FKPPI
Ternyata gak hanya OSIS yang punya forum komunikasi, tapi, usut punya usut ternyata dunia pertontian juga punya hlooo, mau tau gimana ceritanya..??
Okaiy, for your information!!! Peleton inti punya yang namanya FKPPI! Kepanjangan dari Forum Komunikasi Pengurus Peleton Inti.
Jadi, begini…
Once upon a time,
Pada tanggal 27 – 29 Desember 2008, ada sebuah kegiatan made by PPI alias Purna Paskibraka Indonesia yang diselenggarakan di Youth Center, Yogyakarta. Nama kegiatan ini adalah Diklat Kebangsaan dengan tema yaitu “Dari Yogyakarta Kita Bangun Indonesia”. Kegiatan ini diikuti ± 60 peserta yang notabene adalah siswa seluruh SMA di Yogyakarta yang tergabung dalam kegiatan tonti di sekolahnya, tiap sekolah mengirimkan 2 orang wakilnya sebagai peserta dalam kegiatan ini.
Singkat cerita, dibentuklah sebuah forum komunikasi di hari terakhir kegiatan ini. Pro kontra para peserta diklat mewarnai proses terbentuknya forum komunikasi ini. Ada sebagian dari mereka yang setuju dan ada pula yang tidak setuju. Bahkan sebuah perdebatan kecil pun terjadi. Kubu kontra di sini memang jauh lebih sedikit dari kubu pro. “Padahal dari konsep pembentukan forum komunikasi ini belum begitu jelas bahkan masih sangat-sangat mentah dan bahkan kalaupun teman-teman banyak yang setuju, apakah mereka itu bener-bener dong ataukah malah bleng apa-apa? Kalo menurutku sih lebih baik konsep ini dimatengin dulu baru lah nanti kita bisa lanjut ke langkah selanjutnya” ujar salah satu siswa SMA Negeri 3 Yogyakarta yang termasuk dalam kubu kontra (rasah disebutke jenenge, ndak isin). Keadaan yang cukup panas ini akhirnya lama kelamaan bisa terkondisikan kembali dengan keputusan akhir, forum ini tetap dibentuk dan pada hari itu juga dibentuk pengurusnya.
Sebuah nama yang diberikan pada waktu itu adalah Forum Peleton Inti (FPI). Susunan pengurusnya adalah,
• Ketua : Berlian Ajdi Putra Wibowo (SMA Negeri 1 Yogyakarta)
• Wakil ketua : Kirana G. Lastia H. (SMA Negeri 3 Yogyakarta)
• Sekretaris I : Ratih Dewi Setiawan (SMA Negeri 8 Yogyakarta)
• Sekretaris II :
• Bendahara I : Susfika Khairussyifa Nabila (SMA Negeri 1 Yogyakarta)
• Bendahara II : Andrean Arif Suhanda (SMA Negeri 11 Yogyakarta)
Mereka-mereka lah sang petinggi FPI yang terpilih atas banyaknya suara yang mereka dapat pada saat pemilihan pengurus pada hari itu juga. Suara tertinggi diperoleh Berry (27 suara), kemudian disusul Tia (21 suara), lalu Ratih, disusul Anom, dan seterusnya menurut urutan jabatan di atas. Dengan demikian, secara resmi terbentuk foum komunikasi peleton inti pada tanggal 29 Desember 2009, dengan nama Forum Peleton Inti (FPI).
Waktu kian berlalu dan akhirnya FPI pun berubah namanya menjadi FKPPI alias Forum Komunikasi Pengurus Peleton Inti. Inilah sebuah nama untuk forum komunikasi peleton inti pada umumnya yang diwakili oleh delegasi dari setiap SMA, SMK, MAN atau sederajat se-Yogyakarta.
Pertemuan pasca pembentukan dilakukan pada kegiatan Talk Show di Balai Kota pada tanggal 19 Januari 2009. Kegiatan ini merupakan inisiatif Bapak Walikota Yogyakarta, Hery Zudianto yang dimaksudkan untuk menggantikan ketidakhadiran beliau pada pembukaan Diklat Kebangsaan bulan desember lalu. Di sini lah para anggota FKPPI berinteraksi secara langsung kepada Pak Wali sekaligus sarana untuk memperkenalkan bahwa dunia pertontian di Yogyakarta ini sudah mewabah di hampir setiap sekolah dan hal ini dapat dibuktikan dengan terbentuknya FKPPI tersebut.
Seusai kegiatan di atas, pengurus harian FKPPI yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara mengadakan pertemuan untuk membahas raker yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2009. Sebelumnya mereka menentukan seksi bidang yang nantinya akan membantu kinerja mereka dalam mencapai tujuan FKPPI sesungguhnya. Maka mereka memilih 2 sekbid yaitu Hubungan Masyarakat (Humas) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan masing-masing memiliki 2 koordinator yang berasal dari sekolah yang berbeda. Di bagian SDM, Dimas (SMK Negeri 2 Yogyakarta) selaku koordinator 1 dan Putri (MAN Yogyakarta 1) selaku koordinator 2 serta di bagian humas, Linda (SMTI Yogyakarta) sebagai koordinator 1 dan sebagai koordinator 2 adalah Aan (SMA Pangudi Luhur Yogyakarta).
Akhirnya, 26 Januari 2009 telah tiba dan dengan agenda yang telah dirancang sebelumnya oleh sekretaris pun terlaksana dengan lancar. Alhasil, FKPPI telah memiliki berbagai macam program kerja selama masa bakti yaitu 2008-2009 dengan 2 diantaranya merupakan kegiatan besar.
Jadi pada intinya, FKPPI ini telah dibentuk dengan satu tekad yaitu mempersatukan seluruh peleton inti di Yogyakarta. Harapannya, dengan ini seluruh anggota peleton inti SMA/SMK/MA sederajat di Yogyakarta memiliki jiwa yang satu dan siap menjadi generasi penerus bangsa secara mental dan fisik.
oleh: Kirana Galuh Lastia H.


hoh. muncul juga artikel ini akhirnya.
eh. bukan bearti aku nunggu2 ya.
nunggu jg gapapa kok
Kegiatannya apa ya? LBB FPI?
bullshit semua
heh….bullshit??? siapa itu yang bilang???? cari buktinya dong….dasar gak tau diri….
Ceritakan padaku tentang sejarah TONTI dan kenapa di dalam pelatihan TONTI ada ketegasan,keras,sifat-sifat kemiliteran,kedisiplinan yang tinggi?Berikan padaku semua data-data tentang TONTI di seluruh SMA dan MA di seluruh DIY!Kirimkan datanya ke alamat e-mailku primayudhamandiri@yahoo.com.
wah, mau bikin skripsi tentang TONTI ya?
piss.
Gak gitu sih.aku pingin tahu TONTI itu konsep dan motifnya kayak apa?Tapi aku kecewa dengan TONTI yang selalu membawa-bawa fisik,misalnya tubuhnya kurang tinggi gak bisa jadi anggota,baris-berbaris gak bagus gak bisa jadi anggota itulah yang membuatku kecewa berat dengan TONTI.Aku ingin memecahkan misteri ini dan mengambil seluruh data-data penting tentang TONTI.Tetapi TONTI masih kalah dengan PRAMUKA,PRAMUKA memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh TONTI,tanya aja sama anak PRAMUKA dan alumninya,paradigma TONTI itu salah.Jangan cari anggota TONTI dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu seperti harus tinggi,tubuh kekar,sehat,kuat,barisa berbaris sempurna tetapi dalam lubuk hati mereka tidak ada niat sama sekali untuk TONTI,itu akan menjadi penghambat,itulah kenapa TONTI masih kalah dengan PRAMUKA.
mas yudha,, mungkin memang mayoritas pandangan masyarakat tentang TONTI seperti itu. Namun itulah bedanya Padmanaba, di Bhayangkara Padmnaba, fisik dan teknik bukan nomer satu, namun lebih pada pembentukan karakter2 kekeluargaan yang ditumbuhkan disini,, Karena kekeluargaan itulah piala2 kejuaraan tonti bisa mampir ke sekolah kita, sesuai dengan motto bhayangkara padmanaba ” Not Only Technique”
maaf jika ada kata kata yang menyinggung..XD