Bhayangkara Padmanaba

-not only technique-

Pakibraka, Bukan Putri Salju

Paskibraka, Pasukan Pegibar Bendera Pusaka. Setiap mendengar kata itu yang ada dalam benak kita adalah siswa-siswi SMA yang mengibarkan Sang Merah Putih pada tanggal 17 Agustus di Istana Negara. Dengan menggunakan seragam putih-putih dan mengenakan sepatu vantofel (bagi putri), sepatu PDH (bagi putra), menggunakan korps, rambut cepak bagi putera dan rambut pendek bagi putri berbaris dengan kompak dan meyakinkan. Tegas, berwibawa, beraura, dan anggun (bagi putri) yang mewarnai penampilan seorang paskibraka ketika melaksanakan tugasnya.

Untuk menjadi seorang Paskibraka tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan (wah, bahasanya pasaran). Banyak kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh seorang anggota Paskibraka, seperti tinggi badan minimal 160 cm bagi putri dan 165 cm bagi putra (seperti edaran PPI Kota dan Dinas Pendidikan Kota tahun ini), berat badan ideal, mata sehat, tidak memiliki penyakit kronis, fisik yang kuat, mental baja, kemampuan baris yang baik, kemampuan akademik dan non akademik yang baik adalah beberapa syarat menjadi seorang paskibraka.

Banyak pro dan kontra mengenai kriteria-kriteria menjadi seorang anggota paskibraka. Sebagai contoh adalah tinggi minimum seorang paskibraka. Pernah teman saya mengatakan kepada saya ”Andai saja ada dua calon paskibraka putri di sebuah kabupaten/kota. Yang satu memiliki tinggi badan kurang dari 160 cm sebut saja A, dan seorang calon lagi memiliki tinggi badan yang memenuhi kriteria seorang paskibraka sebut saja B. Apakah hanya B yang akan lolos menjadi anggota paskibraka ke tingkat yang lebih tinggi (ke tingkat propinsi atau nasiuonal misalnya)? Padahal A memiliki kemampuan lain yang lebih dibandingkan dengan B. A memiliki etika yang baik, pengetahuan seni yang cukup, pengetahuan yang luas dan masih banyak lagi.”

Mengenai hal tersebut sulit untuk memberi komentar.

Saya sangat setuju bila seorang anggota Paskibraka harus memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme tinggi, etika yang bagus, penguasaan budaya yang baik, prestasi akademik mumpuni (apalagi yang dari Jogja, kota pelajar), dan prestasi non akdemik yang lumayan, karena seorang paskibraka akan menjadi salah satu teladan bagi masyarakat sekitarnya. Selain itu, syarat yang lain tentunya kekuatan dan daya tahan fisik yang prima serta mahir baris berbaris (La wong secara praktis, tugas Paskibraka tuh banyak barisnya kok).

Apa yang akan dikatakan oleh masyarakat Indonesia jika anggota paskibraka cenderung dilihat dari postur dan face? Bukankah dia lebih baik ikut kontes Putri Indonesia saja? Intinya, apa yang bisa membedakan Paskibraka dengan kontes semacam putri-putrian seperti itu? Kita harus mencari Paskibraka, bukan putri salju!

Oleh • Apr 20th, 2009 • Kategori: PADSKIBRAKA

Tag :

17 Responses »

  1. hm. sapa yang nulis ni?
    aku punya jawaban buat kasus si A dan B ini. melalui pembicaraan yang nggak sengaja, tepat hari ini. haha.. kayaknya udah bisa ditebak jawabannya.

  2. bener juga.
    selama ini masyarakat masih memilih Paskibraka berdasarkan face…. dan postur.
    urutannya face,postur,baru kemampuan

  3. untung kmu bukan putri salju..tpi kmu putri buruk rupa…hehehe..becanda wii :D
    tpi beruntung ya kmu bisa masuk jdi calon paskib,,coba klo enggak..bakalan tetep jerawatan mukamu…

  4. aku rasa tidak seperti itu….

    selama merah diatas dan putih dibawah aku percaya dengan sistem seleksi dari dulu ampai sekarang……
    cuma kita aja yang sok tau ngasih sisitem penilaian….
    selama ini an bendera ngk pernah kebalik to….
    jadi percaya deh sama tim seleksi…
    aku yakin mereka lebih tau dari pada kita

  5. Yang bendera kebalik pas tugas tuh angkatanku,, 98. Kesalahan teknis, human eror, kurang hati-hati

  6. yang tentang ajudan ra cetho itu to mas?

  7. gak bener apa yang dikatakan masyarakat indonesia. kalo paskibraka cuma dilihat dari face dan postur aj. buktinya galih ini yang katanya angk 98. pinter banget… tapi sayang energinya terbuang untuk hal-hal yang gak berguna….

  8. Klo aku wajib itu…….

    Masak Kaki pincang, mata juling, tangan bengkok, pinggul bereng, perut besar, tinggi kurang, hidung buntu JADI PASKIBRAKA…….

    APA NGK ADA SISWA SISWI/GENERASI MUDA YANG SEHAT DI NEGERI INI…..

    APA KATA DUNIA…….

  9. tapi percuma juga ada orang perfect secara lahiriah, tapi ngk punya sopan santun n ngk pinter pula

    APA KATA DUNIA….. KALAU PASKIBRAKA NGK BISA JADI TELADAN…

  10. tullllllllll………………
    dirumahku banyak cermin….
    (hehe….) boleh kok klo mau pinjem

  11. Tolong dibaca lagi artikelnya…Bukan dinilai face dan postur thok… namun cenderung.

  12. Tutup mata hatimu dari kebencian, jangan selalu gelisah, hiduplah dengan kesederhanaan, pengeluaran yang terbatas, memberi yang banyak, selalu bernyanyi, selalu berdo’a, lupakan masa lalu…selalu berpikir dengan perasaan, beri perasaan hatimu dengan cinta seperti matahari yang akan terbit…semua itu merupakan lingkaran emas dari kehidupan yang pasti akan berhasil.

  13. radya raya 45 ki sopo??????
    cereweeeeeeet wae anane….asu tenan

    kisruh ro q wae yooo….

  14. matane radya raya 45 ki picek

    antemi wae….
    nek perlu diuyuhi pisan ndase…

  15. Saya sudah tahu siapa radya raya 45…

    Ingat kakakku yang terhormat,berhati-hatilah menggunakan internet…

    Kekekekeke….

    Aku melihat sosokmu dengan jelas…

    Lucu juga melihat panjenengan menggunakan kedok radya raya 45…

    I wonder what is that name means…

  16. Indrajit, aku wis komen lho…

    Nek kowe ndelok komenne sepisan meneh, kowe mesti dong sopo kuwi radya raya…

  17. to : Raspati 65 – June 24th, 2009 pk. 9:17 pm
    emang yg lucu apa to???

Leave a Reply