Bhayangkara Padmanaba

-not only technique-

The Rain Squad: November (Trophy) Rain!!!

Bulan November selalu identik dengan bulan penuh hujan sehingga tak ayal diluar negeri pun bulan November memiliki sebutan tersendiri yaitu November rain. Walaupun bulan November telah berlalu, tetapi kenangan akan bulan November tahun ini memiliki arti tersendiri yang tak akan terlupakan pada squad Bhayangkara Padmanaba. Bagaimana tidak, pada bulan November ini saja dilangsungkan 4 LBB bergengsi dan squad Bhayangkara Padmanaba mengikuti 3 dari 4 LBB tersebut (tentu saja karena salah satu LBB tersebut diselenggarakan oleh Bhayangkara Padmanaba). Dari ketiga LBB yang diikuti pada bulan ini, squad Bhayangkara Padmanaba menorehkan prestasi yang sangat memuaskan bahkan sedikit diatas prediksi dari tim pelatih. Berikut review dari ketiga lomba tersebut:

LBB Menwa UII
LBB Menwa UII yang diselenggarakan pada 2 November lalu ini menjadi awal dari musim lomba baris-berbaris tahun 2008/2009. LBB yang sempat diguyur hujan deras hingga tiga kali ini merupakan LBB paling berdarah tahun ini bagi squad Bhayangkara Padmanaba. Bagaimana tidak ketika akan berangkat menuju venue lomba, iring-iringan squad Calon Bhayangkara Padmanaba putri kelas X mengalami kecelakaan beruntun yang menyebabkan tiga orang anggota squad ini mengalami cidera yang cukup serius dan lebih sialnya lagi salah satu dari korban tersebut adalah komandan peleton tersebut. Kejadian ini menyebabkan kekacauan tersendiri pada kubu peleton putri Calon Bhayangkara Padmanaba ini sehingga mereka hterlambat memasuki pos dan harus menggunakan danton cadangan karena kondisi danton utama yang tidak memungkinkan untuk tampil. Berbekal anggota yang tersisa disertai dengan semangat membara untuk memberikan hadiah persembahan yang terbaik bagi teman mereka yang mengalami kecelakan peleton Calon Bhayangkara Putri ini dapat memberikan penampilan terbaik mereka dan hasil yang diperoleh pun sangatlah luar biasa karena mereka bisa menyabet podium pertama mengalahkan kakak kelas mereka yang harus puas menelan pil pahit dipecundangi adik kelas dan hanya meraih podium kedua. Sebaliknya pada kubu peleton putra, dominasi kakak kelas sangatlah tak terbantahkan karena mereka dapat meraih podium pertama mempecundangi peleton Calon Bhayangkara Padmanaba putra yang terpuruk jauh dibawah. Dengan perolehan 2 trofi juara 1 (putra dan putri) dan 1 trofi juara 2 (putri) walaupun sektor danton tidak mendapatkan podium toh gelar juara umum tetap disandang oleh squad Bhayangkara Padmanaba pada LBB ini.

LBB PPI Kota
LBB PPI Kota yang merupakan LBB paling bergengsi ditingkat Kota Yogyakarta dan LBB yang dinanti oleh tonti SMP dan SMA se-Kota Yogyakarta. Bagaimana tidak, LBB ini merupakan ajang pembuktian diri bagi peleton dan danton untuk mengukuhkan dirinya sebagai yang terbaik di tingkat Kota Yogyakarta. Pada LBB yang juga diguyur hujan deras ini, squad Bhayangkara Padmanaba mengalami berbagai hal sangat mengejutkan. Dimulai dari tumbangnya sang Raja Kota tahun lalu yaitu peleton Bhayangkara Padmanaba putra yang harus rela bergantian dipecundangi oleh sang adik mereka peleton Calon Bhayangkara Padmanaba yang bangkit dari keterpurukan sehingga meraih podium pertama meninggalkan kakak mereka yang harus puas di posisi kedua. Tetapi untungnya sang kakak mendapat hadiah hiburan karena danton mereka meraih predikat danton putra terbaik. Hal serupa juga terjadi di peleton putri dimana peleton Calon Bhayangkara Padmanaba putri yang sebelumnya menjadi juara di LBB Menwa UII harus menelan pil pahit karena keterlenaan mereka (yang sebelumnya telah diprediksi oleh tim pelatih) sehingga berakibat harus tumbangnya mereka dari podium jauh dibawah kakak mereka yang memiliki ambisi untuk membayar kekalahan mereka sebelumnya yang mendapat podium pertama ditambah dengan danton mereka yang juga memperoleh predikat danton putri terbaik. Dengan perolehan sapu bersih 2 trofi juara 1 (putra dan putri), 1 trofi juara 2 (putra), dan 2 trofi danton terbaik (putra dan putri) mengukuhkan Bhayangkara Padmanaba sebagai juara umum pada LBB ini.

LBB PPI Propinsi
Inilah LBB penutup bulan November sekaligus LBB paling bergengsi se-DIY dimana tonti-tonti se-DIY bersaing dan berjuang sepenuh hati untuk menjadi yang terbaik ditingkat propinsi. Pada satu-satunya LBB yang tidak diguyur hujan pada bulan November lalu ini, kesialan menimpa peleton Bhayangkara Padmanaba putra dimana mereka harus memendam dalam-dalam hasrat mereka untuk menjadi yang terbaik dan harus puas berada di posisi 10 karena kesalahan bodoh yang mereka perbuat sendiri. Secara de facto, mereka adalah yang terbaik dalam lomba ini karena perolehan total nilai mereka yang sangat tinggi jauh meninggalkan adik mereka yang menjadi juara pertama pada LBB ini. Tetapi entah apakah karena sikap mereka yang cenderung menyepelekan atau karena faktor X lainnya mereka harus menelan poin pinalti hingga 300 poin dimana 200 poin dari penalti garis dan 100 poin karena telat mengikuti upacara. Hal ini sungguh sangatlah memalukan dan terkesan konyol dimata tim pelatih karena kesalahan mereka ada pada hal-hal yang sebenarnya sangat mendasar dan sepele. Terlepas dari hal tersebut, hasil menggembirakan diraih oleh peleton Calon Bhayangkara Padmanaba baik putra maupun putri yang berhasil mempecundangi kakak kelas mereka dan berhasil menyabet podium pertama. Walaupun kemenangan peleton Calon Bhayangkara Padmanaba putra berbau keberuntungan toh hasil tersebut memang pantas untuk mereka karena mengingat sejarah mereka yang dimulai dengan keterpurukan kemudian meningkat drastis dan cenderung stabil. Kemenangan peleton Calon Bhayangkara Padmanaba putri juga dirasa pantas karena setelah sempat terpuruk pada LBB PPI Kota mereka menjadi sadar dan bangkit kembali untuk menjadi yang terbaik (tentunya hal ini didukung juga oleh intimidasi dari tim pelatih). Dengan perolehan total 10 trofi yang didapat dari juara 1 peleton putra dan putri, juara 2 peleton putri, serta danton terbaik putri yang diperoleh oleh danton utama peleton Bhayangkara Padmanaba putri yang telah kembali dari lawatannya dari Korea.

Jadi dapat disimpulkan berhubungan dengan bulan November yang juga terkenal akan November Rain-nya, Bhayangkara Padmanaba juga memiliki istilah bulan November lalu yaitu November “Trophy” Rain alias hujan trofi di bulan November karena pada bulan itu Bhayangkara Padmanaba mendapat puluhan trofi terlebih lagi Bhayangkara Padmanaba juga mengoleksi seluruh trofi juara 1 pada ketiga LBB diatas.

Hidup Padmanaba!

Oleh • Dec 4th, 2008 • Kategori: NOT ONLY TECHNIQUE

Tag : , ,

20 Responses »

  1. Ada sedikit kesalahan pada cerita ini…
    LBB UII…baru tahun ini bisa kita bawa pulang juara umumnya…

    Jadi juara umum bukan “tetap” kita sandang…
    Tapi “akhirnya” kita sandang…

  2. Tahun lalu, de facto, kita juara umum kok. karena bila menggunakan sistem konvensional, kita yang meraih gelar juara di 2 dari 4 kategori, sudah seharusnya jadi juara umum. Namun memang, secara de jure, sesuai aturan lomba, kita tak bisa meraihnya. nehiprobematiko, tidak masalah…

  3. alhamdulillah…
    pertahankan prestasi, dan selalu tingkatkan kualitas!
    putar otak cari inovasi, karena ‘yang lain’ sudah mulai tahu ‘resep rahasia’ kita.

  4. nehiprobematiko…co-ekskul 06-07 memang ahli menyambung kata…bahasa india-mexican

  5. Kok hasil rekapitulasi kejuaraan LBB PPI propinsi kemarin masih belum diuopload disini ya? Forpanglingo…kelupaan po?

  6. Mungkin forpanglingo baru sibuk ujian…

  7. rekapnya abis ujian aja yaa

  8. Nggak apa-apa resep rahasia kita diketahui. Toh, sakjane itu juga bukan resep rahasia to? Semua bisa untuk yang begituan. Yang penting, pemilihan bahan, penentuan koki, teknik memasak, pemilihan alat, besar kecilnya api untuk matengin, cara penyimpanan dan cara penyajian a la Bhapad ndak akan pernah bisa ditiru meski ratusan handycam terus menguntit bokong kita!

    Eh..rekap janjinya hari Sabtu ini deh!?

  9. iyaa udah aku kirim ke imel admin ..

  10. saya sebagai alumni…
    merasa bangga dan terharu…

  11. jadi inget formasi HUJAN

    ..

  12. weh!! mas Zaki!! halo Mas!!

  13. iya nih . ud mulai bnyak yg copy skep skep bhapad . tp alhamdulilah sampe skrg kita msih bisa mempertahankan gelar yg ud pernah kita dapet dulu ..

    btw , fotox bleki horor banget

  14. aku kok rasa2nya pernah denger formasi hujan?
    emang resep rahasia kita apa?
    kok kayak krabby patty?
    pasti enak

  15. ZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ……………………………………………………….
    bwt yg lg pd bc….
    zzz…..zzzz……zzzzz…………..
    !!
    hah?!
    yo wis……

  16. apae resepx???

    yang di artikel jendral Yan Oen Soe it pa???

  17. ……..zzzz……..
    fotonya mz ivan ‘bleki’ kereen..
    (ketauan bo’ong ya..???hahaha… )

  18. aku setuju banget banget kalo fotony mas ivan keyyyyyeeennnn…….gak cuma fotonya, aslinya pun udah ganteng banget. jadi gregetan dech,,,uhuhuh….

    @riez66 : resepnya dirahasiakan oleh mr.crab

  19. hadduhh..tu tu yang nulis formasi hujan!!!!
    huhhh. gitugitu juga pake mikir lama taukk mbuatnya.
    ahahahaha

    yang penting kan sekarang punya “anak panah”:))
    yang lebih bermakna yang jelass
    hihhihhiihihi.=))

  20. @tiatioll66 : ako kan cuma inget . ada yang salah.?

Leave a Reply