingkat Propinsi.

Pelaksanaan LBB PPI Propinsi jelas menjadi kurang kompetitif. Indikatornya jelas jumlah peserta yang sedikit dengan hasil yang monoton. Semenjak 2 tahun ini tidak semua perwakilan Kabupaten hadir, tahun lalu peserta hanya 11 di tiap kategori SMA (karena absen-nya Sleman) dan tahun ini hanya 13 Peserta. Hasil LBB ini pun monoton dimana untuk kategori SMA peta kekuatan masih dipegang peleton-peleton dari Kota Yogyakarta. Sehingga yang menjadi pertanyaan sekarang “masihkan PPI DIY menjadi ajang LBB paling bergengsi di DIY?” Artikel ini adalah bentuk kekecewaan dan keprihatinan atas masa depan tonti di DIY, semoga dibaca oleh pihak yang terkait dan dapat menjadi masukan untuk membuahkan solusi demi kebaikan Tonti di DIY.

Merdeka!!!

Berikut rekapitulasi LBB PPI DIY ke-34 tahun 2011

Kategori Pleton Putri

No. Dada

Nama Sekolah

Pos I

Pos II

Pos III

Pos IV

Pos V

Penalti

Total

35

SMA N 3 YOGYAKARTA

12885

16208

26982

8720

21340

0

86135

31

SMA N 1 BANTUL

12863

16324

26706

8542

21680

0

86115

33

SMA N 3 YOGYAKARTA

12795

15960

26955

8552

21136

0

85398

39

SMA N 2 BANTUL

12132

16164

26790

8512

20932

0

84530

47

SMA N 1 WONOSARI (B)

12504

15104

26742

8652

21192

0

84194

53

SMA N 1 WONOSARI (A)

12420

15242

26838

8416

20980

0

83896

37

SMK N 1 DEPOK (A)

12584

15702

26553

8062

20688

0

83589

43

SMK N 1 DEPOK (B)

12500

14904

26736

8000

21524

350

83314

29

SMA N 1 SEWON

12600

14346

26151

8270

21708

350

82725

41

SMA N 1 MLATI

12038

15348

25026

8268

21220

0

81900

45

SMA N 1 WATES

12514

15786

24780

7948

20884

350

81562

49

SMA N 2 WATES

12666

15166

25605

8276

19900

200

81413

51

SMA N 9 YOGYAKARTA

12137

14838

21534

8832

21200

0

78541

 

Kategori Pleton Putra

No. Dada

Nama Sekolah

Pos I

Pos II

Pos III

Pos IV

Pos V

Penalti

Total

28

SMA N 2 YOGYAKARTA

12638

15270

26751

8704

21056

150

84269

30

SMA N 1 YOGYAKARTA

12824

15214

26922

8254

21036

0

84250

38

SMA N 2 BANTUL

12061

15904

26730

7938

21196

150

83679

50

SMA N 1 WONOSARI

12274

15182

26562

8170

21440

0

83628

52

SMA N 1 JETIS

12407

15696

26955

7858

20336

0

83252

34

SMA N 2 WATES

12627

15312

26553

7832

20708

200

82832

48

SMA N 7 YOGYAKARTA

12298

15082

26793

7864

20748

0

82785

42

SMK N 2 WONOSARI

11831

14656

26931

8180

21092

0

82690

46

SMA N 1 BANTUL

12484

14388

26802

8210

20712

0

82596

32

SMA N 1 PAKEM

12253

15218

26310

7598

20588

0

81967

36

SMA N 1 WATES

12742

14410

25872

7732

20852

0

81608

40

SMK PENERBANGAN

11495

13270

24699

8652

20860

0

78976

44

SMK N 2 DEPOK

10720

13494

26373

7994

19360

200

77741

Oleh • Dec 19th, 2011 • Kategori: HEADLINE NEWS, TECHNIQUE ONLY

Tag :

11 Responses »

  1. sebenarnya harus ada yang mengkaji alasan pembatasan kuota LBB PPI prop. bebarapa tahun terakhir.

  2. Setuju…

    Soalnya kalo hanya alasan lomba berjenjang, atau masalah pendanaan kok sepertinya kurang bisa diterima ya…

    SELAMATKAN LBB PPI DIY !!! :D

  3. Saya pribadi agak tergelitik dengan pertanyaan di artikel ini : -“masihkan PPI DIY menjadi ajang LBB paling bergengsi di DIY?”- pendapat saya, untuk jawaban “iya”, penyelenggara LBB harus membenahi pelaksanaan dan segi aturan tentu saja. Sebagai contoh yg harus dibenahi : pada pelaksanaan LBB provinsi kemarin, peserta dikumpulkan di lapangan untuk upacara penutupan & pengumuman hasil kejuaraan kira2 pada pukul 17.30 dan pengumumannya sendiri baru jam 18.45. Selain membuat peserta menunggu, hal ini juga menyebabkan hampir semua peserta yg beragama Islam, yg mengikuti upacara penutupan, tidak sempat Shalat Maghrib.

    Semoga hal yg sama tidak terjadi lagi pada LBB-LBB yg diselenggarakan BPO & PPI. Karena pihak penyelenggara harusnya dapat menjadi teladan yg baik bagi para pemuda.

    Terima kasih.

  4. kembalikan sistem yang dulu :D

  5. TELADAN

    JAYAMAHE !!!!!!!!!!!!!!!!!!

  6. bagaimana lalu nasib LBB PPI Provinsi taun taun kedepannya jika sudah seperti ini ?

  7. TELADAN

    JAYAMAHO !!!!!!!!!!!!!!!!!!

    wkakakak

  8. Kembalikan sistem LBB PPI Propinsi tahun 2006 dan sebelumnya di AAU. dengan 5 pos dan gerakan super banyak! :D

  9. setuju sama mas bintang :D

  10. Cayooo SMA N 2 WATES

  11. Hidup KANTI SMADA !

    SMADA…JAYA !!!!

Leave a Reply