Sociobhapadtology
Ada sesuatu yang seperti dejavu di bhapad, jika diamati, tak ada jabatan ketua, sekretaris, maupun bendahara di sini, yang ada adalah perangkat desa (perdes) yang terdiri atas lurah, carik, dan jagabaya. Bhapad tidak mengenal adanya strata ataupun pimpinan dan bawahan, semua satu bhapad. Karena kami adalah keluarga, di keluarga tak mungkin ada ‘saya penguasa dan kamu suruhan’. Tak ada yang bisa dibeda-bedakan. Maka dengan mengganti istilah ketua, sekretaris, dan semacamnya kami menyontek istilah perangkat desa yang masih lazim digunakan di desa-desa (juga di konsep desa bahagia Paskibraka). Dengan tujuan akan mempermudah pemerataan jabatan karena suasana kekeluargaan terasa lebih kental.
Tiap jabatan memegang peran vital di bhapad. Lurah ada untuk mengayomi kami. Carik bertanggung jawab memegang keuangan dan presensi kehadiran. Jagabaya selalu mengajak kami untuk latihan, menyemangati kami, dan membuat suasana latihan lebih kondusif. Tanpa mereka semua cabhapad 67 tak mungkin bisa menjadi bagian dari bhayangkara padmanaba.
Tiap angkatan tentu mempunyai perdes masing-masing. Perdes dipilih dengan voting. Sebelum voting para calon perdes diwajibkan berorasi terlebih dahulu. Momen ketika para calon perdes berorasi masih terekam dengan jelas di ingatan kami. Dengan semangat juang 45 mereka berorasi, berusaha meyakinkan kami semua bahwa mereka mampu menjadikan cabhapad 67 menjadi lebih baik, yang pada saat itu kami sedang kedatangan ‘tamu’. Tamu itu adalah para alumni yang dulunya juga merupakan keluarga bhapad.
Perdes bhapad 67 ada Rino sebagai lurah putra dan Santi sebagai lurah putri, kemudian ada Faris sebagai carik putra dan Ajeng sebagai carik putri, dan yang terakhir ada Mappa sebagai jagabaya putra dan Ayu sebagai jagabaya putri. Mereka semua adalah pilihan kami, mereka adalah wakil kami. Seperti halnya ketika kami sedang mendapat masalah, merekalah yang ditunjuk untuk menjelaskan. Kami yang ada di dalam barisan hanya bisa mendukung dan memback-up mereka semampu kami.
Amelia Annisa Evelina


semoga kalian bisa benar” melakukan hal yang tertulis di sini…
quote “Bhapad tidak mengenal adanya strata ataupun pimpinan dan bawahan, semua satu bhapad.” harus benar2 dilakukan…jangan sampai ketika perdes kesulitan,kalian tidak mau membantu…
semoga kata2 ini tidak terulang!
.
“Pie nek t*t*n wae dantone?”
.
perdes harus slalu mengayomi,
smuany,
g cuma lurah,
smua punya tugas yg sama, cm spesifikasiny yg beda,
solid 67!
@irZ10 : aku meh ketawa pas kejadian itu :ngakak :ngakak

ya memang itulah bhapad,,semua ambil bagian
@bayu : jjur saya juga,

lah ak ga nyangka nama itu bakal kluar,
*piss bagi yg merasa,
sabar bay, sabaaaar,
orang sabar itu subur,
maksude???
koe kok omong gak ono hubungane to??
hahaha y y y,
tp kok nama yg disinggung tidak kunjung komen y?
lurahe t*tan to?