Tidak Hanya Jago Kandang
“SMA 3 menang bukan karena gerakannya benar. Tapi hanya karena kompak thok!”. Kurang lebih beginilah kalimat yang terlontar dari salah seorang rekan –yang juga melatih sebuah peleton inti di suatu SMA di Sleman- mengkritik kemenangan-kemenangan SMA 3. Berangkat dari asumsi tersebut, beliau (Mr.Z) mengindikasikan akan mengadakan temu teknik antara PPI dengan TNI Polri untuk membahas gerakan-gerakan versi skep. Terminalnya mungkin saja hanya satu, memastikan kalau gerakan SMA 3 (SMA 1 juga disebut-sebut) salah dan kemudian harus dibuat kalah. Oke, pendapat terakhir ini memang sangat tendensius alih-alih membuatnya lebih halus dengan “agar terjadi kesepahaman juri dalam memberikan penilaian”.
Namun berhubung “rencana temu teknik” tersebut terlontar bertumpuk dengan asumsi tertentu terhadap beberapa peleton inti (tonti), wajar jika kemudian tujuan dibalik dari kegiatan itu bisa amat bias (tidak objektif) dan cethak. Perspektif ini semakin tajam kentara ketika Mr.Z (semua atas laporan rekan yang lain) menyimpulkan, kalau SMA 3 bertanding di Sleman, pasti kalah (dari tonti-tonti Sleman, -pen.)”. Terhenyaklah saya.
Saya mencoba menganalisis statemen tersebut. Pertama, ketika dikatakan SMA 3 akan kalah bila bertanding di Sleman, maka bisa disimpulkan minimal ada sistem penilaian yang berbeda. Artinya, bila di LBB lingkup Kota dan Propinsi penilaian didasarkan pada indikator keserempakan dan kecantikan, misalnya, maka di lingkup Sleman penilaiannya berbeda. Mungkin menggunakan indikator dompo dan tempo cepat.
Kedua, yang seharusnya tidak boleh terjadi, mengindikasikan juri-juri Kota, Propinsi dan Sleman punya pemahaman skep yang berbeda. Artinya, dengan adanya perbedaan tersebut, SMA 3 dan peleton inti dari Kota pada umumnya bisa menang di Kota dan Propinsi, dan karena itu akan kalah kalau bertanding ke Sleman. Sejelek-jeleknya tingkat ketepatan teori kedua saya ini adalah, standar juri di ketiga tempat tersebut berbeda. Boleh dikata, juri di Kota dan Propinsi terlalu baik hati, tidak se-sak klek juri Sleman. Wallahualam…
Lihat Dulu Faktanya di Propinsi
Masih menurut saya, statemen tersebut kurang tepat. Kalau ingatan saya tidak bocor-bocor banget, SMA 3 sepertinya pernah menjadi juara umum 2 kali berturut-turut (TA 2007/2008 dan 2008/2009) LBB PPI Propinsi yang diselenggarakan di UIN Kalijaga, Sleman. Tolong dicatat, di Sleman!
Mohon jangan langsung reaktif dengan mengatakan juri di LBB tersebut termasuk kategori juri Propinsi, sehingga meski letak penyelenggaraan lombanya di Sleman -tidak bisa dikatakan “bertipe” Sleman. Namun, jangan abaikan fakta terbesar bahwa koordinator juri LBB tersebut di tahun ajaran ini, berasal dari PPI Sleman. Koordinator juri adalah sang pemimpin yang akan membawa bagaimana peserta LBB tersebut harus dinilai, apa saja yang dinilai, dan bagamana cara menilainya. Mohon maaf, rekan saya tadi terlibat aktif disana. Nyatanya, SMA 3 tetap menang bukan? Ayolah, bahkan satu-satunya gelar yang lepas dari tonti-tonti Kota, Danton Terbaik Putra, dibawa pulang utusan dari Gunung Kidul, bukan Sleman.
Lihat Lagi Fakta di STIM YKPN
Kebiasaan/ kebijakan dari pengurus PPI saat ini; bila sebuah akademi atau perguruan tinggi berniat mengadakan LBB, dan kemudian meminta bantuan kepada pengurus PPI, maka anggota yang diterjunkan akan lebih difokuskan pada anggota PPI dimana akademi atau perguruan tinggi tersebut terletak. LBB STIM YKPN yang berlangsung tahun ajaran lalu, terletak di Sleman. Panitia intinya tentu dari PPI Sleman. Juara umumnya, SMA 3 (lagi). Detailnya, SMA 3 menjadi pemenang di kategori peleton putra, komandan putra dan komandan putri. Sedang juara peleton putri diambil SMA Muh 2, juga dari Kota Yogyakarta. Dimana peleton-peleton Sleman?
Satu-satunya Pengecualian
Akan tetapi, saya mengakui ada sebuah peleton inti (Sleman) yang bisa mengalahkan SMA 3. Adalah peleton SMK Penerbangan yang menjadi juara pada LBB Sanata Dharma di awal tahun 2007/2008. Ketika itu, lomba tidak mempertandingkan kategori-kategori seperti pada umumnya. Disini hanya ada 2 kategori lomba, peleton dan komandan, tanpa pemisahan antara putra dan putri. Bahkan sebuah peleton (berisi 16 orang termasuk komandan) boleh saja campuran putra dan putri. Disini SMA 3 kalah, hanya menjadi runner up.
Namun silahkan tilik dewan jurinya. 100% juri yang digunakan berasal dari POM AU. Kalau tidak salah, bukankah SMK Penerbangan itu berada dalam naungan AU? Sungguh chemistry yang tepat, mendatangkan juri 100% dari kalangan AU juga. Tanpa mengurangi rasa hormat pada SMK Penerbangan –yang memang bagus-, fakta kemenangan mereka pada LBB yang satu ini tidak bisa dijadikan dasar statemen “SMA 3 kalah dari peleton-peleton inti Sleman, di Sleman”. Kurang fair.
Sister School
Selamanya Mr.Z bisa mengelak untuk mengakui kesalahan statemennya. Nyatanya, sebuah kemustahilan untuk menghadirkan SMA 3 di LBB-LBB yang dikhususkan untuk peleton inti se-Kabupaten Sleman. Beliau cerdik, karena dengan begitu teorinya tidak akan pernah benar-benar runtuh. Meski ada celah, dengan cara mengundang SMA 3 untuk tampil sebagai “bintang tamu”/ eksebisi, namun saya tidak yakin hal ini bisa terwujud.
Satu-satunya jalan yang paling masuk akal untuk menengahi konflik ini adalah menjadikan SMA 1 Mlati sebagai indikator. Seperti yang kita ketahui bersama, dalam lingkup peleton inti (putri), SMA 1 Mlati adalah sister schoolnya SMA 3 Yogyakarta. Dalam istilah pakem kedua sekolah tersebut, mereka berdua adalah saudara seperguruan. Beberapa pelatih SMA 3 terjun membantu pelatihan di SMA 1 Mlati sejak pertengahan tahun ajaran 2007/2008.
Sudah pasti dengan begitu, teknik yang digunakan oleh SMA 1 Mlati sama persis dengan yang digunakan oleh SMA 3 Yogyakarta. Perbedaannya hanyalah tingkat kematangan peleton, dimana ketegasan dan keserempakan SMA 1 Mlati masih jauh dibawah SMA 3. Hal ini wajar, karena memang baru setahun terakhir ini mereka menerapakan pola penerapan teknik “padepokan karetan”. Karena itu, jika memang dikatakan SMA 3 akan kalah bila bertandang ke Sleman, tolong lihat dulu prestasi SMA 1 Mlati.
Akhirnya…
Poin penting yang perlu ditekankan dalam memandang kualitas SMA 1 Mlati saat ini adalah mereka belum sepenuhnya matang. Memang secara teknik sudah bagus, namun kultur sekolah yang berbeda membuat sistem pelatihan angkatan baru tidak bisa seintensif SMA 3 Yogyakarta. Inilah yang membuat tingkat kematangan peleton mereka belum bisa mencapai grade A. Walaupun demikian, perubahan besar nyata-nyata terjadi begitu mereka menjadi sister schoolnya SMA 3 Yogyakarta. Gagal total di LBB PPI Kab Sleman tahun 2007/2008 sehingga tidak bisa bertarung di LBB PPI Propinsi ditahun yang sama (melanjutkan periode negatif lebih dari 2 tahun sebelumnya), merupakan akhir dari masa-masa gelap SMA 1 Mlati. Karena setelah itu, ada revolusi besar-besaran. Inilah hikmah kekalahan.
Seminggu setelah melakukan revolusi teknik, peleton putri SMA 1 Mlati mengikuti LBB STIM YKPN 2008 yang menghadirkan tonti-tonti mayor di DIY. Meski hanya menempati juara harapan 3, mereka sesungguhnya menjadi yang terbaik dibanding tonti-tonti lain dari Sleman! Satu-satunya yang disayangkan, SMA 1 Sleman tidak hadir.
Dengan semangat baru, kembali SMA 1 Mlati mengikuti LBB Hardiknas Sleman 2007/2008. Kali ini dengan kehadiran sang jawara, SMA 1 Sleman. Walau sebelumnya sangat optimistik, SMA 1 Mlati harus puas menjadi runner up. Setelah itu, hadirlah kembali LBB PPI Kab Sleman (2008/2009). Masih dengan ingatan setahun lalu dimana mereka gagal total sehingga tidak dapat melaju ke Propinsi, SMA 1 Mlati tampil penuh harap. Hasilnya, (lagi-lagi) runner up dibawah SMA 1 Sleman.
Yang ingin saya sampaikan disini, lihatlah SMA 1 Mlati, yang telah menjadi kekuatan baru di Sleman. Lihatlah pula, mereka setidaknya sudah ajeg “memesan” posisi runner up. Lihat lagi, mereka sesungguhnya belum benar-benar matang. Karena itu, tolong lihat lagi statemen diatas, “Apa benar SMA 3 akan kalah bila bertanding di Sleman?”. Tolong, kalahkan dulu dengan telak sister schoolnya. Dan tolong, bersabarlah menunggu hasil LBB Hardiknas Sleman 2008/2009. Siapa tahu SMA 1 Mlati menjadi juara. Jika memang terjadi demikian, tolong bantu diri anda dari rasa malu. Kalau belum puas, silahkan undang SMA 3 menghadiri LBB-LBB anda di Sleman. Kita bukan jago kandang kok…


tulisan bagus:
provokatif.
eh. relatif ding. siapa dulu yang mbaca.
Kalo aku terprovokasi lho…:))
Wah boleh juga tuh kalo sekali-kali mendampingi lomba di kabupaten lain, bisa merasakan suasana (karakteristik.red) lomba yg lain…skalian piknik…
Wah, mbak san belum tahu ya? salah satu Tagline blog bhapad yang direncanakan rilis kan: “BLOG BHAPAD lugas kritis provokatif”. Ini jelas lebih bagus dari usulnya rankin, “dilapangan kita bertarung, didunia maya kita bersua”. Ada usul lain?
Blog bhapad “media online peleton inti”. Gimana?
Kalau SMA 3 tandang, minimal menghibur penonton kan?
lugas, kritis, provokatif,,
lumayan tuh. Tapi nek bisa cari yang rimanya mirip dong..
Blog Bhapad: cepat, tajam, terpercaya, faktual, fenomenal, dahsyat, fantastis, bombastis!
@ mas admin: itulah knapa aku mau ktemu
artikel yg aga “lebai”. bukannya qt tbiasa dicemooh orang? lbh baik buktikan dg karya nyata& prestasi. ya ndak?
@ din :
Menurut saya, tidak lebai juga kok. Masuk akal malah. Saya lebih setuju dikedepankan kerendahan hati. Karya dan prestasi bersifat faktual. Tidak perlu dibuktikan, orang sudah bisa melihat.
@mas admin
ketoe malah jadi mirip kayak bukan berita di bukan empat mata
bagus banget bang tulisannya….
SAYA setuju kritik membangun…
semoga sma 1 mlati jadi juara lbb hardiknas sleman
lebih baik rendah hati dari pada sombong…..
buktiKAN ….BANG
hasil LBB HARDIKNAS sleman putri kategori pasukan : SMK I DEPOK(1), SMA 1 KALASAN (2), SMA 1 PAKEM (3),SMA 1 MLATI (4).
weihhhhhhhhh….tambah hebat aja coment nya
ternyata galih belum berubah….
masih seperti dulu yaaaaaa
kasian tu temen temen yang di padmanaba jadi kelinci percobaan…..
apalagi sma 1 melati,….. masih polos banget bossss
ingat bos sejarah kamu dulu…..
pernah jadi pengurus PPI Prov DIY, tapi gagal……
mbok ya tau diri…..
sampean ki wes tuooooo
kok tingkahe koyo bayi wingi sore…..
ngono ngono ning yo ojo ngono…
sudah lah tak perlu aku ungkapkan kebusukan mu di masa lalu….
yang jelas aku prihatin dengan teman teman di sma 1 mlati n padmanaba…..
sukses buat padmanaba n bravo for sma 1 mlati……
information :
hasil LBB Hardiknas sleman
kategori pasukan Putri
juara 1 : SMK N 1 Depok (312)
juara 2 : SMA N 1 Kalasan (302)
Juara 3 : SMA N 1 Pakem (366)
ururan 4 : SMA N 1 Mlati (314)
urutan 5 : no dada (324)
urutan 6 : no dada (352)
urutan 7 : no dada (308)
urutan 8 : no dada (358)
urutan 9 : SMA N 1 Sleman (330)
urutan 10 : no dada (322)
Urutan 11 : SMA N 1 Mlati (310)
dan seterusnya
kategori putri Komandan
juara 1 : SMA N 1 Sleman (330)
juara 2 : SMKN 1 Depok (312)
Juara 3 : no dada (352)
urutan 4 : SMAN 1 Kalasan (302)
urutan 5 : SMK 1 Tempel (308)
urutan 6 : no dada (366)
ututan 7 : no dada (322)
urutan 8 : SMA N 1 Mlati (314)
dan seterusnya
Juara umum diperoleh SMK Penerbangan
maaf informasinya kurang lengkap, waktu pengumuman lupa mencatat.
keterangan lebih lanjut ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman
Terima kasih..
terimakasih atas sarannya yang mungkin dimata anda kurang berkenan tapi apakah anda mendengar langsung dari Mr,z sendiri atau dari orang. jika itu tidak berkenan di hati anda ya mungkin Mr.Z akan meminta maaf tapi kalau anda melihat dari semua yang terjadi di lapangan apakah salah jika kita belum pernah bersama utntuk membahasnya dan duduk bersama untuk membuat kajian tentan skep dan atura yang baku akan lebih indah jika itudi adakan bukan hanya dari dari cerita orang. tapi coba kita melihat mR.Z itu mempunyai argumen kenapa dan bagai mana MELIHAT pemaalahan tsb dan tolong croschek hal tsb saya rasa itu akan menjadi suatu diskusi yang menarik. saya rasa juga teman2 atu Mr.z tersebut juga akan belajar dari anda dan perlu diketahui bahwa semua itu harus di singkronkan bukan malah di jadikan ajang suatu pertentangan dan pembenaran sendiri-sendiri coba kita semua harus melihat masih ada adek2 atau anak didik kita yang seharusnya belajar memahami suatu permasalan atau kesalahpahaman dan persangian yang indah bukannya suatu pembetulan dan pembuktian ita juga harus melihat diri kitA yang kata orang udah tua dan apakah kita akan memegang selamanya coba kita berbenah demi adek2 dan anak didik kita berilah dia suatu warisan yang berharga dan indah……
TULLLLLLLLLLL…………………..
SEPAKAT…………….
AYO KITA BUKTIKAN
Woalah mas iki loh. Ya nasib lah, sma 1 mlati cuma juara 4. Emang lagi jelek kemarin komandannya, ada lupa gerakan dan ada gerakan salah yang tidak diulang. Ya gitu deh jadinya, kalah…
@saya88: mas terlambat. Dilingkup Kota yogyakarta udah pernah ada bedah skep yang difasilitasi PPI Kota. AAU ketika itu dihadirkan sebagai narasumber
Jadi, bukannya tidak mau membahas dan duduk bersama untuk mengkaji skep dengan anda. Sebaiknya anda mengadakan bedah skep aja dulu, menghadirkan TNI/Polri. Semua sekolah diundang… Gimana mas? Meski saya udah berkali-kali ikut bedah skep, bolehlah diundang (tapi jangan jadi pembicara)
udah ikut berkali kali tapi kok ngk sama ya sama yang di skep!!!!!!!!!!
ah mas galih nie becanda ya…..
apa emang sengaja mau nyalahin aturan…
yah namanya juga galih si sandal jepit…….
tetep aja otaknya kejepit..
HE he he he he he he he
OOT…Kok mas radya raya ga konsisten,,,dulu 45 sekarang 40 hehehe…itu nomer apa to mas???
btw,,, jangan tengkar di sini. ra ilok dibaca orang2
kalo ditelaah… LBB hardiknas jumlah materi yang di8lombakan jauh lebih sedikit daripada LBB PPI Prop 08. dan gerakannya lebih sederhana… kok komandannya bisa lupa ya? dan dulu kok bisa ngotot semua gerakan di LBB PPI prop 08, dilaksanakan tanpa terlewat ya? hmmm…. yang bener yang mana ini??
LHA artikel ini ngomongin ap ini? SMA 3, SMA Mlati, Sleman, Kota, Skep, wah complicated bgt ya…. mbok hemat energi to…. save your own world… such a shame if have to end up like this…
WAH PAK rw KI PIYE TO….
mie jawa aja ada magelangan……
jadi ya bisa aja penjual koran jualan sepatu….
Mr sandal jepit mau beli ngk?
hahahaha..
mas Dibyo ini sukanya pake istilah2 aneh. sandal jepit, mie jawa, besok apa lagi mas???
Silahkan beradu argumen, tapi jangan mencari musuh
Aku masih junior, menonton saja deh hha
Dadadam dadadam…
sapa sih mister Z??
aku Zaki AKbar…
yah kita clear kan di bedah skep PPI Propinsi
biar lebih jelas,.
biar ga ada yang sotoi (sok tau)!!!!!!!
Pak RW (komen 21) tentu bukan panitia LBB Prop. SMA 1 Mlati yakin gerakan lengkap bahkan sudah ngirim CD video dokumentasi kami ke panitia
Dijamin lengkap deh. Dari situ kami yakin, mungkin ada kesalahan rekap yang -akhirnya- bahkan sudah diakui langsung oleh mas dantok (panitia). Jadi untuk yang ini masalah sudah jelas, SMA 1 Mlati di LBB Propinsi kemarin seharusnya bukan juru kunci.
Sedang untuk di LBB Hardiknas kemarin, peleton kami memang persiapannya mendadak. Danton kelas 2 memang gerakan lengkap, tapi ada kesalahan peleton di pos. Itu yang mungkin bikin mereka jadi peringkat 4. Kalau yang kelas 1, cetha ada gerakan bolong. Yah nasib mas…udah skep diklaim salah oleh beberapa orang, e e e…kitanya sendiri nggak sedang dalam kondisi puncak. Lumayanlah kalahnya, setidaknya bisa memuaskan beberapa orang hehehe….
Kapan mas bedah skep PPI Propinsi?
Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.
hah? bedah skep PPI propinsi? ada ya? tauku malah kota yang mau ngadain..
Rekap, untuk peleton putra di LBB Hardiknas,
Juara 1 : SMAN 1 Kalasan
juara 2 : Stembayo
Juara 3 : Penerbangan
n sekarang juara umumnya SMAN 1 Kalasan.noh pialanya sekarang ada di sekolahan. merah berkilau. n akan kami pertahankan.^^
radya raya 45 ato 40
kisruh ro q wae yo…
cerewet wae…
Fufufufu….
Radya raya 45….
Kesalahanmu di masa lalu pun akan selalu diingat orang…
Mau kusebutkan tanggal dan tahunnya?
Jamnya kalau perlu?
Kekekekekekekeke…..
elehhhh bocah………cangkemmu mambu sekaliiiii………..sikatan dulu gih…….
@ale…sebelu karo radya raya karo aku ndisik po……..
lucunyakalian ituuuu……… koyo wis ampuh ampuho wae…….
ealah…… mbok mikir to leee……
34:Raspati 65 – June 24th, 2009 pk. 9:30 pm:
boleh-boleh. biar heboh…., biar bisa mengenang masa lalu, hehehehe
buset,,,
ini forum kok malah jadi ajang buat berkelahi melalui kata2.
kok jadi melenceng dari fungsinya.
mas Admin gimana dong??
Ternyata di mana aja kota bikin meri kabupaten ya ..
mengapa begitu ?
wah, sma 3 ki cen gudange *****! isine *** kabeh. sing lanang *****, sing wedok ******! tonti isone mbayar juri! ******!! saiki wani ra teko neng sleman! kene by 1 karo sekolahku, teknik e adoh menang nggonku!! SMA 3 KI TONTI OPO ****** BARIS??
[maaf komentar ini harus kami sensor karena banyak kata tidak sopan - mas admin]
Mas/mbak K****L B***K yth, silakan anda buktikan perkataan anda di atas. Kami yakin anda orang berpendidikan dan berani mempertanggungjawabkan perkataan anda.
RASAH BACOT!! SEKOLAHMU ISI NE MUNG ****** ***** ***** WE KAKEHAN BACOT S*!!
[maaf, terpaksa disensor (lagi) karena ini bukan blog yang membahas topik seperti itu-mbak admin]
haha.. kita serahkan ke publik menilai siapa yang baik/buruk, siapa yang benar/salah
@ orang yang komennya terlalau banyak di sensor .
terimakasih
HIDUP PADMANABA
@ mas/mbak K****L B***K…oiya kelupaan…terimakasih karena sudah meramaikan blog ini dengan pendapatnya…
Semoga blog ini bisa menjadi ajang interaksi Tonti (paling tidak) di lingkup DIY…:D
the end…..
akhiri saja
hha..hidup Padmanaba!
pokoke hidup Bhapad 64!
tong kosong nyaring bunyinya atau air beriak tanda tak dalam