Bhayangkara Padmanaba

-not only technique-

My First…

My First PPI Provinsi

Pada hari Minggu, tanggal 30 November 2008 kemarin, saya, teman-teman CaBhapad 66 dan Bhapad 65 seluruhnya mengikuti lomba PPI Provinsi di UIN Sunan Kalijaga. Ajang PPI Provinsi ini diadakan satu tahun sekali, sebagai puncak dari rangkaian acara LBB 2008.

Sebelum mengikuti PPI Provinsi 2008 ini, kami (CaBhapad 66 khususnya) telah mengikuti Lomba Baris-Berbaris di UII, PPI Kota, dan LBB SMA 3 (tidak ikut lomba, hanya eksibisi). Dari ajang-ajang tersebut kami telah menorehkan prestasi yang cukup membanggakan.

Sebelum PPI Provinsi, saya dan teman-teman CaBhapad 66 melaksanakan latihan rutin seperti biasa. Agak khawatir juga, karena terkadang peleton kami belum lengkap pasukannya dan belum bisa menunjukkan progress yang baik. Kami juga sempat diperingatkan oleh kakak-kakak pelatih karena itu. Dan akhirnya, pada hari Jumat tanggal 28 November 2008, di saat saya dan teman-tyeman CaBhapad 66 sedang berlatih baris di lapangan tengah, tiba-tiba datanglah para Perangkat Desa (Perdes) kami. Mereka baru saja mengadakan pertemuan dengan Perdes 65 di ruangan IPS satu. Dalam pertemuan itu, mereka membahas tentang peminjaman seragam Bhapad (Bhayangkara Padmanaba) oleh kami, CaBhapad 66. Akhirnya sang Lurah putri, Tia, berujar serta menawarkan lebih lanjut kepada kami, apakah kami ingin/berkenan memakai seragam itu pada saat PPI Provinsi besuk Minggu. Kami pun memutuskan berkenan untuk mengenakan seragam itu. Dan mereka pun kembali ke ruang IPS satu, lalu beberapa saat kemudian mereka datang kembali, dan mereka berkata kita (CaBhapad 66 seluruhnya) diizinkan untuk memakai seragam tersebut apabila kita bisa memenuhi konsekuensi . Konsekuensi itu adalah kita harus mampu menunjukkan progres yang signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Kita pun menyanggupinya. Dan ada satu hal lagi yang penting, seragam Bhapad itu masih berstatus pinjaman. Oleh karena itu, kita harus menjaganya baik-baik dan apabila ada salah satu atribut yang jatuh ataupun menyentuh tanah harus push-up/knee-up satu seri (sepuluh kali). Saya merasa senang, walaupun seragam Bhapad itu masih sebatas dipinjamkan. Saya terharu saat saya mengambil jas Bhapad yang di situ telah terpampang badge nama saya dari atas meja.

Keesokan harinya, Sabtu tanggal 29 November 2008, kami (CaBhapad 66) berusaha keras untuk menunjukkan progres yang signifikan sesuai konsekuensi yang telah disepakati bersama kemarin. Hari itu adalah hari kita menerima sepatu PDH dan vantofel yang juga baru sebatas pinjaman.

Dan tibalah juga hari yang ditunggu-tunggu. Pagi-pagi, kami CaBhapad 66 putri menyempatkan untuk latihan dan memantapkan kembali. Saat itu, Mas Galih (alumni) turut mendampingi kami latihan. Jujur, saya merasa saat latihan pagi-pagi itu belum terlalu maksimal. Hari itu kebetulan juga adalah hari di mana Padmanaba Funbike 2008 diselenggarakan dalam rangka puncak acara rangkaian PPHP (Pekan Peringatan Hari Padmanaba) ke-66. Pada saat kami sedang berlatih, datang dua orang bapak-bapak yang membawa kamera (dari TVRI) ingin turut meliput latihan baris-berbaris kami saat itu di samping meliput kegiatan Padmanaba Funbike 2008. Beberapa saat kemudian, latihan pun dihentikan dan kami pun berbenah diri kemudian berangkat menuju ke UIN Sunan Kalijaga untuk mengikuti lomba PPI Provinsi 2008. Saya menuju ke sana diantar ayah dan ibu saya dengan menggunakan mobil. Saat itu, Alitta, Nurida, dan Ana juga ikut dalam mobil Ayah saya.

Setelah melalui perjalanan selama beberapa menit, akhirnya kami sampai di UIN Sunan Kalijaga. Kami langsung disuguhi pemandangan berupa anak-anak yang berseragam tonti berlalu-lalang dan beberapa bus. Kami mencari dan menuju basecamp kami. Saat hampir tiba di basecamp, kami bertemu beberapa dari kakak-kakak Bhapad 65 putra, dan setelah itu saya pun terheran-heran dengan basecampnya. Ternyata basecamp itu sangat berbeda dari basecamp-basecamp di lomba baris-berbaris sebelumnya. Di PPI Provinsi kali ini, basecampnya berada di sebuah ruangan serbaguna yang luas, bersih, dan bagus sekali. Di lantai dua ruangan itu, terdapat tribun yang luas pula. Saat itu, sebagian besar dari CaBhapad 66 putra belum dapat hadir, karena mereka turut menjadi panitia penyelenggara acara Padmanaba Funbike 2008. Setelah menaruh tas, kami pun langsung berganti kostum. Kami mengenakan jas Bhapad beserta atribut-atributnya. Kami saling bantu saat itu. Kami merasa senang dan bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk mengenakan seragam tersebut. Semua anak CaBhapad 66 (putri) terlihat berbeda saat itu, dan ada seorang dari kami yang berkata bahwa ’kita terlihat cantik hari ini dengan seragam Bhapad’:p. Saya hanya tersenyum mendengar perkataan dia. Setelah itu, kami langsung menuju ke daerah perlombaan dengan didampingi oleh Mas Rildhan. Di sana sembari menunggu kami latihan baris sejenak. Saat aba-aba periksa kerapian, muts saya tidak sengaja jatuh ke tanah. Otomatis saya dapat knee-up satu seri. Di sana keadaannya sangat ramai. Beraneka ragam rupa dan warna seragam tonti menjadi hal yang dominan. Kami memperoleh nomor dada 79 dan urutan yang ke-10. Dan awalnya kami dijadwalkan tampil pukul 10.44, tetapi mungkin karena suatu hal, jadwal tampil kami, CaBhapad 66 putri menjadi diundur sehabis Ishoma. Akhirnya, saya dan beberapa teman kembali lagi ke basecamp dan beristirahat di sana. Setelah cukup beristirahat, saya , bersama Ninta berjalan kembali ke daerah perlombaan. Dan di saat perjalanan kembali inilah saya mendapat pengalaman lucu dan menjengkelkan. Dalam menuju ke daerah perlombaan , saya harus melewati lorong yang beranak tangga. Saat itu terdapat sekelompok orang (perempuan dan laki-laki) sedang duduk bersantai di anak tangga. Dan salah seorang laki-laki menggoda saya dengan memanggil nama saya, ”Susanti..”. Tatapanku langsung tertuju pada laki-laki itu. Saya hanya menatapnya sejenak dengan wajah tanpa ekspresi lalu saya palingkan wajah saya. Saya baru ingat saat itu, bahwa di sebelah kanan atas jas Bhapad yang saya kenakan terpampang badge nama saya, Th. Tri Susanti N. Ternyata, setelah melewati lorong itu, saya kembali digoda oleh laki-laki dengan cara yang sama seperti kejadian sebelumnya. Ninta langsung tertawa-tawa melihat saya digoda seperti itu.

Akhirnya, tibalah giliran kami, CaBhapad 66 putri untuk beraksi pada pukul 13.00. Kami langsung menuju ke DP (Daerah Persiapan) pertama dengan didampingi oleh kakak-kakak kelas dan alumni, serta teman kami yang tidak mendapat giliran main di Pos I. Hati saya cukup berdebar-debar. Kakak kelas kami, Mbak Nola, menenangkan dan memotivasi kami untuk ’membalas dendam’ hasil dari PPI Kota lalu yang belum bisa mencapai target. Pos pertama pun berhasil kami lalui dengan cukup lancar. Setelah itu, kami menuju ke Pos II. Di pos ini medannya berpasir, dan saya juga melakukan kesalahan di sini. Saat Icha, danton kami memberi aba-aba 4 langkah ke depan, saya malah hanya melakukan 3 langkah ke depan. Tetapi, itu bisa teratasi dengan aba-aba jalan di tempat yang diberikan Icha setelah itu. Pos II pun berhasil kami lalui dan kami meneruskan perjalanan ke Pos III. Ada salah seorang alumni/kakak kelas saat itu, yang berkata bahwa di Pos III itu dapat menggema, jadi apabila kami kompak, bunyi gemanya pun akan bagus juga. Kami jadi termotivasi oleh hal itu. Ternyata memang benar, bunyi pantul/gemanya sangat mantap. Dan Pos III pun berhasil pula kami lalui. Setelah keluar dari Pos III, Anjani menghampiri saya dengan ekspresi wajah yang terharu dan mata yang berkaca-kaca. Ia merasa senang karena kami dapat menahan tutupnya, padahal pada saat latihan belum begitu bagus. Dan tibalah giliran kami singgah di Pos IV, pos haluan-melintang. Gerakan ini termasuk gerakan yang kami cemaskan setiap lomba. Pos IV berada di sebuah tempat parkir beratap. Orang tua saya pun turut mendampingi dan menonton. Kami berusaha menunjukkan penampilan terbaik di pos ini walau seberapapun cemasnya. Dan Pos IV akhirnya tuntas kami tunaikan, dan kami pun lega sudah menjalankan tugas dari Pos I sampai Pos IV. Ternyata, tak terduga-duga, Della berkomentar bahwa haluan kami sangat bagus. Ia sampai menangis melihatnya. Setelah itu, kami, CaBhapad 66 putri kembali ke basecamp untuk berganti kostum dan mengembalikan, membungkus kembali jas Bhapad beserta atribut-atributnya untuk dikembalikan.

Setelah berberes-beres, kami memutuskan untuk turut menonton/mendampingi Bhapad 65 putri berlomba. Di saat itu juga, anggota-anggota CaBhapad 66 putra yang menjadi panitia Funbike sudah tiba di basecamp. Mereka memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan menyimpan tenaga untuk lomba mereka beberapa jam lagi.

Bhapad 65 putri pun telah selesai melaksanakan tugasnya dengan baik. Dan beberapa saat setelah itu, tibalah giliran CaBhapad 66 putra untuk beraksi. Mereka terlihat berbeda dan gagah ketika mengenakan jas Bhapad itu. Kami semua, alumni, kakak kelas, turut mendampingi mereka semua ketika berlomba. Dari pos ke pos mereka menunjukkan penampilan yang terbaik, walaupun sempat agak terganggu dengan suara-suara yang tidak jelas dari tonti sekolah lain saat di Pos 1. Saya paling suka penampilan mereka saat di pos terakhir (Pos IV). Mereka terlihat mantap sekali, apalagi ditambah dengan gerakan hormat kiri yang mengarah pada juri saat mereka keluar pos.

Akhirnya, semua peleton wakil dari sekolah kami SMA 3 sudah tampil, dan tinggal menunggu hasil/pengumumannya. Di sela-sela waktu itu, kami menyempatkan untuk menyaksikan penampilan peleton dari sekolah lain, kemudian kami kembali lagi ke basecamp. Sesampainya di basecamp, saya dan beberapa teman saya makan dahulu karena sejak siang hingga sore ini kami belum makan.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya saat pengumuman tiba juga. Beberapa (5 orang) dari kami ditunjuk untuk mengikuti upacara di lantai bawah gedung itu, sedangkan yang lainnya menyaksikan dari lantai 2 (tribun), termasuk saya.

Saat itu, saya duduk diantara Olin dan Farida. Di depan saya duduk anak peleton dari sekolah lain yang berkerudung dan sedang menggambar tokoh komik di bindernya, bagus sekali. Setelah upacara diisi oleh kata-kata sambutan dari pihak-pihak yang terkait, akhirnya pengumuman pun dimulai. Pertama-tama, diumumkan pemenang-pemenang dari kategori peleton SMP putra dan putri. SMP 1 Kokap-lah yang mendominasi di berbagai kategori juara peleton SMP. Akhirnya, tibalah giliran untuk pemenang kategori peleton SMA. Rasa berdebar-debar di dada semakin memuncak. Farida, teman yang duduk di sebelah kiri saya juga sudah mulai memeluk tangan saya dengan erat. Kategori pertama yang diumumkan adalah juara I-III peleton SMA putri. Juara III diperoleh SMA 5 Yogyakarta. Dan inilah yang paling mendebarkan, yaitu saat menunggu pengumuman Juara II, dan ternyata juara II diperoleh kakak-kakak kami dari Bhapad 65. Setelah itu, kami semakin berdebar-debar dan pelukan Farida juga bertambah erat. Dan ternyata, Juara I diperoleh kami, CaBhapad 66. Tangis haru dan teriakan-teriakan mulai terdengar. Begitu juga dengan Farida, ia langsung melonjak sampai sikutnya mengenai kepala saya. Dan rasa berdebar-debar juga masih berlanjut. Setelah itu, diumumkan pemenang danton putri terbaik. Dan yang berhasil memperolehnya adalah Mbak Kim, danton Bhapad 65. Kategori juara peleton SMA putri sudah diumumkan, dan tibalah giliran SMA putra. Juara III peleton putra diperoleh SMA 8 Yogyakarta. Dan seperti biasa, kami semakin berdebar-debar saat hendak diumumkan juara II & juara I. Ternyata, juara II diperoleh SMA I Yogyakarta. Saya kaget sekali saat itu, dan harapan peleton putra kami untuk memperoleh juara jadi agak menciut. Ternyata, juara I peleton SMA putra berhasil diperoleh peleton dengan nomor dada 67, yang tak lain adalah peleton dari SMA 3 Yogyakarta (CaBhapad 66). Tangis haru dan teriakan semakin terasa. Saya langsung memberi selamat pada Dinar, dkk begitu juga teman saya yang lain. Kami sangat bersyukur atas anugerah ini. Kerja keras kami selama 4 bulan tak sia-sia. Setelah itu kami mulai membubarkan diri, tetapi saat itu saya masih duduk dan anak berkerudung yang hobi menggambar itu menatap saya dengan mata berkaca-kaca. Dia berkata, ”Selamat ya..” ,dengan wajah yang tegar dan tetap tersenyum. Saya amat terkesan dan kagum kepada anak tersebut. Anak itu memang benar-benar sportif, dan jarang ada anak yang seperti itu. Setelah itu saya pun turun kembali ke lantai I. Sesampainya di sana, juga diumumkan bahwa sekolah kami, SMA 3 Yogyakarta memperoleh juara umum PPI Provinsi 2008.”Alhamdulillah…!” ,ujarku. Di situ, ayah saya sudah menunggu. Beliau langsung memberi selamat kepada saya. Piala-piala yang berhasil diperoleh kami semua, seluruhnya mulai dipinggirkan. Sebelum pulang saya, dkk menyempatkan diri untuk mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak pelatih kami dari Bhapad 65 atas pengorbanannya dan jasanya yang telah mereka berikan pada kami selama ini. Setelah itu, kami semua mengadakan forum sejenak bersama Bhapad 65, kakak dari Bhapad 64 yang sudah purna, beserta alumni.

 

Oleh: T. Tri Susanti Nugraheni

(Wong Santi “Sukesi”)

 

Oleh • Mar 20th, 2009 • Kategori: NOT ONLY TECHNIQUE

Tag : , ,

6 Responses »

  1. great ! hidup bhayangkara padmanaba

  2. di paragraf pertama, aku langsung tau yang nulis ini pasti santi

  3. kok bisa tau mbak?

  4. La senenge nulis diary!

  5. weleh…..

  6. huehehehehe… :D

Leave a Reply