Rain Squad Strike Back: Double-Double!!!
Musim lomba baris-berbaris 2008-2009 telah dimulai pada bulan ini, direncanakan pada bulan November ini saja ada 4 LBB besar dengan keunikannya tersendiri (dengan 2 LBB yang telah dilalui) yaitu LBB Menwa UII, LBB PPI Kota Yogyakarta, LBB SMA N 3 Yogyakarta, dan terakhir LBB PPI Propinsi Yogyakarta. Diawali oleh LBB Menwa UII pada tanggal 2 November lalu di Kampus Terpadu UII dan kemudian diikuti oleh LBB yang bergengsi di tingkat kota Yogyakarta yaitu LBB PPI XI Kota Yogyakarta pada tanggal 9 November lalu yang bertempat di Balaikota Yogyakarta (yang lucunya menurut KOMPAS edisi 10 November diadakan oleh SMA N 3 Yogyakarta padahal nyata-nyatanya diadakan oleh Purna Paskibraka Kota Yogyakarta).
Boleh dibilang pada kedua lomba yang telah dilalui peleton Bhayangkara Padmanaba diliputi berbagai keberuntungan mengingat berbagai kendala dan permasalahan yang datang silih berganti sehingga berakibat persiapan yang dirasa belum maksimal ditambah dengan “menghilangnya” metronom secara misterius yang bahkan hingga kini masih belum diketahui keberadaannya. Tapi toh walaupun harus berjuang keras untuk mengejar materi dengan waktu yang terbatas ditambah dengan absennya metronom selama latihan tidak menyurutkan semangat latihan bahkan untuk caBhapad 66 yang notabene masih junior sekalipun. Hasilnya pun sungguh diluar dugaan pada LBB Menwa UII yang sempat diguyur hujan lebat hingga 3 kali, peleton Bhayangkara Padmanaba memperoleh juara umum karena memperoleh juara 1 pada kategori putra (Bhapad 65), juara 1 kategori putri (caBhapad 66), dan juara 2 kategori putrid (Bhapad 65). Hasil yang lebih mengejutkan terjadi pada LBB PPI Kota Yogyakarta yang juga diguyur hujan lebat dimana peleton Bhayangkara Padmanaba mampu melakukan “sapu bersih” karena pada LBB PPI Kota tersebut peleton menyabet juara 1 pada semua kategori (peleton putra, peleton putri, komandan putra, dan komandan putri) dan juga juara 2 kategori peleton putra, walaupun sangat disayangkan pleton putri caBhapad 66 gagal mendapatkan podium kali ini. Terlepas dari semua hal tersebut (termasuk mitos dimana hujan yang memberi “kekuatan” tersendiri bagi peleton Bhapad), hasil dari 2 LBB tersebut sunggguh sangat mengejutkan sekaligus membanggakan karena dapat menjadi juara umum sekaligus menyabet podium pertama untuk kedua kategori dimana kami menyebutnya double-double. Semoga pada LBB-LBB selanjutnya peleton Bhayangkara Padmanaba mampu untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Hidup Padmanaba!


Berarti ikut lomba kalo musim ujan aja…:D
jangan sombong,, jangan sombong,,
semakin tinggi gedung,anginnya makin kenceng. (bueh! sok ngarsi)
Bhapad kayak Manchester United donk , sama2 rain master ..
wo… blm tau rahasianya. Btw, stiap event bhapad kok mesti berhubungan dgn air tha?? LBB SMA 3 yo udane maknyusssss…………..
gimana ga mengundang air…lambangnya aja halilintar..identik dengan hujan…
Coba lambangnya matahari…:D (malah kaya’ lambang partai)…
bnr mb fimma ! bagus lg kalo lambangnya payung apa jas hujan, senantiasa terlindungi dr hujan..
nanggung kalo lambangnya cuma payung ato jas hujan…sekalian aja lambangnya tenda terpal…apa atep rumah…lebih aman dari hujan…:D
bukan gitu, yg bikin Bhapad identik sama hujan krn Bhapad lahirnya selasa kliwon. Jadi pantesnya kerja di air
Waduh…semoga nasibnya ga gitu-gitu aja (halah macem ramalan primbon)
…dan terus jaya!!!
Hidup Bhapad!!!
aku lahirnya sabtu legi pantesnya kerja dimana maz fimma ? eh mb saga . ealah , mas saga maksudnya ..
kamu pantesnya kerja di lapangan upacara aja, jadi asistennya Mas Gal
wadoh ! no no no . mending kerja jadi pedagang aja kalo gtu ..
Kapan hujan berhenti…….?