Dream Team IV Bisa Jadi Yang Terbaik
Empat generasi Dream Team telah dilahirkan Bhayangkara Padmanaba (Bhapad). Dream Team III tercatat masih menjadi yang terbaik hingga saat ini, namun Dream Team IV siap menjadi suksesor yang sempurna.
Rangkaian LBB pada musim 2008/2009 memang belum berakhir. Setidaknya masih ada 3 LBB potensial yang semoga saja dilangsungkan, LBB UST, Sadhar dan STIM YKPN. Akan tetapi dalam separuh lebih perjalanan, litbang Bhapad –yang masih sedang bekerja- mulai memberi sinyal positif dalam mencermati perjuangan tim Bhapad tahun ini. Ya, diawaki angkatan 65 dan 66 yang sukses bergelar Dream Team IV sejak LBB Menwa UII (baca artikel terkait, “Dream Team Bhapad?”), SMA 3 dibawa sebagai aktor utama dalam berbagai perhelatan LBB (kecuali di kompetisi perdana, LBB SMA 7).
2 tahun lalu, Dream Team II (DT II) memang dikatakan fenomenal. Lewat kerja kerasnya, SMA 3 yang sebelumnya miskin gelar berubah menjadi calon penguasa baru pertontian DIY. Meski berhasil memboyong juara umum Kota dan Propinsi, kekuatan skuad DT II belumlah merata. Dari 4 peleton yang diterjunkan, hanya 3 diantaranya yang bisa diharapkan membawa pulang piala.
Perimbangan kekuatan baru terlihat di skuad DT III setahun kemudian. 2 peleton putra, 2 peleton putri, 2 tim komandan putri dan 2 tim komandan putra seluruhnya bisa meraih gelar pemuncak. Meski demikian, kategori komandan putra masih merupakan rantai kekuatan yang paling lemah. Tercatat dari seluruh LBB yang diikuti DT III, hanya sekali saja tim komandan putra SMA 3 berhasil menjadi juara 1. Itupun di LBB terakhir 2007/2008 (STIM YKPN) ketika komandan terbaik dari sekolah lain tidak turun. Dengan perimbangan kekuatan yang merata seperti ini, ditambah kuantitas prestasi yang berlipat, DT III dicatat sebagai tim terkuat yang pernah dimiliki SMA 3 hingga saat itu.
Memasuki tahun 2009, sejarah yang ditorehkan DT III tahun lalu tampaknya mendapatkan ancaman (positif) serius. Para junior mereka di DT IV boleh dikata “kemaruk”. Sepanjang keikutsertaan mereka di berbagai LBB tahun ajaran ini, beberapa sejarah baru telah dibentuk. Di LBB Kota dan SMA 8, misalnya, juara peleton putra-putri dan komandan putra-putri direngkuh seluruhnya oleh SMA 3 (sapu bersih). Belum lagi ditambah posisi one two yang berulang kali tercipta. Alhasil, dengan indikator yang seluruhnya sedang on on on on, DT IV bisa menjadi sejarah terbaik bagi SMA 3 Yogyakarta.
Rekam Jejak Peleton
Seluruh LBB pada musim 2008/2009 diikuti oleh tim Bhayangkara Padmanaba (kecuali LBBnya sendiri, LBB Padmanaba). Tercatat 5 LBB yang diikuti mulai dari LBB SMA 7, lalu Menwa UII, PPI Kota, PPI Propinsi dan terakhir LBB SMA 8. Khusus di LBB perdana, LBB SMA 7, SMA 3 seperti halnya sekolah lain, hanya mengirimkan peleton kelas 2 (XI) karena peleton kelas 1 (X) belum terbentuk.
Dari 5 LBB diatas, tersedia 10 gelar peleton terbaik; 5 untuk peleton putra dan 5 untuk peleton putri. Tidak tanggung-tanggung, sembilan dari sepuluh gelar tersebut dibawa pulang ke SMA 3. Satu-satunya gelar yang lepas adalah juara peleton putri di LBB SMA 7.
Dibagian putra; juara LBB SMA 7 dan Menwa UII beruntun dicomot peleton kelas 2, setelah itu sang adik membalas dengan menjuarai LBB PPI Kota dan juga Propinsi sekaligus. Baru di LBB terakhir, LBB SMA 8, peleton kelas 2 kembali menjinakkan adik-adiknya.
Dibagian putri; setelah hancur lebur di LBB SMA 7, SMA 3 menjuarai LBB Menwa UII lewat sang rookie. Tidak mau kalah, peleton kelas 2 balas dendam dengan menjuarai LBB PPI Kota. Setelah dipecundangi sang kakak di Kota, peleton debutan kembali merajalela di LBB PPI Propinsi dan kemudian SMA 8 (baca artikel terkait, “Putar speakernya keras-keras”).
Tak sekedar beroperasi di jalur juara, gelar tersisa juga eman-eman kalau dibiarkan lepas. Menggenapi gelar juara yang nyaris dijilat habis, peleton putra juga bertanggungjawab atas raihan runner up di LBB PPI Kota dan SMA 8. Peleton putri lebih nggilani. Mungkin untuk menebus kekalahan di LBB SMA 7, mereka melengkapi gelar juara di 4 LBB terakhir dengan runner up di LBB Menwa UII, PPI propinsi dan SMA 8.
Rekam Jejak Komandan
Untuk kategori komandan, giliran putri Bhapad yang merajalela. Setelah gagal di LBB SMA 7 dan menwa UII, danton putri terus menjuarai 3 LBB terakhir, seluruhnya oleh kelas 2. Di bagian Putra, danton-danton kita hanya menang di LBB Kota (oleh kelas 2) dan SMA 8 (kelas 1).
Meski tidak sendugem peleton, gelar hiburan para komandan masih ditambah dengan runner danton putra dan putri PPI Kota (seluruhnya kelas 2), peringkat 3 danton putri PPI Propinsi (kelas 1), dan runner up danton putra SMA 8 (kelas 2).
Hmmm…, tampaknya sepak terjang DT IV benar-benar ancaman bukan?
Kosakata baru:
On on on on, sendugem


woh….DT IV.. sendugem ki opo mneh..?
lha mboh