Bhayangkara Padmanaba

-not only technique-

Review LBB SMA N 2 Yogyakarta

LBB, begitulah kita kenal bersama kependekan dari Lomba Baris Berbaris. Tentu kali ini kita tidak akan membahas mengenai bahasa, melainkan mengenai review lomba, yang tidak lain dan tidak bukan adalah LBB SMA N 2 Yogyakarta. Seperti kita ketahui, SMA N 2 Yogyakarta mempunyai sejarah yang cukup menarik mengenai perjalanan mereka dalam jagad per-tonti-an khususnya di kota Yogyakarta dan di provinsi DIY. Dengan sejarah itu mereka mengukir nama yang pastinya juga tidak kalah dibanding tonti-tonti sekolah lain. Nama SMA N 2 Yogyakarta atau yang lebih dikenal sebagai “smada” itu sepertinya tidak disia-siakan oleh panitia LBB yang diketuai oleh Paulus Yanuar Kharismawan. Benar, 16 Mei 2010, LBB SMA N 2 Yogyakarta digelar.
Sebenarnya pada LBB ini terdapat sesuatu yang sedikit khusus, bukan karena aturan main serta regulasi lainnya, melainkan karena kali ini LBB yang diselenggarakan tepat berlangsung sehari setelah event raksasa Padmanaba yaitu PSIKOPAD! digelar. Mungkin memang jika dilihat secara gamblang kedua event ini sangat tidak berhubungan, tapi bagi pleton Bhapad 67 kedua hal ini sangat berhubungan. Event besar tentunya membutuhkan pendukung yang besar pula, termasuk dukungan tenaga. Tepat sehari sebelum LBB SMA N 2 Yogyakarta dihelatkan banyak putra-putri Bhapad 67 yang turut serta menjadi panitia dari event tersebut. Tak mengherankan bila keesokan harinya banyak dari mereka yang kelelahan.
Tapi mungkin kali ini dewi fortuna sedang berpihak pada mereka. Pada dua hari sebelum LBB SMA N 2 Yogyakarta digelar, diadakan TM yang memberikan sebuah keuntungan bagi pleton Bhapad 67. Berkat kelihaian berdiplomasi dari para wakil Bhapad 67 yang tak lain merupakan danton utama dan perdes mereka, 2 pleton Bhapad 67 berhak mendapatkan nomor urut terakhir setelah bernegosiasi dengan panitia dan peserta lain. Hal ini sangat menguntungkan bila diingat satu malam sebelum LBB banyak putra-putri Bhapad 67 yang menjadi panitia PSIKOPAD! ataupun menonton acara tersebut hingga larut malam bahkan mungkin hingga dini hari.
Lanjut, pagi harinya tepatnya pukul 9 pagi, pleton Bhapad 67 berangkat menjuju tempat LBB berlangsung, yaitu Balai Kota Yogyakarta(lagi). Mereka berangkat seadanya, kali ini kata seadanya dapat diartikan secara BENAR-BENAR denotatif. Memang pada kali ini jumlah pleton putri sudah lengkap, malah pada akhirnya mereka kelebihan pemain, namun kondisi di pleton putra mereka jauh lebih “sederhana”. Dengan kondisi awal yang belum lengkap, mereka tetap maju dan pantang mundur untuk menghadapi LBB kali ini. Mereka masih berusaha dan berusaha untuk menghubungi anggota pleton mereka. Namun apa daya, kepanikan malah justru sedikit terciptakan di dalam kerumunan di base camp Bhapad kali itu.
Namun sayangnya kali ini mereka masih digandrungi dewi fortuna, muncul seorang “oknum yang tidak diduga” tepatnya dari senior mereka yaitu Bhapad 66 yang juga hadir dalam lomba itu. Dengan pemikiran jumlah penalti poin akibat kekurangan pemain, pada saat itu lurah putra Bhapad 67 dibantu seorang anggota Bhapad 65 yang tidak lain adalah mas Rankin memutuskan untuk mengikutkan “oknum yang tidak diduga” dalam pleton. Walau masih kurang 2 pemain lagi namun mereka tetap percaya diri untuk tetap maju menghadapi semua lawan-lawan mereka.
Pada pos 1 tidak ada kejadian yang menarik, disana pleton putra Bhapad 67 melaksanakan tugas mereka dengan cukup baik. Namun sekali lagi, stamina yang kurang merupakan musuh terbesar mereka. Berlanjut pada pos 2 konsentrasi mereka sepertinya sudah mulai tersita dengan panasnya sinar matahari yang menyinari. Bahkan mulai terjadi beberapa kesalahan individu dalam pos ini. Tidak hanya mereka, beberapa kesalahan individu juga dibuat oleh “oknum yang tidak diduga” pada pos kedua ini. Hal ini dikarenakan perbedaan skep lintas Bhapad. Tapi sepertinya hal itu tidak terlalu mempengaruhi semangat mereka untuk tetap mengarungi LBB kali ini. Pada pos 3 cuaca sudah sangat tidak bersahabat. Terik matahari siang itu sangat memecah konsentrasi pleton. Beruntung mereka masih dapat mempertahankan penampilan mereka pada pos 3 walaupun sudah sedikit tercecer.
Di sisi lain, pleton putri Bhapad 67 juga tidak kalah semangat menghadapi LBB kali ini. Dengan pemain lengkap mereka tentunya bisa lebih percaya diri dibanding pleton putra mereka. Memasuki pos 1 mereka tetap siap siaga dengan semua materi yang telah mereka pelajari. Namun sayangnya disini danton mereka hampir saja membuat kesalahan dengan tidak mengikutkan satu rangkaian materi. Namun beruntung hal ini dapat dihindari. Selanjutnya pada pos 2, disini pleton putri Bhapad 67 seharusnya bisa melakukan semua gerakan dengan benar. Dan memang pada kenyataannya mereka dapat melakukannya. Namun di pos 2 ini konsentrasi mereka mulai terpecah, seperti halnya pleton putra. Hingga berbagai gerakan “penyesuaian” yang sebenarnya tidak diperlukan menjadi harus dilakukan.
Pada pos 3 konsentrasi mereka sepertinya sudah “cukup” terpecah. Terlihat sekali disini mereka kehilangan beberapa gerakan. Berbeda dengan pleton putra yang melakukan gerakan pos 3 dengan sedikit tercecer, pleton putri justru melakukan dengan lebih rapi. Namun sayang sepertinya kali ini konsentrasi mereka memang benar-benar sudah terpecah. Walau kehilangan beberapa gerakan, pleton putri tetap lebih “mulus” di pos 3 daripada pleton putra Bhapad 67.
Sebenarnya ada satu hal yang juga mereka tuturkan. Menurut mereka, persiapan mereka dalam menghadapi LBB kali ini cukup kurang. Bukan hanya persiapan fisik tetapi juga persiapan mental. Selain juga karena faktor kelelahan, persiapan yang kurang juga merupakan salah satu faktor yang menjadi momok paling besar bagi mereka.
Pada pukul 2 siang tepat pengumuman juara diumumkan. Begitu teriknya siang itu mungkin membuat dewi fortuna sedikit beranjak dari pleton Bhapad 67. Karena kali ini yang menjadi jawara di pleton putri adalah SMA N 1 Yogyakarta diikuti SMA N 5 Yogyakarta dan SMA N 11 Yogyakarta. Di sisi lain kali ini pleton putra Bhapad 67 sedikit lebih beruntung dengan duduk di urutan ketiga dibawah SMK Penerbangan dan SMA N 1 Yogyakarta. Bagaimanapun juga perjuangan telah dilakukan, koreksi-koreksi yang sekiranya perlu mungkin harus dilakukan demi kemajuan pleton.
Di lain pihak LBB ini dapat dikatakan berjalan lancar, dan waktunya sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh panitia. Tetapi sayangnya, LBB ini juga kurang ramai, karena kurangnya stand makanan atau minuman yang tersedia untuk para peserta lomba. Meskipun kesannya kurang ramai, tetapi panitia dinilai cukup memuaskan dalam penyelenggaraan LBB SMA N 2 Yogyakarta ini.

Imdad Mahatfa Virya

Oleh • Jun 2nd, 2010 • Kategori: HEADLINE NEWS, TECHNIQUE ONLY

Tag :

23 Responses »

  1. Ini karena kurang “restu” mbok tuo…:D

    Ga ada satupun yang menghubungiku…Piye jal?

  2. wah iy mungkin tuh!
    hahahaaaaa,
    :D

  3. mbok tuwo sok penting

  4. Mak jleb

  5. nunut ketawa aja :D

  6. ya udah sih,, kok aku ngrasa itu sama sekali g masalah ya :D

    UII besok Minggu tuh. Duit :D

  7. LBB UII,,,harus menang ki,,duit duit duit :D

    *nonton ah wis selo

  8. diundur lho mas mbak, 17 oktober

  9. wahahahaaaa,
    udah purna tuh!
    :D

  10. sayang sekali.. -_-”

  11. d jogja banyak lpbb ya?? jd pengen ikut

  12. Pelanggaran 2 janji…blm kutagih konsekuensinya sampai sekarang

  13. sing opo mbak??

  14. tanya 67

  15. ayo ayo… ca-bhapad 68 pada baca artikel ini…XD

  16. …terus tanya ke 67nya…*kalo berani… >:)

  17. aku mbaca, hehehehehe

  18. paling juga ga dong… :) )

  19. weh, ngeceeeee, tapi emang ga terlalu dong sih, heheheheh

  20. yang penting semua dah kebayar sekarang :p

  21. oiya…aku belum memenuhi janjiku…Rajawali serenteng…!!!

  22. nah, yg 67 cowok mbayar pake apa ya..? fu fu fu fu…

  23. ea ea ea :D

Leave a Reply