Jampi Maling
Beberapa hari lalu, tanpa sengaja, saya tertarik pada judul sebuah artikel yang dimuat harian Kedaulatan Rakyat. Saya lupa judul pastinya, tapi intinya ada seorang maling yang ketika beraksi, tidak mengenakan pakaian. Tulisan ini sama sekali tidak akan menampilkan sisi vulgar dari kejadian tersebut. Suwer! Silahkan baca kalau nggak percaya.
Usut punya usut, rupanya sang profesional dalam dunia permalingan tersebut sudah terlebih dahulu berkonsultasi dengan tenaga ahli. Tidak mau kalah dengan para politisi yang banyak memesan tim sukses, sang maling juga melakukan hal demikian. Bedanya (atau nggak beda ya?), maling ini memesan “jampi” pada seorang dukun. Alhasil atas dasar keprofesionalan, sang dukun memberikan pendapat “ilmiah” bahwasanya agar tidak ketahuan dalam melakukan aksi maling, sang konsumen harus melakukannya dalam keadaan bugil.
Dan ternyata, strategi ini berhasil. Disebuah hotel (atau motel, lupa) sang maling beraksi tanpa ketahuan. Karuan saja yang kemalingan kelabakan. Untung dia segera lapor polisi… (bersambung setelah paragraf dibawah)
Pesan dari cerita diatas: saya membayangkan kalau Bhapad maju lomba dengan memakai strategi ini. Tak jamin, para klebet man nggak bakal tahu kalau kita sudah melanggar batas garis pos. Para pendamping juri juga nggak bakal tahu kalau jumlah anggota peleton kita nggak sepuluh lengkap. Juri-juri juga tak akan tahu kalu komandan kita membaca krepekan materi didalam pos! Mantep to?
…(sambungan dari 2 paragraf diatasnya). Setelah lapor, sembari mengaku tidak melihat pelaku, polisi lalu mengecek kamera cctv hotel/ motel tersebut. Weladalah, langsung ketahuan ada maling bugil sedang beraksi. Ternyata, kekuatan jampi dukun tersebut meski bisa menipu mata manusia, tapi gagal meredam kemajuan teknologi. Kasihan, ketangkep deh…
Pesan dari paragraf terakhir: saya akhirnya jadi ingat, seandainya Bhapad tetap menggunakan jampi-jampi ini ketika lomba, pasti bakal ketahuan curangnya. La wong kemanapun Bhapad pergi, ada banyak kamera mengikuti. Iyo ra?


wakakakaka
selain ke dukun, harusnya si maling konsultasi ke Oom Roy Suryo juga
bner bgt tuh
weleh…..
wahhh, buener banget tuh
pasti ada kamera dimana mana…
hehehehe…
wah, harusnya yang nyari dukun yang dong teknologi tuu
Kalau bhapad sampai pake strategi itu…Aku emoh nonton…
Meski peleton putra yang makai mbak?
Hehehe….ya udah kupertimbangkan lagi…:))
wah otaknya……:P
mungkin sekarang jampi2ny udah bisa dipake tuh. aku g begitu yakin kita masih dikuntit kamera2. haha.. ayo Mbak Fimm,, siap2
hahaha….
ada-ada aja…