Buat Apa Ragu? Lakukanlah!
Semakin hari, mungkin semakin banyak orang berpikiran, “Buat apa ada PADSkibraka (padskib)?“. Akan sangat banyak berpikiran, mengapa tidak dibuat sistem gugur saja? Buat apa membimbing dan mendidik orang sebanyak itu? Toh yang akan di kirim hanya 4 hingga 6 orang.
Mengajarkan ‘sulitnya hidup’ memang perlu, namun dalam Paskibraka, yang dibutuhkan bukan hanya skill baris-berbarisnya. Banyak sekali poin yang di nilai sehingga kita bisa menjadi Paskibraka yang terpilih. Salah satunya adalah rasa kesetiakawanan.
Di padskib, mereka diajarkan betapa ‘teman’ itu sangatlah penting. Belajar bahwa di sini, di padskib ini, mereka tidak sendirian. Mereka selalu sadar dan disadarkan bahwa teman yang ada di depan mereka, yang duduk di samping mereka, yang menduduki kaki mereka ketika sit up, adalah kawan, dan lawan. Mereka diajarkan “dimana aku harus menempatkan diri, kapan aku menempatkan mereka sebagai teman, kapan lawan“.
Mereka diajarkan bagaimana memimpin diri sendiri, memimpin teman, mengendalikan emosi, dan itu semua hanya bisa dilakukan ketika seseorang berada dalam suatu komunitas yang ‘jelas’ dan memiliki banyak teman.
Apa jadinya jika kita mendengarkan bisikan-bisikan semisal, “tiadakan saja padskib, buang-buang waktu“? Ya, tentunya yang terlahir adalah generasi egois nan menjengkelkan, karena yang mereka pikirkan hanyalah dirinya sendiri.
Temanlah, yang memberikan handuk ketika berkeringat, menyemangati ketika terjatuh, mengusap kepala ketika menangis putus asa, menyanyikan tembang ceria ketika murung. Di padskib, semua itu ada dan terbukti dapat menghasilkan Paskibraka-Paskibraka yang prestasinya tidak perlu di tanya lagi.
Di padskib pula, yang mengajarkan bagaimana menilai orang dan ‘berhati-hati’ terhadap perubahan sikap lawan bicara. Mungkin dalam pertemananpun hal ini bisa terjadi. Namun dalam hal ini, kita di tuntut untuk lebih peka dan dapat berpikir dengan cepat. Di padskib ini, hal itu secara sadar ataupun tidak, terjadi.
Dan kesemua itu tidak ada hubungannya dengan perkembangan zaman sama sekali. Di setiap zaman teman itu ada, derita itu ada, kepemimpinan diperlukan, memahami diperlukan, lantas apa yang membuat kita berpikiran, “Sudahi saja?“. Tidak! Padskib dibutuhkan, demi sekolah kita, terlebih lagi untuk Indonesia.
Jadi, apa yang membuat kita ragu terhadap komunitas menyenangkan kita, padskib? Padskib? LAKUKANLAH!
Asmaradana Angela


asmaradana angela? ini nanda bukan ya?
@Cah Mandraspati : doh,,,makanya dateng wawancara dong…itu adeknya Mbak San,,,dasar kamu ini…mosok nanda jenenge kyo ngono
hm?
namaku kebalik.
wahahahaha jadi inget muka e nanda terhina banget pas tak ceritain ttg komen ini
@ra2 : aku baru sadar kalo namamu salah
@mandraspati : waduhduh… yang terfikirkan hanya mas perfect
hmmmmmmmmmm…..
50%niat
50%semangat
@drestajumena : ini baru benar, niat dan semangat harus seimbang, 49,5%niat, 49,5%semangat, 1%bakat
yang penting kalo diajak ngomong ega gagu XD
haiyo nek kui,,
dan tau gethuk terbuat dari apa :p
Penanya : gethuk itu dari tepung beras atau tepung terigu ya? hahahahaha
Penjawab : eeemmm…tepung beras deh kayaknya
Penanya : oke…pertanyaan selanjutnya…kalau lagu “gethuk asale seko telo, itu dari daerah mana y?
Penjawab : ups….
wahahahahahahahaha jadi malu :p
lucu juga nek di inget2 hehe
@mbak fimma : ora ngono mbak,,
untuk dialog pertama udah bener
yang dialog kedua
Penanya : yakin dari tepung beras,,(tiba tiba ada orang nyanyi) “gethuk asale seko……”
Penjawab : (dengan tiba tiba) TELO!!!!
ahihihihihihi
wah saya saja lupa kalo jalan dialognya adalah seperti itu. mantab masih inget detil banget hahahaha
@ra2 : lha masalahe lucu tenan je,,nek kelingan kui ngguyu ngakak aku
huh
hahahahaha
rara curcol dikit2 yaa
bahasamu khas ra
ah mami memang mengerti aku :’)
whoaaaa jadi kangen padskib 07 ,pada mau main gak jadi jadi nih nyampe udah berapa tahun yaaa (-____-” )