Bhayangkara Padmanaba

-not only technique-

Kasus 875: SMA 1 Mlati Layangkan Surat Protes

(Review LBB PPI Propinsi)

Berbanding terbalik dengan euphoria yang melanda SMA 3 Yogyakarta, rekan-rekan Laskar Melati malah shock berat. Masalahnya, kami jadi juru kunci di kategori peleton putri akibat nilai pos 2 yang amat sangat jelek. Awalnya, kami mengira ada kesalahan komandan yang lupa/ bolong gerakan sehingga nilainya sedemikian jauh dibanding peleton lain. Namun ternyata, setelah melihat kembali rekaman pertandingan, gerakan kami –yakini- lengkap. Bila ada unsur kekhilafan manusia disana, mungkin 2 gerakan saja yang bolong. Bayangkan, nilai kami di pos tersebut hanya 875 poin! Bandingkan dengan nilai Bhapad “B” yang 1523, atau Bhapad “A” yang 1508. Sangat jauh! Atau, bandingkan dengan peleton peringkat kedua dari bawah, SMA 1 Sewon, yang bisa meraih 1171 poin.

Hanya SMA 1 Mlati saja yang nilainya di pos 2 tidak mencapai angka ribuan. SMA lain, nilai terjelek yang tercatat  adalah 1111 (SMA 8 Yogyakarta). Nilai rata-rata seluruh peleton di pos tersebut (diluar SMA 1 Mlati) mencapai 1304,74 poin. Mlati hanya 875 poin! Aneh bukan? Bahkan, bila diasumsikan gerakan-gerakan kami hanya dihargai angka 5 pun, Mlati berhak menembus poin ribuan (gerakan lengkap), atau setidaknya 900an (khilaf 2 gerakan). Saya pribadi tidak percaya ada juri yang bisa memberi angka 5 untuk seluruh gerakan (gerakan dasar pula!). Atas dasar inilah, mengapa pada Selasa lalu SMA 1 Mlati melayangkan surat protes resmi kepada panitia untuk mengecek kembali nilai mereka di pos 2.

Kemungkinan kesalahan pertama adalah; sistem rekap yang entah bagaimana (baca: tanpa sengaja) mengkopi paste/ ngedrag nilai akhir pos 1 ke pos 2. Nilai pos 1 Laskar Melati adalah 875 poin, sama persis dengan nilai pos 2. Wajar bila kami mengindikasikan ada sistem eror yang mengkopi paste/ ngedrag nilai dari pos sebelumnya. Terlebih lagi, kesalahan akibat copy paste/ ngedrag seperti ini tidak serta merta memunculkan tanda peringatan formula eror excel: “(!) the formula in this cell differs from the formulas in this area of spreadsheet”. Akibatnya, tim rekap tidak mendapatkan pertanda signifikan yang mencolok untuk menyadari terjadinya kesalahan. Ditambah antrian lembar juri yang menunggu giliran diinput dan tuntutan pengumuman, jadilah sebuah kegagalan sub sistem tidak benar-benar disadari (atau malah dibiarkan –semoga saja tidak). Tapi ini bukan alasan pembenaran jika terjadi kesalahan. Peserta lomba berhak mendapatkan apa yang memang menjadi haknya. Memang, keputusan dewan juri (si pemberi nilai di pos) tidak dapat diganggu gugat. Namun, peserta berhak mendapat nilai inputan yang semestinya, tanpa terduksi kesalahan dalam rekapitulasi. Bukankah kehati-hatian rekapitulasi nilai identik dengan permainan catur? Ketepatan dulu, baru kecepatan.

Sebagai catatan, sejak sistem baru LBB Propinsi berlangsung tahun lalu, tidak diketemukan nilai pos 2 peleton putri yang disamai (apalagi lebih rendah) oleh nilai pos 1 nya. Mengapa? Pos 1 hanya terdiri dari 17 gerakan, sedang pos 2 mencapai 25 gerakan. Dihitung dengan margin eror komandan lupa gerakanpun, kecil sekali peluang nilai pos 2 bisa sama dengan pos 1. Apalagi jenis gerakan pos 2 yang hanya gerakan dasar dan tunggal, terhitung lebih mudah dihapal (kalau blank, komandan cukup meneriakkan segala macam gerakan dasar). Lagipula, ini LBB tingkat propinsi dimana peleton yang lolos kualifikasi tentu peleton yang berkualitas di daerahnya masing-masing. Peleton berkualitas, nggak mungkin komandannya sedemikian bocor dalam menghapal materi. Dan komandan Mlati, sang peringkat 4 kategori komandan putri LBB Propinsi 2008, berdasar rekaman, diyakini tidak tertinggal satu gerakan pun!

Berikut persentase pertambahan nilai di pos 2 dari pos 1 setiap sekolah (berdasar nilai dan ranking LBB di lembar rekapitulasi yang dibagikan panitia):
SMA 3 (45.74%), SMA 3 (55.94), SMA 5 (41.41), SMA 1 (24.21), SMA 7 (39.47),
SMA 1 (33.93), Tirto (32.71), SMA 2 (42.15), SMK 1 Btl (48.09), SMA 7 (25.88),
Tirto (60.06), SMA 9 (22.46), SMA 4 (45.63), SMA 2 Wnsr (46.95), SMK 1 (27.89),
SMA 1 Slm (42.74), SMA 11 (33.80), SMA 1 Dep (85.00), SMA 5 (35.39),
SMA 1 Slm (60.49), SMA 8 (17.56), SMK 1 Dep (33.79), SMA 1 Jet (23.42),
SMA 1 Peng (54.38), SMA 1 Wnsr (25.29), SMK 7 (31.10), SMA 1 Swn (42.45).
Data diatas menunjukkan dengan jelas betapa besar margin pertambahan nilai yang diperoleh tiap peleton di pos 2 dibanding dengan pos 1 nya. Dengan rata-rata pertambahan nilai yang mencapai 39.92% untuk seluruh peleton, lihatlah Mlati yang hanya 0 (nol) %.

Sebenarnya masih ada kemungkinan kesalahan kedua, ketiga dan keempat tentang nilai pos 2 Laskar Melati yang hanya 875. Namun belum waktunya saya mengatakan kemungkinan kesalahan itu disini. Salah satu kemungkinannya adalah kesalahan fatal identik, yang kami indikasikan juga menimpa nilai seluruh peserta lomba di Pos 3. Silahkan bandingkan, dengan materi yang sama plek, nilai rata-rata pos 3 peleton SMA putri tahun lalu mencapai sekitar 549 poin. Tahun ini nilai rata-ratanya hanya sekitar 325 poin, terpangkas nyaris setengahnya. Kenapa bisa? Berpikirlah*!

Terakhir, bila ternyata tidak ditemui adanya kesalahan rekap, saya pribadi atas nama teman-teman Laskar Melati mengucapkan permohonan maaf kepada panitia atas protes kami yang sedemikian kerasnya. Toh, selama kebenaran terungkap, itu adalah berkah untuk manusia yang berpikir. Bagi Mlati, itu adalah feedback untuk berlatih lebih tekun dan habis-habisan. Karena terima atau tidak , nilai 875, dengan asumsi gerakan lengkap, mengindikasikan nilai kami di pos 2 kemarin tidak mencapai 5 poin per gerakan! (Yang pasti)Malaikat sudah tahu, kami bukan juaranya…

*Dengan asumsi indeks pengali ajeg
*Materi gerakan sama plek
*Nilai terpangkas hampir setengahnya (± 41 %)

Pemain catur,
Galih Kusuma Putra

Oleh • Dec 4th, 2008 • Kategori: Mc LHEER

Tag : , ,

21 Responses »

  1. Wah kalau ada kejanggalan se”nyata” itu memang seharusnya ditindak lanjuti…

  2. wah.piye THA iki panitiane.kok gk tanggepanya.
    Segera dtanggepin donk!!!

  3. boikok lbb 2009……
    Hidup laskar melati
    Po harus bsk lbb 2009 panitiane dari laskar melati,heheheheheheheheheheh

  4. hhoo ik…
    mosok mesti kami yg jd taruhannya!
    kita brani jamin klo kita bagus kok!
    PPI,,,
    mana tindak lanjutnya????

  5. Meskipun kami rival di permainan catur…
    tapi kami menjunjung sportivitas…

    Jika rival kami mendapat masalah seperti ini,
    kami juga merasa perlu untuk membela…

    Panitia…gmn?
    Sudah dicek belum?

  6. Wah, sangat disayangkan ya jika pada LBB yang merupakan barometer tertinggi tonti DIY tersebut terdapat kesalahan rekap semacam itu.

  7. Saya sudah berbicara dengan salah satu petinggi Bhayangkara Padmanaba untuk mencari solusi dari permasalahan klasik LBB ini. Hasilnya, lahir sebuah konsep sistem penilaian dengan alat bantu teknologi. Sekarang masih konsep prematur dan akan terus dikembangkan menjadi prototipe. Doakan saja bisa menjadi jalan keluar

  8. Untuk “Pemerhati tonti DIY” dan komentator yang lain:
    Maaf, artikel saya diatas masih bersifat mereke-reka dan sekedar mengindikasikan adanya KEMUNGKINAN KESALAHAN REKAPITULASI PANITIA. Artinya bisa jadi dugaan saya keliru alias panitia tidak melakukan kesalahan apa-apa. Jadi tolong jangan memvonis panitia dulu hingga ada klarifikasi. Meski memang saya secara pribadi agak merasa “diluweh-luwehke” karena “panitia yang mungkin keputusannya tidak dapat diganggu gugat” belum juga memberi tanggapan. Sampai detik ini, terhitung lebih dari 120 jam sejak saya menelepon ketua panitia pertama kali atau lebih dari 96 jam sejak surat protes resmi dikirim, belum ada kabar resmi yang sampai ke saya dan teman-teman Mlati.

  9. Untuk “Jalan keluar”:
    Ya, saya sudah dikabari rencana teman-teman itu. Kemarin siang waktu di sms, respon saya cuma satu: KEREN. Semoga saja ada sistem penilaian baru yang bisa temen-temen sumbangkan untuk dunia pertontian. Agar kesalahan rekap manusiawi yang biasa terjadi bisa ditekan ke titik nyaris 0 (nol). Mungkin, PPI juga bisa dilibatkan dalam proyek tersebut mas/mbak(?). Aapa guna kalau akhirnya ada sistem rekap bagus tapi yang rajanya penyelenggara LBB ogah make gara-gara tidak terlibat. Tapi nggak juga ding, tergantung presentasi temen-temen nantinya gimana… Selamat berkarya. Not Only Technique!

  10. Wow..meski cuma dugaan ya mas Galih, tapi argumennya kuat banget loh. Kalau ternyata benar-benar ada kesalahan dan tidak ada protes kayak SMA 1 Mlati lakukan, saya jadi bertanya-tanya. Apakah panitia tidak melakukan revisi ketika menemukan kesalahan? Mendiamkannya saja? Astaga, sekolah saya dulu jangan-jangan kalah gara-gara hal kayak ginian dan tidak punya pengamat jeli macam mas…

    Waduh, apa guna ikut LBB kalau “kesalahan esensial” kayak gini dibiarkan tanpa pertanggungjawaban

  11. gimana masmas mbakmbak ppi, ada tanggapan?

  12. Eh, ada ralat untuk paragraf 6. Setelah diutak atik seorang staff laboratorium litbang Bhapad, kemungkinan kesalahan yang sebelumnya dindikasikan juga merasuk di sistem rekap pos 3, tampaknya tidak benar. Aku bar wae di sms, angka-angkanya didefinisikan “tidak pernah bisa pas” jika asumsi kesalahan itu diteruskan. Sekarang ybs, mencoba memasukkan faktor tetap lain yang bisa dijadikan bahan evaluasi akhir tahun ajaran nanti. Gimana kesimpulannya Nogogini?

    Pembaca yang terhormat, lupakan saja paragraf 6 mulai baris 4-7. Admin? Bisa tolong artikel saya ditambahi komen ini sebagai catatan kaki untuk meralat kesalahan asumsi awal?

  13. Wah kapan Mlati bisa kayak Bhapad ya? Punya staf hardware dan software…

  14. insyaallah mas 2 mpe 3 tahun lagi
    Amin
    Amin
    Minta doa n bantuanya

    Tpi kok ndagel yoh,ra ono tanggepan blast dri panitia,,,,,,,,,,,,

    Boikot lbb 2009

    Hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaaaaaaa…………….

    Wis ketok jahat tha nek aku ktawa kyk gtu..hahaha

  15. Panitia tak lepas dari khilaf

    dengan peserta sebanyak itu prosentase kesalahan meningkat

    mengenai tanggapan,, kalo misalnya ditanggapi dan benar2 salah njuk langkah

    kedepanya mau ngapain y??

  16. Kedepannya ya membuat semacam klarifikasi ato ralat gitu Kopral…

    Bila nantinya ternyata memang ada kesalahan tetapi tidak dipublikasikan sudah tentu hal tersebut akan menjadi sebuah penurunan kredibilitas tersendiri dimata masyarakat tonti pada khususnya karena meskipun hal tersebut ditutup rapat-rapat toh sekarang ini zaman informasi bukan zaman batu lagi dimana informasi bisa didapat dengan mudahnya (walaupun itu informasi rahasia sekalipun) terutama oleh seorang hacker…

    Jadi siapa yang menabur dia yang akan menuai jua…

  17. Brarti sama aja gak ada langkah buat perubahan nyata??

    And then Kalaupun memang citra PPI udah jelek, toh kita tetep ikud lomba to Mas Admin??

  18. aku engga donk sihh sebenernya.

    cuman yang aku tangkep dari yang dibilangin,,

    ya emankk bener siihhh.kalo citra PPInya jelek, kita juga gak terpengaruh apapun,so, yang penting kita ngalahin laskar melati, mass.

    yessyesyes.hihihihihi.Xp

  19. obrolan tingkat tinggi…

    otaku gag nyampe..

  20. artikel ini sungguh cool..

  21. [...] juru kunci peleton putri SMA akibat kesalahan rekap di pos II (silahkan baca artikel terkait: “kasus 875, SMA 1 Mlati melayangkan surat protes”). Beberapa hari sejak hari H, hingga bermingu-minggu setelahnya, kontak komunikasi coba dibangun [...]

Leave a Reply