Bhayangkara Padmanaba

-not only technique-

Kerennya Masa Pelatihan Kami Dulu

 

“Mappa sebagai penjuru!”

Tentu komando di atas tidak asing lagi di telinga anggota Bhayangkara Padmanaba (Bhapad) 67. Bagaimana tidak, dulu, setiap pulang sekolah para calon Bhapad (cabhapad) 67 yang selalu mengikuti larut bhapad di lapangan tengah, otomatis sudah sangat familier dengan suara danton yang memanggil penjuru besar. Larut adalah istilah latihan rutin yang sering dipakai oleh ekskul (ekstra kurikuler) di padmanaba. Cabhapad 67 terdiri atas 2 pleton, pleton putra dan pleton putri, dimana jumlah anggota pleton masing-masing mencapai 35 anggota.

Tanpa memedulikan teman yang sedang asyik diajak ngobrol atau bercanda, begitu mendengarkan komando danton, si penjuru besar langsung mengambil posisi sikap siap sempurna lalu dengan tegas menjawab,”Siap, Mappa sebagai penjuru!”

Penjuru besar kemudian berlari dan berhenti satu-dua langkah di depan danton.

“Cabhapad 67, bershaf kumpul. Mulai !”

“Brak bruk brak bruk..” derap langkah para cabhapad 67 yang sedang berlari menuju penjuru besar dan pada akhirnya membentuk shaf seperti yang diperintahkan danton.

“Luruskan !” perintah penjuru besar yang tadinya dipanggil pertama kali oleh danton. Begitu si penjuru besar memerintahkan pleton untuk meluruskan shaf, dengan segera pleton meluruskan shafnya dengan cara lencang kanan.

“Lurus!” aba-aba penjuru ketika pleton dirasa sudah cukup lurus.

Beginilah permulaan latihan bhapad. Dengan dikomandani oleh pelatih dari anggota Bhapad 66 para anggota cabhapad dipanggil jika waktu sudah menunjukkan pukul 14.15. Materi gerakan yang diajarkan disesuaikan dengan jadwal latihan harian. Terkadang, pemberian materi dilakukan dengan tergesa-gesa (sistem akselerasi), tujuannya agar kami bisa menyelesaikan pelatihan tepat waktu (minimal siap untuk diterjunkan berlomba di awal tahun ajaran). Jika cabhapad 67 sudah memahami gerakan, materi lain segera ditambahkan. Ketika adzan ashar sudah terdengar, berarti waktu istirahat akan datang, dan raut muka kami pun terlihat lebih bahagia.

Sekitar pukul 15.30 kami diperbolehkan beristirahat. Di sela-sela waktu istirahat yang berkisar 15-20 menit itu kami ISHOMI, alias istirahat, sholat, dan minum. Setelah itu kami melanjutkan latihan. Waktu selesai latihan telah tiba. Pleton putra dan putri dishafkan secara berhadapan. Kemudian pleton pelatih membuat shaf di jarak antara pleton purta-putri dengan menghadap ke arah kami. Selanjutnya adalah pemberian koreksi terhadap kami. Dan yang tak bisa ditinggalkan…

“BHAKTI VIDYA KHSATRIYA TAMA TAN LALANA LABET TUNGGAL BANGSA, JAYA, JAYA PADMANABA, HIDUP PADMANABA! HIDUP PADMANABA! HIDUP PADMANABA!”

Semboyan yang akan selalu menjadi dasar kami untuk berpijak dimanapun dalam situasi apapun. Semboyan yang selalu bisa menyemangati kami untuk bangkit ketika jatuh, membuat kami tersenyum ketika sedang bersedih, dan membuat kami takut tak pantas lagi mengucapkan semboyan itu ketika kami akan menyerah. Ya, makna semboyan itulah yang kami tanam dalam-dalam selama berada di padmanaba maupun sesudahnya, untuk berjuang demi bhayangkara padmanaba dan tentunya demi padmanaba.

Amelia Annisa Evelina

Oleh • Mar 16th, 2010 • Kategori: DIARY BHAPAD

9 Responses »

  1. siip…

  2. Pelatih : Mappa sebagai penjuru!
    Mappa : Siap Mappa sebagai penjuru!
    Pelatih : Bersaf kumpul..,,mulai!
    (bgm:suara gedebak-gedebuk derap kaki)
    Mappa : Luruskan!
    (bgm:suar derap langkah ketepak-ketepok)
    Mappa: Lurus!
    Pelatih: Ndobos!!

  3. @Raspati 65 : wakakakaka…sampeyan itu…yang bener tu kyk gini
    Mappa : Siap Mappa sebagai penjuru!
    Pelatih : Bersaf kumpul..,,mulai!
    (bgm:suara gedebak-gedebuk derap kaki yang susah bareng)
    Mappa : Luruskan!
    (bgm:suar derap langkah ketepak-ketepok yang lagi-lagi gabisa bareng)
    Mappa : Lurus!
    Pelatih : Tenane???
    Mappa : Beneran mas
    Pelatih : Didelok dhisik
    Mappa : Oh iya
    Pelatih : Lha kok mau wis diluruske???
    Mappa : (meneng wae)

    akhirnya dilencangke meneh

    :D :D :D

  4. Hwakakakakakakakak….mesakke Mappa…harusnya pake nama samaran…:D

  5. @mbak fimma : gapapa mbak…nek ngasih nama samaran susah ke targetnya :D

  6. EEHHHHHMMMMMM… T-T

  7. wehehehe..jangan ini yang dibicarain dateng,,,,saya hanya mengikuti alur saja

  8. wahaaahaaahaaaaaa,
    gaya ne persisssss bgt!
    top markotop deh!
    :D

    @orang yang disinggung : mas2, kalo batuk minum obat y!
    :D
    nnti g bisa ngurusin perkap loh,
    :D

  9. @orang yang disinggung : waduh,,keselek ya mas :D :D

Leave a Reply