Bhayangkara Padmanaba

-not only technique-

Sensasional

mbakFimma

Anak-anak Bhapad tuh beruntung punya ibu suri macam mbak Fimma. Meski banyak yang tidak sadar, banyak hal kecil yang kita lupakan, selalu diingatkan kembali oleh beliau mbok tuo. Termasuk salah satunya kekurangajaran Bhapad 66 dan 67 yang nggak satu orangpun ngabari aku kalau bakal ada LBB SMA 8 (21/2) kemarin! Untung ada mbak Fimma, dan juga mbak Sandra, yang sms kirim kabar. Mekipun doaku nggak manjur-manjur amat, tapi kan minimal bisa membantu dengan doa. Parah bener kalian (perdesnya nih terutama)…

Kemenangan kalian di LBB SMA 8 kemarin juga sangat mungkin akibat doa orang-orang teraniaya (kayak mbak Fimma). Sedemikian besar perhatiannya, malah kalian perlakukan ala kadarnya. Tuh, anak 66 cowok yang udah menjelang start juga masih ada yang pakai kaos dan celana pendek. Nggak cuma itu, udah dengan santainya tak melakukan persiapan matang pra lomba, nggak komplit pula personelnya! Mbak Fimma kan sampai ngelus-ngelus dada. Untung dalam posisi teraniaya seperti itu ia tidak mengeluarkan kata-kata kutukan agar kalian berubah menjadi batu, sebaliknya, masih aja mendoakan yang terbaik untuk adik-adiknya. Dah, sana minta maaf. Yang 67, jangan niru-niru yang kayak begitu kelak.

Terlepas dari proses yang lumayan acak adul seperti diatas, ucapan selamat masih saja pantas untuk kalian Bhapad 66 dan 67 yang membawa pulang gelar juara umum LBB SMA 8. Kabar juara umum yang mampir pada minggu malam sungguh mengejutkan, karena di siang hari, ada sms yang menyatakan kondisi kalian kurang lebih seperti ini, “Madesu, kena pinalti poin. Yang nggak kena pinalti poin, gerakannya nggak lengkap”. Praktis, nggak banyak berharap kami waktu itu. Tapi eh ternyata, masih bisa juara umum! Selamat. Esok harinya, di inboxku masuk beberapa email, salah satunya hasil rekapitulasi LBB SMA 8. Geleng-geleng kepala lagi aku, kalian sapu bersih rupanya. Mantab!!

Sapu bersih memang spesial. Data litbang kita yang terbatas menunjukkan, hanya SMA 3 satu-satunya sekolah yang mampu menyapu bersih semua gelar juara di empat kategori (peleton putra, peleton putri, komandan putra, dan komandan putri) dalam sebuah LBB tingkat propinsi. Tahun ajaran lalu, kita melakukannya dua kali pada LBB PPI Kota dan juga LBB SMA 8. Dengan hasil kemarin, artinya, tiga kali kita melakukan sapu bersih. Selamat, lagi.

Selama ini, SMA 3 memang berulang kali nyaris meraih gelar sapu bersih. Namun, persaingan yang terlalu berat di sektor komandan putra, mengharuskan kita ikhlas pulang dengan membawa tiga gelar (triple) saja. Sebelum LBB SMA 8 lalu, dua kali kita mencapai triple. Diawali pada LBB SMA 5, dan diulangi pada LBB PPI Propinsi. Kasusnya sama, kita gagal menjuarai kategori komandan putra. Bahkan sempat terpikirkan, satu-satunya gelar juara yang mungkin tidak akan diraih SMA 3 tahun ini adalah “juara komandan putra”. Hal ini juga berarti, sejak mas Iqbal Jayadeng sukses menjadi komandan terbaik putra Padmanaba pertama pada 2007/2008 (dua kali pula), yang diteruskan tradisinya oleh Rauf pada 2008/2009, tahun 2009/2010 bisa jadi punya cerita lain. Untung Rinaldi Zulfahmi punya peruntungan. Ketika danton langganan juara dari SMA 2 tidak tampil, dia mengambil kesempatan tersebut untuk menempatkan dirinya dalam lembar sejarah komandan putra terbaik milik Padmanaba.

Kemenangan komandan putra lewat si Zul jelas membanggakan. Namun ada fakta lain yang lebih membanggakan. Sejarah akan mencatat, baru Bhapad 66 saja yang dapat melakukan sapu bersih seluruh kategori pada sebuah lomba. Ya, Bhapad 66 pada LBB SMA 8 kemarin menjuarai kategori peleton putra, peleton putri, komandan putra (si Zul), dan komandan putri (si Raha) sekaligus. Perkenalkan julukan baruku untuk kalian, Bhapad 66 yang sensasional. Lanjutkan, lebih cepat lebih baik!

Oleh • Mar 9th, 2010 • Kategori: DIARY BHAPAD, HEADLINE NEWS

11 Responses »

  1. two thumbs up buat mb fimma…
    btw, sapu bersih memang sapu bersih. Asal yg nyapu gak pinjem2 orang dari adek2nya…

  2. wesh, aku dah bilang lho mbak malemnya langsung po sms ya? Pokoke aku dah blg….

  3. ckckckck… ayune…

  4. Eh…ini apa2an sih…
    Bikin malu aja…

  5. mbak fimma memang woke..
    maaf ya mas mbak kalo kita udah keterlaluan >.<

  6. BAHHHHH…NARSISSS

    Busuk :D :D:D:D:D

  7. Diam kaw lank…:D

  8. waah….finalis putri Indonesia ki…..

  9. @saiver62 : aku ra melu2 lho mas,,,,sudah pada saya ingatkan…
    @KKG : tenanne????
    @mas Admin : halah!…
    @mbak fimma : padune seneng to mbak???hehehe :D

  10. fotonya mbak fimma bagus bangeet :D

  11. tidak bosan membaca ‘SENSASIONAL’

    @dilla66 : setuju, mba fimma fotonya bagus banget

Leave a Reply