Menanti Danton Generasi Ketiga (Bukan Tentang Rauf)
Apa arti khusus dari keberhasilan Rauf 66 menjadi juara danton putra LBB SMA 8 lalu? Danton generasi ketiga Bhayangkara Padmanaba hampir lahir!
Sudah ada beberapa danton hebat yang dimiliki Bhayangkara Padmanaba sejak dulu (baca artikel terkait, Who’s the best danton we’ve ever had?), namun generasi danton pertama baru terwujud pada Bhapad 64. Alasannya, baru di Bhapad 64, 2 komandan kita (putra dan putri) bisa meraih gelar di 3 besar secara reguler. Mungkin di masa lalu sudah ada sejarah serupa, namun tiadanya database memaksa kita untuk mengklaim Bhapad 64lah lokomotif pertama danton Padmanaba.
Kala itu kita memiliki danton putri langganan juara (Yonika) dan danton putra langganan runner up (Gigin). Belum lagi komandan cadangan macam Ica yang juara 3 LBB PPI Kota tahun lalu dan Rasda yang tampil impresif di debutnya. Jadilah Bhapad 64, mutlak menjadi angkatan pertama yang merubah peruntungan nasib danton-danton SMA 3 di berbagai LBB.
Kualitas kembali dijaga oleh punggawa 65 yang sukses melahirkan danton generasi kedua. SMA 3 beruntung karena kala itu masuk para komandan putri potensial yang sudah berkibar sejak SMP. Salah satu oknum adalah juara danton SMP LBB Propinsi, oknum yang lain merupakan juara LBB Kota. Walhasil, ketika didapuk sebagai danton Bhayangkara Padmanaba, mereka selalu saja juara (hanya kalah dari kakak kelas). Bagian putra juga tidak mau ketingggalan. Meski baru merasakan juara di LBB STIM YKPN 2008, toh armada danton putra 65 setelah itu dipaksa panen gelar.
Berbekal prestasi 2 tahun sebelumnya, cantrik 66 otomatis mendapat beban berat untuk meneruskan prestasi. Awalnya memang pesimis begitu menilik prestasi mereka di beberapa LBB awal. Namun, begitu Komandan Putri berhasil menjadi juara 3 danton LBB Propinsi plus peringkat 4 untuk Komandan Putra, optimisme kita bangkit. Tinggal beberapa prestasi lagi untuk menelurkan komandan generasi ketiga Bhayangkara Padmanaba.
Adalah Rauf, yang kembali didaulat menjadi komandan peleton putra 66 di LBB SMA 8. Manusia dengan VO2 max terbaik di peleton putra ini harus berlatih super keras hingga Maghrib di H-1 LBB SMA 8. Selain dinilai masih poor dalam kualitas kedantonan macam suara habis, lupa gerakan, latah materi dll, ia memang dilatih spartan demi meraih 3 besar seperti yang ditargetkan Abah Revi. Dan bila posisi 3 besar berhasil diraih, generasi ketiga otomatis “hampir lahir”. Begitulah, meski masih harus berlatih di arena lomba keesokan harinya langsung dibawah Abah Revi yang menawan (maksudnya menawan Rauf untuk latihan), hasilnya langsung kelihatan. Juara!
Kalau putrinya sudah juara 3 Propinsi, putranya juara 1 LBB SMA 8, habis itu menang lagi dan lagi, kita bisa mengucapkan selamat datang bagi danton generasi ketiga. Semoga saja tidak perlu menunggu lama ya Rev!?
Editor1


wew… assalamu’alaikum wr.wb.
wew, wa’alaikumsalam wr. wb.
jenenge galih wae, ojo rauf,,,,
wah
Raup besar kepala helmnya sesak,…
buset dahh..
“Manusia dengan VO2 max terbaik di peleton putra”
gila nih rauf.
btw VO2 apaan?
sakjane dengan VO2 max tbaik putra ki aku hha XD
Aku ngakak waktu baca paragraf 3…
Langganan runner-up…wakakkaka….
@depon
VO2max maksudnya lari levelnya paling tinggi.
thx jayasupena atas infonya. . .
danton utama 66 bisa ky gini gak ya?
lha mbuh
berdoa saja
mas raufff…………………. keren keren!!!!!!!!! bgd bgd bgd !!!
Nyahahaha, tugas kalian para Danton66 berat lhoo, selain ngelatih CaDanton67, juga tetep tingkatin kualitas. Balung tuwa nonton wae..hihihi
hahaha gigin langganan runner up
DDDD
sakjane 1 propinsi 2006, hanya saja diberi pinalti 100 point akibat ulah peletonnya
hahahahahahahahahaha
@Danton65 : eh ngaku2 balung tuwo…purna aja belum….Nglatih kamu….!!!
@Bintang : oiya y…pernah kena penalti…mungkin harusnya bisa jadi danton terbaik y…hihhihihi
Mas Adenggggg…………………. keren keren!!!!!!!!! bgd bgd bgd !!!
weleh, mas Adeng…. balung tuwo og piye????
merasa tua saja sampeyan itu
masih ada yang lebih tua kok….